https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177
Kamis 02 Mei 2019, 17:15 WIB
Analisis Zuhairi Misrawi
Ikhwanul Muslimin sebagai Kelompok
Teroris?
Zuhairi Misrawi - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
Zuhairi Misrawi
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
5 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4533412/ikhwanul-muslimin-sebagai-kelompok-teroris?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.132915335.82434816.1556808177-1294374782.1556808177#>
Ikhwanul Muslimin sebagai Kelompok Teroris? Zuhairi Misrawi (Ilustrasi:
Edi Wahyono)
*Jakarta* - Baru-baru ini Gedung Putih mengeluarkan sebuah pernyataan
yang sangat mengejutkan dunia internasional, yaitu rencana Presiden
Donald Trump memutuskan Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai organisasi
teroris. Dalam beberapa hari ini, keputusan Trump tersebut menimbulkan
polemik perihal relevansi keputusan tersebut.
Semua tahu, bahwa keputusan tersebut sebagai tindak-lanjut pertemuan
bilateral Presiden Mesir, Abdul Fattah el Sisi dengan Presiden Trump
pada awal April lalu. El Sisi lebih dahulu menegaskan IM sebagai
organisasi teroris di Mesir, sehingga seluruh aktivitasnya tidak
diperbolehkan. Bahkan beberapa tokoh sentral masih mendekam di penjara
akibat konflik politik setelah musim semi Arab lalu.
Rupanya El Sisi ingin agar IM tidak hanya dilarang di Mesir, tetapi juga
di berbagai penjuru dunia, termasuk di AS, Eropa, dan beberapa negara di
Timur-Tengah. Intinya, IM tidak boleh beraktivitas baik dalam kegiatan
politik maupun kegiatan sosial lainnya.
Meskipun demikian, langkah El Sisi tidak akan semudah membalikkan
telapak tangan. Di samping karena proses di dalam negeri AS masih
berliku dan panjang, gagasan untuk memasukkan IM dalam kelompok teroris
juga masih menimbulkan polemik.
Sebagai organisasi, IM merupakan gerakan yang terus mengalami
transformasi dan reformasi internal perihal partisipasi dalam politik
dan akseptabilitas pada demokrasi. Setelah musim semi Arab, IM terlibat
langsung dalam pesta demokrasi di Mesir dan memenangkan kontestasi, baik
di parlemen dan eksekutif. IM menjadi wajah baru demokrasi di
Timur-Tengah, khususnya di Mesir.
Prestasi yang diraih IM tersebut bukan isapan jempol, karena mereka
menjadi satu-satunya organisasi yang mempunyai basis massa, manajemen,
dan aktivitas yang rapi dan massif hingga ke akar rumput. Di Mesir,
organisasi yang bisa menandingi IM hanya al-Azhar. Karena itu, demokrasi
menjadi berkah bagi IM karena mereka secara otomatis akan memenangkan
kompetisi dalam demokrasi.
Masalah muncul tatkala IM mulai memaksakan kehendak dalam hal penyusunan
konstitusi baru Mesir pasca-revolusi, yang menyebabkan hilangnya
kepercayaan warga Mesir terhadap IM. Ketidakmauan IM melakukan kompromi
menyebabkan mereka kehilangan kekuasaan yang berakhir pada kudeta
militer dan pelarangan IM secara /kaffah/ dalam seluruh aktivitasnya di
Mesir. Sejumlah elite IM masih berurusan dengan hukum, yang menyebabkan
aktivitas IM di Mesir mati total.
Kini, nasib IM di berbagai belahan dunia akan menghadapi masalah serius.
Pasalnya mereka mempunyai cabang yang tidak sedikit di berbagai belahan
dunia, bahkan sebagai partai politik mereka mempunyai kursi di Kuwait,
Jordania, dan beberapa negara Teluk lainnya.
Tidak hanya itu saja, sikap Trump tersebut akan menimbulkan goncangan
yang lebih besar, karena IM mempunyai jaringan global yang sangat luas
di mana mereka membangun bisnis dan kegiatan sosial yang sangat masif.
Stempel teroris terhadap IM akan mempunyai dampak yang tidak sederhana.
IM akan benar-benar lumpuh.
Meskipun demikian, langkah yang akan diambil Trump tidak mudah juga,
karena prosesnya masih panjang di dalam negeri AS. Di samping itu,
banyak pihak menganggap langkap Trump tersebut terlihat mengakomodasi
kepentingan Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang selama ini
menganggap IM sebagai ancaman politik di dalam negeri mereka.
Adapun untuk menyatakan IM sebagai organisasi teroris tidak ditemukan
bukti-bukti yang kuat. Pasalnya IM di Mesir dan beberapa negara lainnya
tidak secara langsung terlibat dalam organisasi teroris. Bahkan mereka
berpartisipasi dalam pesta demokrasi, yang menyebabkan mereka kadang
menang dan kadang kalah.
Karenanya, IM sebenarnya sudah melakukan langkah besar untuk menerima
demokrasi dan tunduk pada proses politik yang transparan. Hanya saja
memang masalahnya beberapa organisasi yang dinyatakan sebagai organisasi
teroris, seperti Hamas ditengarai mempunyai hubungan dekat dengan IM. Di
samping beberapa tokoh seperti Ayman al-Zawahiri dan beberapa tokoh
penting lainnya merupakan aktivis IM di Mesir. Belum lagi, Hizbut Tahrir
sejarahnya merupakan pecahan dari IM.
Langkah yang akan diambil Trump untuk memasukkan IM sebagai organisasi
teroris akan terus menimbulkan polemik. Namun meskipun demikian, masalah
ini tidak mudah bagi IM karena mereka sudah kadung mendapatkan stigma
negatif pada ranah global. Setelah IM di Mesir dilarang beraktivitas,
maka IM di berbagai dunia akan mendapatkan perlakukan serupa.
Itu artinya IM harus mampu menegaskan dirinya kembali ke dunia
internasional sebagai organisasi yang modern, mendukung demokrasi dan
menjunjung tinggi hak asasi manusia. Sejak polemik ini muncul, belum ada
sikap resmi dari IM perihal rencana Trump tersebut.
IM tidak bisa lagi berdiam diri di tengah tekanan global. IM harus
membuka diri menjelaskan kepada publik perihal visi dan kegiatannya
selama ini. Sebab jika IM diam, hal tersebut akan memuluskan langkah
Trump untuk memasukkannya sebagai organisasi teroris.
Di samping itu, ada dampak serius yang tidak sederhana jika
langkah-langkah Trump tersebut disepakati, yaitu marahnya sayap-sayap
ekstrem di dalam IM sendiri yang ditengarai akan berdampak bagi keamanan
global. Karenanya, apa yang terjadi sekarang tidaklah mudah dan
sederhana. Langkah Trump tersebut akan mempunyai dampak yang besar bagi
stabilitas global.
*Zuhairi Misrawi* /intelektual Muda Nahdlatul Ulama, analis pemikiran
dan politik Timur-Tengah di Middle East Institute, Jakarta/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*