Tak Lolos ke DPR, Budiman Sudjatmiko Ingin Dorong Inovasi di Desa
Reporter:
Fikri Arigi
Editor:
Amirullah
Selasa, 30 April 2019 14:46 WIB
Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi
politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo
Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29 November 2015.
ANTARA FOTOPolitisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah)
menyampaikan orasi politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil
bupati Ponorogo Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29
November 2015. ANTARA FOTO
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko
<https://www.tempo.co/tag/budiman-sudjatmiko>, terancam tidak lolos ke
parlemen. Dia pun sudah berancang-ancang berkegiatan di luar politik
selepas tak lagi menjadi anggota DPR.
Baca: Ini Kata Budiman Sudjatmiko Soal Amien Rais dan People Power
<https://nasional.tempo.co/read/1192894/ini-kata-budiman-sudjatmiko-soal-amien-rais-dan-people-power>
“Saya sedang mendorong adanya inovasi teknologi sosial di desa-desa
untuk menyongsong industri revolusi ke-4,” kata Budiman saat dihubungi,
Selasa 30 April 2019.
Budiman sudah menjadi anggota DPR selama dua periode. Di pemilu 2019
ini, dia maju lagi dari daerah pemilihan Jawa Timur VII meskipun mengaku
sejak awal tidak ingin kembali mencalonkan diri lagi. Namun, permintaan
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, akhirnya mengubah pikirannya.
Dia menceritakan, Hasto sempat memintanya untuk membantu memenangkan
Jokowi di Kabupaten Pacitan dan Magetan. Caranya dengan kembali maju
menjadi caleg, sembari berkampanye untuk Jokowi di dua daerah tersebut.
“Bantu Pak Jokowi dari sana untuk menang. Sambil kamu, supaya ada alasan
fokus di sana juga kamu harus nyaleg,” ujar Budiman menirukan permintaan
Hasto.
Upayanya itu ia klaim tak sia-sia. Ketimbang 2014, suara untuk Jokowi di
dua daerah ini ia sebut telah meningkat, meski tak tahu persis berapa
perolehannya.
ADVERTISEMENT
Namun, ia mengakui, fokus memenangkan Pilpres dan berkegiatan di Tim
Kampanye Nasional cukup menyita waktu. Sehingga ia kerap tak sempat
berkampanye untuk dirinya sendiri. Dalam sebulan, Budiman mengaku hanya
dua kali turun ke dapil. “Jadi wajar kalau saya gak lolos. Saya gak
terlalu kaget,” tutur mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik itu.
Baca: Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Jokowi seperti Bisnis Startup
<https://nasional.tempo.co/read/1180642/budiman-sudjatmiko-ibaratkan-jokowi-seperti-bisnis-startup>
Meski percaya dirinya tak akan lolos, ia mengatakan masih berupaya
mengumpulkan dokumen C1 dari dapilnya. Menurut berbagai sumber
penghitungan, dia mengatakan, dua hari lalu suaranya masih berkisar 45
ribu suara. Budiman menyebut, di dapilnya perolehan suara itu tidak akan
meloloskannya ke parlemen.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com