Bung Lin,
Terimakasih. Bagus dan jelas.
Salam,
KH

Pada tanggal Rab, 1 Mei 2019 pukul 15.37 Hsin Hui Lin [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Chinese Debt Trap
> kata Ini di ciptakan oleh wartawan NYT ,
> media Amerika yg selalu menyerang TKK. Wartawan itu menulis tentang hutang
> jebakkan Tkk pd Sri Lanka dn terutama menyoroti lease 99 tahun pelabuhan
> Hambantota pd  Tiongkok.
> Sebenarnya lease pada "perusahan bersama"  joint venture SL Port Authority
> + China Merchants Port, jadi bukan suatu lease 100% pd TKK!!!
> Karena keuangan negara lemah maka mulanya saham SL Port Authority - SLPA,
> hanya antara 15 - 20% dan hitungannya dr bagi keuntungan dari hasil operasi
> Hambantota Port, SLPA akan membeli "kembali" saham yg ditangan perusahaan
> tkk dan dalam jangka tertentu diperhitungkan akan bisa meningkatkan saham
> SLPA dan  mencapai 49% ,CMP memegang51%.
> Hutang Sri Lanka pada Tkk kurang lebih 10% dari hutang luar negri Sri
> Lanka, terutama negara2 barat ,jepang ,WB,IMF dan lain2 institue finans.
> Sejarah Pelabuhan Hambantota, rencana membangun sejak 1994,tapi tak ada
> modal,negara2 barat dan badan finanse internasional IMF,ADB,WB dn lain  tak
> hendak memberi pinjaman, selama duapuluhan tahun rencana hanya diatas
> kertas,lalu minta bantuan finans TKK dan dibangunlah dgn pinjaman keuangan
> dn kontraktor tkk....design pelabuhan oleh perusahaan barat, dari
> Perancis(?).
> Jumlah kapal yg berlabuh yg hanya 150 han setahun sekarang sudah meningkat
> ke 390han,nothing kalau dibanding dgn pelabuhan seperti
> Colombo,Singapore... tetapi pasti akan melonjak dalam tahun2 mendatang
> setelah peralatan pelabuhan komplit dan selesai dan operatif. Modal
> asingpun mulai tertarik pada Hambantota, suatu perusahaan timur tengah akan
> membangun refinery minyak di sana dalam lingkungan industrial park yg
> dibangun tkk.
> Duta besar Singapore setelah meninjau Hambatota Port berkomentar
> "singapore hss to look for anothr job" - Singapore harus dgn berat bersaing
> dgn Hambatots dihari depan!
> Hutang Colombo pada Tkk sekitar 10.5%dr seluruh hutang luar negeri, USD
> 10+billion, - 65% adalah hutang konsesasi dgn bungah yg lebih rendah dr
> bungah intrrnasional.
> Contoh nyata,di Greece,pelabuhan Piraues yg sebelumnya terkenal hampir
> total bangkrut....IMF, WB dan negara2 barat tak ada yg hendak lebih lanjut
> memberi pinjaman pd Greece yg ekonominya....mereka menekan agar Greece
> "menjual" asset2 negara,termasuk pelabuhan Piraeus.....tak ada "pembeli"
> barat,achir Cosco dr tkk masuk dan dapat lease satu darmaga....sewaktu PM
> Greece yg sekarang Tsipras naik panggung ia berrencana  untuk membatalkan
> lease pelahuan pd cosco.....tetapi kenyataannya sekarang seluruh pelabuhan
> Piraeus di lease-kan pda Cosco......Piraeus yg turun sampai ke no 96 dalam
> ranking pelabuhan internasional dn kemudian menjadi pelabuhan
> "mati"sekarang no.37 dalam ranking internasional dan diramalkan mrnjadi
> pelabuhan no 3 di eropa......!! Piraeus akan dihubungkan  dgn negara2 eropa
> tengah, timur dan negara2 Balkan.
> PM Tsipras hadir dalam Forum BRI ke Dua di Beijing!!
> Italy yg baru2 menggabung dgn BRI juga akan akan mengembangkan dua
> pelabuhan utama dalam rangka BRI dan dilanjutkan membangun infrastructure
> darat modern  yg menghubungkan pelabuhan itu dgn negara2 eropa barat.
>
> Pakistan.
> Dalam rangka BRI TKK akan menyediakan penanaman modal sebesar 65 billion
> USD. Pembangunan jalan raya dari pelabuhan Gwadar di selatan sampai ujung
> utara - Kashmir, --yg disengketan India -- tapi dibawah administrasi
> Pakistan dn ini akan membuka jalan darat menghubungkan Pakistan dng TKK dn
> Asia Tengah. Tkk membangun pusat pembangkit listrik,jalur kereta api sampai
> Gwadar dn Gwadar suatu pelabuhan nelayan sedang dibangun deep water harbour
> dgn industrial park....hutang Pakistan pd Tkk...10%+ dari seluruh hutang
> luar negri. PM Imran Khan yg mulanya sangat skeptikal terhadap
> CPEC...ChinaPakistan Economic Cooperation...malah hadir dalam BRI FORUM II
> di Beijing baru2 ini.
> Hutang Pilipina pd Tkk, 1.509 billion USD,hutangnya pd Jepang 20 billion
> usd. Hutang Pilipina pd Tkk sekitar 5%dari sekuruh hutang luar negri.
> Presiden Durtete juga hadir dalam Forum BRI II di beijing.
> PM Mahatir yg juga skeptis thd BRI dan  proyek2 yg disetujui oleh PM Najib
> yg lalu,setelah direvisi dn dipotong ongkos proyek East Coast Railway
> proyect dgn sepertiga. Apakah dgn memangkas design semula atau cara lain?
> Tak tahu.
> Bantuan dan kerjasama Tkk dgn negara2 lain sekarang lebih banyak
> disalurkan melalui BRI.
> Mahathir juga hadir di Forum BRI  kali ini dan dilanjutkan proyek K api
> pantai timur dan suatu proyek lain.
> Umpama bantuan Tkk pd Mexico masih hasil kerjasama Tkk Mesiko dn Mesiko
> bukan anggauta BRI.
> Peru ikut mengabungkan dgn BRI.
>
> Kalau diperhatikan Forum BRI I  beberapa tahun yg lalu hanya dihadiri oleh
> belasan kepala negara, Forum BRI II, 37 kepala telah negara hadir --( Jusuf
> Kalla, wakil presiden mewakili Indonesia dan Pres. Jokowi yg tak bisa hadir
> kerena pemilihan umum) -- dan wakil/kepala negara dari150 negara ,
> termasuk  Peru, Italy, Swiss,Hungary ,Portugal telah menggabung dng BRI.
>
> Jelas sekali BRI adalah inisiativ yg berhasil berkembang terus.
> India ,Vietnam dn Japan tak hendak menggabung dalam BRI tapi Abe hadir
> dalam Forum BRI II ...!!
>
> Forum BRI II jelas telah diformulasikan oleh 37 kepala negara yg hadir
> yalah tujuan BRI dan pedoman cara mencapai tujuan itu -- ini hasil
> perkembangan BRI yg telah menyimpulkan pengalaman positif dan nagatif
> sebelumnya dan adopsi norma2  dr badan2 internasional lain - hadirnys
> IMF,WB suatu contoh nyata betapa dinamik BRI dan nyata BRI telah berkembang
> menjadi milik "banyak" negara dan betapa dinamik BRI kini.
> Karena adanya BRI sekarang negara2 eropa barat  "akan" menyediakan
> beberapa ratus billion euro untuk pembsngunan afrika dn Amerika dn beberapa
> sekutunya,jepang,canada dn lainnya juga akan menyediakan fund pembangunan
> negara2 terbelakang -- hal yg "baik" bagi2 negara terbelakang -- tapi
> mendadaknya "kemurahan hati"negara2 barat dan amerika plus sekutunya "tak "
> akan jatuh dr langit "tanpa" adanya BRI !!!
>
> Negara2 penerima bantuan melalui BRI juga harus menyadari bahwa bantuan
> finans dan tehnik dll sepert yg ditekankan Presiden Xi bukanlah untuk
> proyek vanity.
> Ini bukanlah " berkah "yg jatuh dr langit, mereka harus dimanfaatkan dn
> "mengembalikan" pd BRI hingga dalam bentuk keuangan, share of tehnogi,
> pengalaman,semangat  ber kooperasi,kerja sama hingga bisa disalurkan
> melalui BRI atau langsung dgn negara2 lain.
> Kalau toh ada "Jebakan Hutang" yg di triakan keras oleh amerika dn
> lainnya, 150 negara BRI harus men koreksinya.
> Yg jelas jumlah anggauta BRI dari belasan- puluhan terus meningkat.
>
> BRI Forum II yg dihadiri 37 kepala negara dgn  jelas sekali mereka telah
> bersama men-formulasikan tujuan dan norma kerja BRI. ...artinya BRI maju
> terus walaupun ada  triakan keras "jebakan hutang"
>
>
> Lin
>
>
>
> On 30-Apr-2019 5:36 AM, "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <
> [email protected] <[email protected]>> wrote:
>
>>
>>
>> "Jebakan Utang" proyek OBOR yang dijalankan Tiongkok hanyalah kentut
>> busuk imperialisme AS yang sudah terdesak oleh kemajuan Tiongkok saja!
>> Padahal sangat jelas selama ratusan tahun terakhir ini, justru AS dan
>> negara-negara kapitalis-maju itulah yang gunakan utang mencekik leher
>> negara lain dan mencocok hidung negara lain untuk "TAAT dan NURUT" kehdnak
>> pemberi utang! Yang mengakibatkan negara-negara sedang berkembang, termasuk
>> Indonesia sampai sekarang TETAP terpuruk dalamm kemiskinan, BELUM juga
>> berhasil tegak berdiri sendiri menjadi negara maju dan makmur, ...
>>
>> Sekarang didunia muncul RRT yang berkemampuan mengajukan proyek OBOR
>> untuk mengajak negara-negara didunia maju bersama, untung bersama dan
>> menang bersama, ... sudah 150 negara dengan derajat tertentu terlibat dan
>> ikut serta dalam proyek OBOR ini. Usaha proyek OBOR ditentang keras oleh
>> AS, menjadi ancaman-berat bagi posisi mengangkangi dunia! Berteriaklah
>> dengan suara sumbang, segala fitnah untuk membusukkan bantuan yang
>> digelontorkan Tiongkok membuat rakyat negara-negara di Afrika menjadi
>> jajahan yg papa-miskin, Sri Lanka, Las, Kamboja jadi milik Tiongkok akibat
>> "jebakan utang"!
>>
>> Sadarlah bahwa UTANG itu netral, adalah satu KESEMPATAN baik bisa
>> digunakan siapa saja! Masalahnya digunakan untuk apa dan bagaimana
>> menggunakannya!
>>
>> Setiap negara TETAP mempunyai KEBEBASAN menentukan menerima utang
>> darimanapun termasuk yg bisa diberikan Tiongkok dan akan digunakan untuk
>> apa, ... Tentu jangan mau kalau utang diberikan dengan syarat mengikat dan
>> merugikan! Pandai-pandailah menerima dan menggunakan utang itu untuk
>> KEPENTINGAN pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan
>> rakyat! Jangan biarkan segelintir pejabat menerima utang digunakan
>> pembangunan proyek yg tidak bermanfaat dan dengan pertimbangan
>> menggendutkan perut pejabat itu sendiri saja!
>>
>> Jadi, yang *SALAH* bukan pemberi utang, tapi *PENERIMA UTANG* yang TIDAK
>> menggunakan utang itu dengan baik!
>>
>>
>> -------- 轉寄郵件 --------
>> 主旨: [GELORA45] Walhi: Proyek OBOR Cina Bisa Timbulkan Jebakan Utang Baru
>> 日期: Mon, 29 Apr 2019 20:48:41 +0200
>> 從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
>> <[email protected]> <[email protected]>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> https://bisnis.tempo.co/read/1200282/walhi-proyek-obor-cina-bisa-timbulkan-jebakan-utang
>> -
>>
>> baru/full&view=ok
>> Walhi: Proyek OBOR Cina Bisa Timbulkan
>> Jebakan Utang Baru
>> Reporter: Francisca Christy Rosana
>> Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
>> Senin, 29 April 2019 13:07 WIB
>> <https://statik.tempo.co/data/2019/04/26/id_837204/837204_720.jpg>
>>
>> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Skema perjanjian One Belt One
>> Road atau Belt and Road Inisiative (BRI) dengan pemerintah Cina
>> <https://bisnis.tempo.co/read/1198153/menperin-kalahkan-cina-indonesia-produsen-barbie-terbesar-dunia>
>> dinilai bakal menimbulkan tiga kerugian tak langsung bagi negara-negara
>> terkait.
>>
>> *Baca: *Menteri Luhut Yakin RI Terhindar dari Jebakan Utang Jalur Sutra
>> Modern Cina
>> <https://bisnis.tempo.co/read/1199865/menteri-luhut-yakin-ri-terhindar-dari-jebakan-utang-jalur-sutra-modern-cina>
>>
>> Hal itu disampaikan oleh organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
>> atau Walhi.
>> "Pertama, BRI akan menjebak negara-negara mitra dalam jebakan utang ke
>> Cina," ujar Manajer Kampanye dan Iklim Walhi, Yuyun Harmono saat ditemui di
>> kantornya, Mampang, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019.
>>
>> Jebakan utang ini sebelumnya telah melilit negara yang menyepakati BRI
>> dengan Cina, seperti Sri Lanka dan beberapa negara lainnya di Afrika.
>> Dengan skema goverment to govenrment atau g to g yang ditawarkan, Cina
>> menjadi pemodal Sri Lanka untuk membangun Pelabuhan Hambantota di pantai
>> selatan.
>>
>> Cina pada 2017 menggelontorkan duit pinjaman senilai US$ 1,5 miliar.
>> Namun perjanjian ini berujung mudarat bagi Sri Lanka lantaran negara itu
>> harus menyerahkan pelabuhannya kepada pemerintah Cina lantaran tak bisa
>> melunasi utang.
>>
>> Utang yang tidak terbayarkan itu berjumlah US$ 8 miliar. Nilai utang ini
>> setara dengan lebih dari 90 persen pendapatan domestik bruto rakyat Sri
>> Lanka. Dengan demikian, pemerintah Sri Lanka mesti menyerahkan sekitar 50
>> persen saham pelabuhan kepada Cina dan harus melayani perusahaan milik
>> Negeri Tirai Bambu itu selama 99 tahun.
>>
>> Meski Indonesia menandatangani perjanjian dalam skema business to
>> business, Yuyun memprediksi bukan tak mungkin pemerintah akan memberikan
>> jaminan terhadap swasta. Yuyun juga mengungkapkan bahwa skema b to b yang
>> ditawarkan pemerintah belum jelas.  "Alasan b to b itu problematis karena
>> selama ini kerja sama yang melibatkan utang luar negeri dijamin
>> pemerintah," ujar Yuyun.
>>
>> Kemungkinan kerugian kedua yang disoroti Walhi dengan adanya perjanjian
>> ini adalah pemerintah menjadi tidak peka terhadap lingkungan hidup dan
>> iklim. Menurut catatan WALHI, dari 28 Proyek senilai Rp 1,296 triliun yang
>> ditawarkan pemerintah Indonesia, masih ada proyek-proyek listrik energi
>> kotor batubara.
>>
>> Di antaranya PLTU batubara berkapasitas 1.000 megawatt di Kawasan
>> Industri dan Pelabuhan Internasional Tanah Kuning, Kalimantan Utara. Selain
>> itu, PLTU Celukan berkapasitas 2x350 megawatt dan PLTU Mulut Tambang di
>> Kalimantan Selatan-Tengah 3 dan 4, masing-masing berkapasitas 2x100
>> megawatt.
>>
>> Dari proyek yang ditawarkan Indonesia, Walhi mencatat 42 persen di
>> antaranya merupakan proyek kotor batubara yang tidak ramah lingkungan.
>> Proyek itu, ujar dia, telah bertentangan dengan Kesepakatan Paris yang
>> ditandatangani sejumlah negara tentang perubahan iklim dan pelestarian
>> lingkungan.
>>
>> Kerugian ketiga, proyek-proyek besar yang ditawarkan Indonesia untuk
>> kesepakatan pendanaan BRI berpotensi korupsi. "Sudah ada contohnya di kasus
>> PLTU 1 Riau yang melibatkan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Di sana ada
>> kontraktor Cina juga," ucap Yuyun. Proyek dengan skala besar ini berpotensi
>> membuka peluang rasuah oleh pemain-pemain elite, baik swasta maupun pelat
>> merah.
>>
>> Kesepakatan BRI sebelumnya ditandai oleh pertemuan yang digelar di
>> Beijing, Cina, pada 25-28 April 2019. Pertemuan yang sama sebelumnya telah
>> digelar pada Mei 2017. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih 37 negara termasuk
>> Indonesia. Rombongan delegasi Indonesia dipimpin oleh wakil presiden Jusuf
>> Kalla dan diikuti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
>> Panjaitan, Menteri luar Negeri Retno Marsudi, serta Menteri Ristek dan
>> Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.
>>
>> Dalam pertemuan ini, pemerintah memberikan syarat bagi masuknya investasi
>> asing dari Cina. Di antaranya investor Cina harus menggunakan tenaga kerja
>> asal Indonesia. Lalu, perusahaan yang berinvestasi harus memproduksi barang
>> yang bernilai tambah.
>>
>> *Baca:* JK Tagih Janji Cina Naikkan Impor Sawit dari RI
>> <https://bisnis.tempo.co/read/1199193/jk-tagih-janji-cina-naikkan-impor-sawit-dari-ri>
>>
>> Selanjutnya, perusahaan Cina <https://www.tempo.co/tag/cina> wajib
>> melakukan transfer teknologi kepada para pekerja lokal. Kemudian,
>> pemerintah Indonesia memprioritaskan konsep investasi melalui skema b to b.
>> Terakhir, jenis usaha yang dibangun harus ramah lingkungan. Poin terakhir
>> ini, menurut Yuyun, justru dilanggar oleh Indonesia sebagai pembuat syarat
>> karena pemerintah masih menawarkan proyek kotor batubara.
>> ------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> [image: 46]
>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
>> 不含病毒。www.avg.com
>> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
>> <#m_-1612731177470447870_m_355755906236871286_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>>
>> 
>

Kirim email ke