Xi Jinping Sampaikan Pidato di Depan Rapat Peringatan Genap 100 Tahun
 Gerakan 4 Mei

2019-04-30 15:16:05 http://indonesian.cri.cn/20190430/33c1708e-9420-7a24-6dbd-379e2769e918.html

Menjelang Hari Pemuda 4 Mei Tiongkok, Selasa hari ini (30/4) di Beijing digelar rapat dalam rangka memperingati genap 100 tahun Gerakan 4 Mei. Pemimpin Tertinggi Tiongkok, Xi Jinping menyampaikan pidatonya dan menyemangati para pemuda Tiongkok untuk cinta pada tanah air, peduli pada kemanusiaan, mengembangkan semangat hidup berdampingan secara damai sedunia yang dijujung oleh kebudayaan Tionghoa, berjuang demi kebangkitan jaya Bangsa Tionghoa dan berupaya mendorong pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan, serta membentuk komunitas senasib manusia.

Xi Jinping berpendapat, Gerakan 4 Mei tidak saja sebuah gerakan revolusi sosial, gerakan pencerah pikiran dan gerakan kebudayaan baru, namun juga merupakan titik tolak perjalanan dalam merealisasi kebangkitan Bangsa Tionghoa. Ia menekankan, praktek membuktikan bahwa pemuda Tiongkok adalah pemuda yang memiliki cita-cita, cinta tanah air, memiliki kreativitas, dan juga selalu mewujudkan kekuatan pelopor dalam merealisasi kebangkitan Bangsa Tionghoa.

Kini, satu abad sudah berlalu, dan perjalanan untuk merealisasi kebangkitan Bangsa Tionghoa telah memasuki era baru, memanggil kaum pemuda Tiongkok untuk mengemban tugas dan kewajiban baru. Tugas dan kewajiban baru ini pertama-tama harus meneruskan Semangat 4 Mei dengan mengembangkan patriotisme sebagai intinya.

Tahun ini, tidak saja genap 100 tahun Gerakan 4 Mei, juga genap 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Melalui perjuangan reformasi dan keterbukaan selama 40 tahun, Tiongkok kini menjadi ekonomi kedua terbesar di dunia dan terlepas dari sebutan sebagai negara dan bangsa yang lemah dan terhina pada 100 tahun yang lalu. Dalam perjalanan baru merealisasi kebangkitan Bangsa Tionghoa, kaum pemuda Tiongkok perlu berjuang terus dan mengemban misinya.

Melalui pengendapan selama satu abad, setiap memperingati Gerakan 4 Mei, Tiongkok selalu memiliki tuntutan baru zaman. Tiga tahun yang lalu, Harian New York Times menerbitkan sebuah aritikelnya yang berjudul: “Masalah Besar Dunia : Para Pemuda”, dengan tujuan memperingatkan para pemimpin berbagai negara bahwa hanya dengan menyelesaikan masalah para pemuda dengan baik, barulah negara memiliki masa depan.

Sebenarnya, Pemimpin Tertinggi Tiongkok Xi Jinping menaruh perhatian besar pada pekerjaan para pemuda, bersahabat dengan para pemuda berbagai kalangan baik dari Tiongkok maupun dari negara-negara asing. Ia selalu mengatakan, “para pemuda perkasa, negara pun perkasa.




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke