Bung Chan,
Ada 20 tahunan yang lalu, teman saya orang Malang cerita kalau temannya
sedang pulang vakantie di Malang.
Punya kerjaan sangat penting, tetapi dia tidak tahu apa. Tetapi pasti
penting, kok dikawal dua FBI yang tinggal
di rumahnya. Pagi dan siang hari duduk jaga di kebun.
Seminggu yang lalu saya dapat mail dari orang angkatan jauh lebih tua, dulu
dari bagian elektro dan mesin ITB.
Dia terkenal pandai sejak SMAnya. Masuk ITB merangkap 2 jurusan Mesin dan
Elektro. Kemudian dia kerja di
NATO Europa.Tetapi dia tidak mau dan tidak boleh cerita apa kerjanya. Eh,
dia tulis kalau temannya, yang saya
tidak kenal pribadi, hanya tahu sering datang ke reunie ex ITB, tetapi dari
angkatan jauh lebih tua, ternyata setelah
belajar lagi di Amerika, dan pernah kerja di Amerika, kemudian pernah kerja
di Huawei.
Wah, wah, saya ya jadi heran, terkejut, wah ternyata Huawei pinter cari,
merekrut orang?
Ya, sayang, Indonesia terlalu sering ribut dengan pertikaian dalam negeri
sampai pembangunan terhambat.
Orang2 Indonesia yang kerja di Airbus itu banyak. Habibie tetap kerja di
Jerman.Teman baiknya, Liem Keng Kie
( Laheru) dulu pernah ditawari Habibie mau dijadikan kepala pabrik Pesawat
Terbang. Temannya yang lain bilang
pada Keng Kie, wah jangan, bagaimana kalau Habibie jatuh. Nanti orang lain
yang dipasang. Liem Keng kie masih datang
menghadiri peresmian Habibie jadi presiden, tetapi dia menolak jadi kepala
pabrik pesawat terbang. Dia bilang
pada Habibie, dia itu pernah jadi direktur SMA PPI, dan PPI dianggap anak
buah Baperki. Bisa-bisa nanti Habibie
dapat kesulitan karena dia.
https://www.mail-archive.com/[email protected]/msg14224.html
Saya lihat beberapa orang yang lulusan Jerman banyak yang sukses. Yang
lulusan Indonesia dan Jerman Juga.
Yang lulusan Indonesia, Jerman dan Amerika wah banyak yang pegang top
positie, kebanyakan melebihi orang lulusan
Amerika sendiri. Orang Indonesia di Jerman ada yang jadi dokter mengepalai
suatu afdeling, sering beri ceramah bidangnya.
Yang di Amerika  Gan Hok Bing, setelah lulus dari universitas Pajajaran,
dipersulit, tidak diberi tempat untuk spesialisasi.
Ditolong oleh dokter Sadikin, saudara dari jendral KKO Ali Sadikin,
dimintakan ijin boleh kuliah di Amerika. Jadi ahli bedah
plastik, dan menyumbang dua juta dollar pada Rumah Sakit cancer di Amerika,
yang kemudian pakai nama dia.
Kalau pulang Indonesia, selalu beri buku2 pelajaran kedokteran terbaru pada
universitas Pajajaran.
Ya, saya kira cara ini yang baik. Kalau dikasih uang, jadi rebutan, dikorup..
https://www.ohiohealth.com/locations/cancer-care-locations/bing-cancer-center/about-bing-cancer-center/

Saya banyak dapat cerita dari yang masih familinya dan dari teman saya dari
jerman, yang diajak vakantie oleh dia di Amerika,
karena dulu pernah satu sekolah, tetapi beda 2 kelas, bagaimana susahnya
permulaannya, dan begitu tiba di Amerika langsung
kerja. Senangnya dia disukai para juru rawat dan patient. Sudah begitu
istrinya, yang juga dokter kena cancer, tetapi sembuh.
Sebagai balasan, setelah dia sukses, dia sumbang dengan uang sendiri 2 juta
dollar.
Salam,
KH

---------- Forwarded message ---------
Dari: ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
Date: Rab, 1 Mei 2019 pukul 11.48
Subject: [GELORA45] Merangkul teknologi jaringan 5G
To: GELORA_In <[email protected]>




Jakarta (ANTARA) -
Adagium "bahwa ilmu pengetahuan hari ini adalah teknologi di masa depan"
dapat menggambarkan derasnya arus perkembangan teknologi telekomunikasi
nirkabel saat ini.

Teknologi telekomunikasi nirkabel berkembang sangat cepat dan terus
berevolusi dalam rentang waktu yang singkat.

Diawali dari teknologi jaringan generasi pertama (1G), teknologi ini
kemudian berkembang menjadi teknologi 2G,3G,4G hingga memasuki era 5G.

Tren peningkatan kebutuhan layanan data berkapasitas besar dan berkecepatan
tinggi mendorong kehadiran teknologi generasi kelima (5G).

Sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, maupun Amerika
Serikat sudah memasuki era 5G. Sementara Indonesia dijadwalkan bisa
menikmati layanan 5G secara komersial pada 2020.

Jaringan seluler 5G mampu memberikan layanan kecepatan unduhan dan unggahan
data secara signifikan yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan
koneksi yang lebih stabil.

Ponsel pintar yang memiliki konektivitas jaringan 5G bahkan dapat mengunduh
seluruh file dalam waku kurang dari satu detik.

Dilansir dari the conversation, Professor of Electrical Engineering and
Computer Science, University of California, Berkeley, Jan Rabaey mengatakan
jaringan 5G diharapkan akan mampu mentransmisi 1 gigabit data per detik,
atau bahkan 10 gigabit.

Kemampuan mengirim dan menerima data sebanyak itu dengan sangat cepat
membuka peluang penggunaan sistem augmented reality dan virtual reality
serta otomatisasi.

Jaringan 5G memegang peranan penting bagi pengembangan "smart city",
industri robot, drone, mobil kemudi otomatis, video online, serta layanan
baru yang akan dibangun.

Professor of Television College di Universitas Komunikasi China Weihua Wu
mengatakan teknologi 5G mengubah cara orang menggunakan perangkat pintar
mulai dari laptop, komputer desktop, hingga ponsel pintar.

Ia mengatakan platform yang paling banyak digemari saat ini adalah ponsel
pintar.

"Produksi dan konsumsi video online akan bergeser ke ponsel pintar. Dalam
lima tahun, smartphone akan menjadi raja," ujar Prof. Weihua Wu dalam
lokakarya Media Baru: dari Teknologi ke Karya Kreatif di Beijing, China,
beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan teknologi 5G akan membuat perubahan luar biasa dalam budaya
video online dan game mobile.

Akan ada lebih banyak konten yang dibuat pengguna seperti vlog atau blog
video dan streaming dibandingkan dengan platform aplikasi online, ujar
Prof. Weihua Wu.

Ia mengatakan konsumsi video online adalah salah satu kegiatan internet
yang paling populer di seluruh dunia.

Menurut data industri baru-baru ini, penetrasi video online terbesar
berasal dari Arab Saudi dengan 95 persen penggunaan video online pada
Januari 2018. Sementara China menduduki posisi pertama di dunia terkait
penggunaan video online.

Arab Saudi memiliki waktu tonton tertinggi di YouTube secara global dalam
setahun terakhir. Popularitas vloggers perempuan Saudi juga telah meningkat
sebesar 75 persen.

Video online mungkin adalah masa depan, lanjut dia, mengingat pertumbuhan
signifikan dalam jumlah pengguna 5G di seluruh dunia.

Di China sendiri, ia mencatat bahwa 50 persen pengguna ponsel Cina telah
beralih ke teknologi 5G.

Teknologi 5G, lanjut Prof. Weihua Wu, tidak hanya untuk generasi terbaru
dari teknologi seluler, tetapi juga mengungkapkan masa depan yang akan
datang untuk produksi dan konsumsi video online, serta pergeseran seluruh
lanskap media ke komunikasi seluler.

"Secara global, lalu lintas data seluler diperkirakan akan tumbuh menjadi
77 exabytes per bulan pada 2022, meningkat tujuh kali lipat dari 2017,
dengan video tumbuh hingga 75 persen dari beban data seluler," kata Wu.

Dalam enam tahun, ia memperkirakan, koneksi 5G di China akan mencapai 428
juta atau 39 persen dari koneksi global 5G sebesar 1,1 miliar, menyusul AS
dan Eropa.

Pasar video online China, yang dipimpin oleh Tencent Video, iQiyi, dan
Youku, mencapai penetrasi 76 persen pada Juni 2018, menunjukkan peningkatan
lima kali lipat dalam jumlah pengguna internet di China selama 10 tahun
terakhir.

Ia mengatakan ponsel pintar telah menjadi platform yang disukai untuk
menonton konten video, terutama untuk generasi muda.

Pasar video online Cina terus mengalami pertumbuhan secara siginifikan,
dengan hampir 612 juta orang Cina menonton video melalui Layanan streaming
pada 2018.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Asia Tenggara menjadi salah satu
pusat dari revolusi industri keempat karena merangkul teknologi terbaru
seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), robot, cloud computing dan
teknologi keuangan. Kehadiran teknologi 5G diharapkan dapat mendorong
potensi penuh dari inovasi teknologi tersebut.

Saat ini, penyedia layanan internet dan layanan seluler di wilayah ini
menggunakan teknologi 3G atau 4G. Namun, konektivitas 5G diharapkan datang
dengan bandwidth yang jauh lebih tinggi dan mengurangi latensi, konsumsi
daya saat bertukar data serta biaya.

Sementara itu, Indonesia sudah memiliki rencana untuk mengembangkan dan
menggunakan 5G.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan frekuensi jaringan 5G
akan diterapkan di Indonesia pada 2020.

Indonesia paling cepat 2020, ujar Kepala Sub Direktorat Penataan Alokasi
Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Direktorat Penataan Sumber Daya
Kementerian Kominfo, Aryo Pamoragung dalam diskusi beberapa waktu lalu.

Sebelum jaringan 5G diterapkan, lanjut dia, pemerintah memastikan ekosistem
perangkat teknologi 5G sudah baik.

Perangkat pintar yang dilengkapi jaringan internet generasi kelima itu
harus sudah beredar di pasar sehingga penyediaan frekuensi 5G berguna.

Saat ini operator yang sudah melakukan uji coba 5G yakni Telkomsel, XL,
Indosat dan Tri.

Dengan teknologi 5G, halaman web akan dimuat lebih cepat, video akan
diunduh dan diunggah lebih cepat, mengirim data ke sejumlah besar pengguna
tidak lagi menjadi masalah, dan setiap individu dapat memiliki lebih banyak
perangkat yang terhubung.

Teknologi 5G bukan hanya menjadi sebuah evolusi dan memberikan berbagai
kemudahan, namun juga mengubah budaya dan pola hidup manusia.

Manusia akan semakin tergantung pada perangkat pintar untuk melakukan
berbagai aktivitas baik di rumah, sekolah maupun kantor.

Ketergantungan itu pada akhirnya melupakan manusia dari kodratnya sebagai
makhluk sosial yang membutuhkan teman, dan membutuhkan komunikasi serta
interaksi dengan orang lain.





Oleh Azis Kurmala
Editor: Fardah Assegaf

<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_7859693234256948056_m_-2944485813223699750_m_-2188110251297179697_m_5910296671693653798_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>


Kirim email ke