https://bisnis.tempo.co/read/1200540/susi-pudjiastuti-akan-tenggelamkan-51-kapal-kia-dari-vietnam?

PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3


 Susi Pudjiastuti akan Tenggelamkan 51 Kapal KIA


 dari Vietnam

Reporter:


       Muhammad Hendartyo

Editor:


       Martha Warta Silaban

Selasa, 30 April 2019 07:42 WIB
Menteri Susi Pudjiastuti dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. KRI Usman Harun berhasil menghentikan 7 (tujuh) kapal perikanan asing berbendera Tiongkok, namun tidak ditemukan dugaan melakukan kegiatan illegal fishing. KKP <https://statik.tempo.co/data/2019/04/19/id_835670/835670_720.jpg>

Menteri Susi Pudjiastuti dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. KRI Usman Harun berhasil menghentikan 7 (tujuh) kapal perikanan asing berbendera Tiongkok, namun tidak ditemukan dugaan melakukan kegiatan illegal fishing. KKP

*TEMPO.CO, Jakarta* - Menteri Kelautandan PerikananS <https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>usi Pudjiastuti <https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>mengatakan KementerianLuar Negeri telah memanggilDuta Besar Vietnam. Hal itu menyusul ditabraknya KRI Tjiptadiyang ditabrak kapaldari Vietnamdi perairanIndonesia.

BACA: Tak Ada Sinyal di Perbatasan, Menteri Susi Protes ke Rudiantara <https://bisnis.tempo.co/read/1198705/tak-ada-sinyal-di-perbatasan-menteri-susi-protes-ke-rudiantara>

"Kemlu telah memanggil Dubes Vietnam. Tanggal 4 kami akan melakukan Penenggelaman 51 Kapal KIA terbanyak dari Vietnam!," tulis Susi melalui akun Twitter @susipudjiastuti, Senin, 29 April 2019.

Twit Susi itu merespons twit dari akun @hmskaban. "Hallo bu Susy? Kemana kapal pemburu perikanan dan kelautan kita bangga dengan beatle for illegal fishing tapi ngenes melihat kapal dinas perikanan Vietnam berani-beraninya nyenggol KRI TNI AL. Harusnya kapal Dinas Perikanan itu ditenggelamkan Kapal Perikanan dan Kelautan," tulis @hmskaban.

BACA: Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 19,5 M Berhasil Digagalkan <https://bisnis.tempo.co/read/1197739/penyelundupan-benih-lobster-senilai-rp-195-m-berhasil-digagalkan>

Sebelumnya kapal bernomor lambung KN 213 dan bertuliskan Viet Name Resources Surveillance mendekati kapal TNI AL. Setelah bermanuver, KN 213 lalu menabrak  kapal TNI AL.

Tampak beberapa anggota TNI AL berlaras panjang yang berusaha menghalau KN 213. Setelah menerima reaksi tersebut, KN 213 lalu menjauhi kapal TNI.

Panglima Komando Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, sebagaimana dikutip Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI AL Letnan Kolonel (P) Agung Nugroho, di Jakarta kepada Tempo, membenarkan terjadinya insiden tersebut.

Yudo menguraikan kronologi singkat kejadian itu. Menurut dia, kejadian bermula saat KRI Tjiptadi-381 melaksanakan operasi penegakan hukum di ZEE Indonesia. "Tepatnya di Laut Natuna Utara terhadap kapal ikan asing berbendera Vietnam bernomor lambung BD 979," kata Yudo.

Ia mengatakan kapal itu sedang mencuri ikan di perairan Indonesia. Komandan KRI Tjiptadi kemudian berupaya menangkap kapal tersebut. Ternyata kapal ikan ini dikawal kapal Pengawas Perikanan Vietnam. Menurut Yudo, kapal pengawal itu berusaha menghalangi proses penegakan hukum oleh personel TNI AL di KRI Tjiptadi-381.

"Mereka memprovokasi hingga gangguan fisik dengan cara menabrakkan badan kapalnya ke KRI Tjiptadi-381," kata Yudo.

Menurut Komando Armada I TNI AL, lokasi kejadian itu ada di wilayah ZEE nasional, sehingga tindakan penangkapan kapal ikan ilegal itu oleh KRI Tjiptadi-38 sudah benar dan sesuai prosedur. Namun pada sisi lain, Vietnam juga mengklaim wilayah itu merupakan perairan Vietnam.

Baca berita tentang Susi Pudjiastuti <https://bisnis.tempo.co/read/1198397/susi-pudjiastuti-pamer-masak-teri-natuna-uenak-bukan-main> lainnya di /Tempo.co/.

*IKA NINGTYAS*







Kirim email ke