Kalau begitu anda sebutkan berapa banyak dan siapa saja tokoh2 FPI dan 212 pada 
th 2016 dan 2017, nanti saya sebutkan siapa saja yg pindah mendukung Jokowi 
kemudian bisa dihitung berapa persen.
Saya mulai dulu ya, ini hanya seingatnya saja: KH Ma'ruf Amin, Tuanku Guru 
Bajang, Ustadz Yusuf Mansyur, Kapitra Ampera, Yusril Ihza Mahendra dll.. dll. 
dll.

Catatan Tambahan: Jokowi, Wiranto, Yusuf Kalla, Tito dlsb juga alumni 212.


    On Thursday, May 2, 2019, 7:54:16 AM PDT, kh djie <[email protected]> wrote: 
 
 
 Kalau berani bilang banyak, ya tunjukkan dengan angka......, berapa, siapa 
saja......
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 16.51 Jonathan Goeij 
<[email protected]> menulis:

 
memangnya saya hitung berapa %, kalau anda mau tahu ya hitung sendirilah. kalau 
anda dekat dgn tim Jokowi ya tanya saja berapa %.

    On Thursday, May 2, 2019, 7:37:12 AM PDT, kh djie <[email protected]> wrote: 
 
 
 Yang lebih dulu bung tulis adalah :
yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI ataupun PA212 yg pindah ke 
Jokowi, sebelumnya disebut garis keras eh mendadak ganti disebut moderat 
contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut garis keras
Lha ya, siapa saja  tokoh2nya, ada berapa banyak, ada berapa % kok bisa bilang 
banyak ?Kalau bung mulai suatu kalimat dengan seandainya, apa itu tidak 
berandai ?Bung ini kalau jawab pilih2, tidak jawab point per point, berusaha 
menghindar tidak jawab ?

Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 16.20 Jonathan Goeij 
<[email protected]> menulis:

 kutipan:Namun yang menarik, Jokowi-Maruf tetap mendapat tempat di kalangan 
pemilih ormas FPI. Meski survei menunjukan pasangan Prabowo-Sandiaga memang 
unggul di kalangan pemilih FPI dengan rentang 52,4-58,8 persen, Jokowi-Maruf 
juga mendapat dukungan dengan rentang 41,2-47,6 persen.


    On Wednesday, May 1, 2019, 8:35:23 PM PDT, kh djie <[email protected]> 
wrote:  
 
 Banyak ? Berapa % ?
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 05.22 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:


yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI ataupun PA212 yg pindah ke 
Jokowi, sebelumnya disebut garis keras eh mendadak ganti disebut moderat

contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut garis keras

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Kok suka berandai-andai. Kalau tidak A, bukan berarti mesti B, bisa juga C 
dll.Kalau sampai bisa terjadi FPI dan Riziek jadi pendukung Jokowi, ya kan bisa 
macam2 sebabnya/alasannya , kalau kita suka berandai-andai :Apa FPI dan 
Rizieknya yang berubah. Kalau berubah mestinya ada sebabnya? Bisa juga sekedar 
taktik untuk bisa hidup?Apa Jokoo-Ma'ruf Amiennya yang berubah ?Apa 
kedua-duanya yang berubah, terjadi reconciliatie ?Ada sebab2 lain, menghadapi 
lawan bersama yang membuat mereka bersatu ? Ya, cuma berandai-andai  saja. 
Belum kelihatan ada gejala2 kearah itu?


Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 04.44 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected]> menulis:


 


Seandainya si Rizieq dgn FPI-nya mendukung Jokowi, apakah jg tetap disebut 
garis keras?

On Wednesday, May 1, 2019, 6:47:54 PM PDT, ChanCT <sadar@...> wrote:


Dimana kesalahannya???Bukankah kelompok garis-keras FPI dengan Habib Rizieq 
itupendukung kuat kubu-02, dengan keluarkan Ijtmah-II dan III nyaitu!!! Belum 
lagi kalau dilihat PA-212 yang sudah beberapakali demonstrasikan kekerasan nya 
itu dengan reuni membanjiriMonas dan mereka klaim sampai belasan juta orang 
hadir TANPAdibayar itu! 


Apa masih belum cukupmembuktikan mereka GARIS KERAS, sekalipun belum 
melangkahlebih lanjut jadi radikalis? Atau mau tunggu bom-bom bunuhdirimeledak 
dahulu baru mengakui mereka GARIS KERAS??? Hehehee,...



Jonathan Goeij 於 2/5/2019 1:24 寫道:


Kelihatannya bung Chan sampai sekarang belum mampumenguraikan apa yg beliau 
perhatikan sehingga mengambilkesimpulan dibawah "Tapi, juga tidaksalah kalau 
diperhatikan kelompok "garis keras,"fanatik" Islam itu lah pemilih kuat 
kubu-02!"ya tidak apa2lah, hanya kelihatannya berdasarkan eyelan saja.Tidak 
pakai reasoning sama sekali.
Mahfud MD memberikan keterangan arti garis keras "“Arti garis keras di dalam 
literatur 'isan adjective describing a stance on an issue that is inflexibleand 
not subject to compromise'"kalau benar begitu bagaimana bisa Islam garis keras 
mendukungPrabowo-Sandi yg nggak entos ngaji, gak becus salat, tiaptahun 
merayakan natal, mencari dan menerima dukungan LGBT,mencari dan menerima 
dukungan PKI dan anak keturunannya,keluarga kerabat hoping banyak yg cino makan 
babi, sekolahnyadisekolah kafir, dlsb yg tidak Islami. Lha apa Islam gariskeras 
mau kompromi dan punya presiden dan wakil model gini.


[email protected], <jonathangoeij@...> wrote:


bagaimana caranyabung Chan memperhatikan sehingga mengambil kesimpulandibawah?

 On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT, ChanCT<sadar@...> wrote:


Iyaa, ...nampak jelas Jonathan disini ngeyel saja! 


Lha diawalsudah saya nyatakan dengan tandas: "Tentu menjadi salahkalau kita 
jadi main gebuk semua pemilihkubu-02 adalah "garis keras" dan fanatikIslam, ... 
Tapi, juga tidak salah kalaudiperhatikan kelompok "garis keras,"fanatik" Islam 
itu lah pemilih kuatkubu-02! Jadi, ... yang benar danbijaksana kita pilah-pilah 
saja saatmelihat dan menilai orang perorangpendukung dan pemilih kubu-02 itu, 
tidakmain gebyah uyah."masih juga dibenturkan dengan ekstrim didaerahJokowi 
menang, Islam garis keras jadi lebih garangdan ganas, ....

TIDAK adaguna dan PERLU nya diladeni! Biarlah dia pikirkandan ambil kesimpulan 
sendiri, ...! Atautersembunyi tujuan khilafah, menegakkan NegaraIslam 
sebagaimana bung Ajeg menyerang apa ygdiajukan Mahfud hanyalah SAMPAH yang 
membuatpercekcokan, ...! Apalagi pengertian "garis keras"yang diajukan Mahfud 
ternyata bukan "radikalis".




'nesare'nesare1@...[GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:


 
Mulai lagingeyelnya!

Keluar lagieyelannya!

  

Tulisannya memangsama, tetapi makna yg mau disampaikan jelasbeda banget!

  

Bung chan ambilcontoh jatim dimana Jokowi menang gakterlalu banyak. Lalu bung 
chan bilang dijatim ada islam “garis keras” dan “gariskeras yg lebih garang dan 
ganas”. Ini jelassekali maknanya bahwa islam garis keras bisamenjadi garang dan 
ganas karena mau menangpemilu. Ini konteksnya.

  

Maknanya ente laensekali. Ente mau mentertawakan NKRI dgnmenulis: lha kokNKRI 
masih ada?

atau "NK"-nyasudah ganti jadi "Negara Khilafah". 

  

Disini kan entemau bilang di NKRI semuanya islam gariskeras yg garang dan ganas 
yg ada dikubuJokowi dan Prabowo.

  

Hanya saja enteitu talulit gak ngerti dgn contoh di Jatimitu walaupun ada islam 
garis keras, Jokowitetap menang karena mereka2 islam gariskeras ini bisa 
menjadi nasionalis. Di Sumbarjuga begitu islam garis keras bisa menjadigarang 
dan ganas melawan penjajah Belanda!

  

Jadi kesimpulannyaente ngeyel mau mentertawakan NKRI didaerahJokowi menang 
maupun didaerah Prabowomenang, yg dua2nya ada islam garis keras.Tertawanya ente 
itu karena ente rasisterhadap Islam garis keras sehingga enteterbahak2 NKRI 
masih bisa ada.

  

Ane sekarang baliktertawa terpingkal2 karena melihat ente ygtalulit (sebenarnya 
katanya adalah: goblokttp krn memandang moderator saja ane pake’talulit) yg 
tidak bisa membedakan antaraislam garis keras dgn kepentingan mereka 
sbgkelompok/komunitas islam garis keras!

  

Nesare

  

  

  

From:[email protected]<[email protected]>
Sent: Tuesday, April 30, 2019 10:40AM
To: [email protected];Ajegilelu <ajegilelu@...>;ChanCT <sadar@...>
Subject: Re: [GELORA45] DahnilAnzar Sebut Pernyataan Mahfud MD BukanlahSeorang 
Pancasilais

  

 

Lho......bung Chan, saya cuman menyarikaninti tulisan anda saja..Pengertian yg 
saya dapat daritulisan anda ya ini "ditempatyg Prabowo menang artinya 
daerahgaris keras/radikal, sedangditempat yg Jokowi menangkelompok radikalnya 
lebih"garang dan GANAS" apakahsalah pemahaman?

  

Cobasimak tulisan bung doktor tentangpembantaian jutaan PKI, memangnyaitu 
dimana? di daerah yang Jokowimenanglah.

  

  

OnMonday, April 29, 2019, 9:27:12PM PDT, ChanCT <sadar@...>wrote: 

  

  

Karenaternyata anda berpikiranRADIKALIS juga! Memutlakansegalanya, ...! Atau 
memangkerjanya ngeyel saja???

Daribasis suara kubu-02 adalah"garis keras", "fanatik"Islam, sekarang 
membalikjadi daerah basis suarakubu-01, kelomok radikalnyalebih "garang dan 
GANAS"!

  

JonathanGoeij 於30/4/2019 11:34 寫道:

  

oh.... begitu toh. ditempat yg Prabowo menangartinya daerah gariskeras/radikal, 
sedangditempat yg Jokowimenang kelompokradikalnya lebih"garang dan GANAS"

  

lha kok NKRI masih ada?

atau "NK"-nya sudah ganti jadi "NegaraKhilafah". 

  

  

On Monday, April 29, 2019, 7:52:35 PM PDT,ChanCT <sadar@...>wrote: 

  

  

INGAT,... sekalipunJawa Timur suaraJokowi menang,tidak berartisuara 
Prabowokosong, NOLbesar! TIDAKbisa hanyamelihat JawaTimur basissuara 
kubu-01,lalu tidak adaIslam radikalisdisitu! Lepaskankaca mata kudaanda! 
Dalammenghadapi basissuara kubu-01 ygmayoritas itu,sebaliknyakelompok 
Islamradikal disitubisa lebihgarang danGANAS, ...karena terjepitdan 
berusahalebih kerasmelawan danmembuatkekacauan,chaos, ... !!!

Danitulah yangterjadi dan andalihat, ...!

 

Jonathan Goeij 於 30/4/2019 10:06 寫道:

  

Berkisar pertengahan th 1996-an saya bersamarombonganmengunjungigereja2 
kecildidaerahpelosok JawaTimur, tidakberapa lamasekitar 2-3bulan setelahitu 
banyakgereja2 itu ygdibakar,dirusak,bahkan adapendetasekeluarga ygdibakar 
hidup2didalamgerejanya. DiJawa Tengahnisan salibkuburan-pundigergaji,mereka 
ygnon-Islamdiusir keluar.Baik JawaTimur ataupunJawa Tengahmerupakanbasis 
pemilihJokowi-Ma'ruf.Apakahkemudian maudibilangJokowi-Ma'rufdidukung/dipilih 
garis keras?

  

Mengatakan para pemilih sekian puluh bahkanratusan jutagaris kerasadalah hal 
ygabsurd.

  

On Monday, April 29, 2019, 8:28:39 PM EDT,ChanCT <sadar@...>wrote: 

  

  

Tentumenjadi salahkalau kitajadi maingebuk semuapemilihkubu-02 adalah"garis 
keras"dan fanatikIslam, ...Tapi, jugatidak salahkalaudiperhatikankelompok"garis 
keras,"fanatik"Islam itu lahpemilih kuatkubu-02! Jadi,... yang benardan 
bijaksanakitapilah-pilahsaja saatmelihat danmenilai orangperorangpendukung 
danpemilihkubu-02 itu,tidak maingebyah uyah.

Selamaini yangberhasil saya ikuti pembicaraan Mahfud cukup baik 
danmencjernihkan,kok. Tidakterdengarsuara sumbangkeluar 
darimulutnya,sikapperpindahandukungan darisemula menjaditim 
suksesPrabowoditahun 2014kemudianmenjadipendukungJokowi bahkandibatalkanjadi 
cawapresjuga cukupbaik danbijaksana.Bukan dirinyasendiri 
ygdiutamakan,tapikepentingannegara danrakyat! 

Ataubung Ajeg bisamemberikanpenjelasanlebih lanjut,mengapamenyatakanserba 
SAMPAHyang keluardari mulutMahfud??? 

SedangMaruf Amin ygdinobatkanJokowi menjadicawapresnyaitu, sekalipunmungkin 
belumbisa dikatakan"garis keras",tapi sulitdisangkaltergolongIslam fanatikyg 
jugabertujuanberlakukansyariat Islamdinegeri ini!Hanya 
sajapenekanannyaberlakukansyariat Islamsecara damai,dijalankan 
dandiperjuangkanmelalui jalurkonstitusisaja, ...Makanya Marufberada 
dalambarisan NU dansaat jadiketua MUI bisakeluarkanfatwa Ahokmenodai 
AgamaIslam,sekalipunakhirnyamengakui"terpaksa"akibat tekananmassa ketikaitu!

 

 

Jonathan Goeij jonathangoeij@...[GELORA45] 於30/4/2019 6:13寫道:

  

Saya kira pen-dikotomi-an para pemilih sebagai"garis keras"yg berkonotasijelek 
adalahsebuahkesalahanbesar,sungguhpunkemudian cobadiperhalusdengan 
kata"fanatik" yanglucunya jugaberkonotasijelek.Lagipuladengan parapemilih 
yangtersebarsedemikianrupa lha apaiya semuanya"garis keras"dan/atau"fanatik"

  

Ada cukup banyak tokoh yg dulunya pendukungPrabowokemudianberalih 
keJokowi,diantaraMahfud MD inidan cawapresMa'ruf Amin.Apakah maudibilang"mantan 
gariskeras"?

  

Btw, kelihatannya ada cukup banyak yg kemudianberbarisdibelakangMa'ruf 
Amin,mungkinkahminta jatah?ha ha ha ha.

  

  

---In [email protected], <ajegilelu@...> wro te:

Saya pernah tanya di mana cawapres Ma'rufkarena sejak17 Aprilsepertiditelan 
bumi.Sebaliknya,Mahfudkelihatan dimana-mana dancerewetsekali.





Melihatgelibat-gelibetnya, Mahfud ini frustasi karena dibuang dan mau 
balasdendam.Manusiawi sajakecewadipermalukansecaranasionalbegitu. Hanyasaja 
cara yangdia pilihuntuk tetapeksis 
dan"didengar"terlalukekanak-kanakanyaitu,melempar isukegemaranPDIP, 
isuperpecahan,lalu pura-purajadi 
pahlawankesoreandenganmenyuruhJokowi(sebagaipresiden,bukan 
capres)untukrekonsiliasi. 





Terus terang saya tidak pernah meragukankepinteran dangelar akademikMahfud 
yangserba sampah.Sekarang inikewarasan akalsehat 
dankondisikejiwaannyabetul-betulmenggelikanuntuk ukuran

(Message over 64 KB, truncated) 



  
  
  

Kirim email ke