Yang saya bilang banyak tokoh, dan yg saya sebutkan dibawah bukankah tokoh2 yg
bisa dibilang dedengkot dan bukankah anda yg tanya berapa persen, jadi supaya
jelas saja sampai sekaliber apa yg anda sebut tokoh dan siapa saja sehingga
kita bisa menggunakan tolok ukur yang sama untuk menghitung persentase.
On Thursday, May 2, 2019, 8:49:25 AM PDT, kh djie <[email protected]> wrote:
Yang bilang banyak, kan bung. Ya coba buktikan apa yang bung
bilang...................Yang lain-lain seperti biasa, tidak bung tanggapi.
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 17.37 Jonathan Goeij
<[email protected]> menulis:
Kalau begitu anda sebutkan berapa banyak dan siapa saja tokoh2 FPI dan 212 pada
th 2016 dan 2017, nanti saya sebutkan siapa saja yg pindah mendukung Jokowi
kemudian bisa dihitung berapa persen.
Saya mulai dulu ya, ini hanya seingatnya saja: KH Ma'ruf Amin, Tuanku Guru
Bajang, Ustadz Yusuf Mansyur, Kapitra Ampera, Yusril Ihza Mahendra dll.. dll.
dll.
Catatan Tambahan: Jokowi, Wiranto, Yusuf Kalla, Tito dlsb juga alumni 212.
On Thursday, May 2, 2019, 7:54:16 AM PDT, kh djie <[email protected]> wrote:
Kalau berani bilang banyak, ya tunjukkan dengan angka......, berapa, siapa
saja......
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 16.51 Jonathan Goeij
<[email protected]> menulis:
memangnya saya hitung berapa %, kalau anda mau tahu ya hitung sendirilah. kalau
anda dekat dgn tim Jokowi ya tanya saja berapa %.
On Thursday, May 2, 2019, 7:37:12 AM PDT, kh djie <[email protected]> wrote:
Yang lebih dulu bung tulis adalah :
yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI ataupun PA212 yg pindah ke
Jokowi, sebelumnya disebut garis keras eh mendadak ganti disebut moderat
contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut garis keras
Lha ya, siapa saja tokoh2nya, ada berapa banyak, ada berapa % kok bisa bilang
banyak ?Kalau bung mulai suatu kalimat dengan seandainya, apa itu tidak
berandai ?Bung ini kalau jawab pilih2, tidak jawab point per point, berusaha
menghindar tidak jawab ?
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 16.20 Jonathan Goeij
<[email protected]> menulis:
kutipan:Namun yang menarik, Jokowi-Maruf tetap mendapat tempat di kalangan
pemilih ormas FPI. Meski survei menunjukan pasangan Prabowo-Sandiaga memang
unggul di kalangan pemilih FPI dengan rentang 52,4-58,8 persen, Jokowi-Maruf
juga mendapat dukungan dengan rentang 41,2-47,6 persen.
On Wednesday, May 1, 2019, 8:35:23 PM PDT, kh djie <[email protected]>
wrote:
Banyak ? Berapa % ?
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 05.22 [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:
yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI ataupun PA212 yg pindah ke
Jokowi, sebelumnya disebut garis keras eh mendadak ganti disebut moderat
contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut garis keras
---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
Kok suka berandai-andai. Kalau tidak A, bukan berarti mesti B, bisa juga C
dll.Kalau sampai bisa terjadi FPI dan Riziek jadi pendukung Jokowi, ya kan bisa
macam2 sebabnya/alasannya , kalau kita suka berandai-andai :Apa FPI dan
Rizieknya yang berubah. Kalau berubah mestinya ada sebabnya? Bisa juga sekedar
taktik untuk bisa hidup?Apa Jokoo-Ma'ruf Amiennya yang berubah ?Apa
kedua-duanya yang berubah, terjadi reconciliatie ?Ada sebab2 lain, menghadapi
lawan bersama yang membuat mereka bersatu ? Ya, cuma berandai-andai saja.
Belum kelihatan ada gejala2 kearah itu?
Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 04.44 Jonathan Goeij jonathangoeij@...
[GELORA45] <[email protected]> menulis:
Seandainya si Rizieq dgn FPI-nya mendukung Jokowi, apakah jg tetap disebut
garis keras?
On Wednesday, May 1, 2019, 6:47:54 PM PDT, ChanCT <sadar@...> wrote:
Dimana kesalahannya???Bukankah kelompok garis-keras FPI dengan Habib Rizieq
itupendukung kuat kubu-02, dengan keluarkan Ijtmah-II dan III nyaitu!!! Belum
lagi kalau dilihat PA-212 yang sudah beberapakali demonstrasikan kekerasan nya
itu dengan reuni membanjiriMonas dan mereka klaim sampai belasan juta orang
hadir TANPAdibayar itu!
Apa masih belum cukupmembuktikan mereka GARIS KERAS, sekalipun belum
melangkahlebih lanjut jadi radikalis? Atau mau tunggu bom-bom bunuhdirimeledak
dahulu baru mengakui mereka GARIS KERAS??? Hehehee,...
Jonathan Goeij 於 2/5/2019 1:24 寫道:
Kelihatannya bung Chan sampai sekarang belum mampumenguraikan apa yg beliau
perhatikan sehingga mengambilkesimpulan dibawah "Tapi, juga tidaksalah kalau
diperhatikan kelompok "garis keras,"fanatik" Islam itu lah pemilih kuat
kubu-02!"ya tidak apa2lah, hanya kelihatannya berdasarkan eyelan saja.Tidak
pakai reasoning sama sekali.
Mahfud MD memberikan keterangan arti garis keras "“Arti garis keras di dalam
literatur 'isan adjective describing a stance on an issue that is inflexibleand
not subject to compromise'"kalau benar begitu bagaimana bisa Islam garis keras
mendukungPrabowo-Sandi yg nggak entos ngaji, gak becus salat, tiaptahun
merayakan natal, mencari dan menerima dukungan LGBT,mencari dan menerima
dukungan PKI dan anak keturunannya,keluarga kerabat hoping banyak yg cino makan
babi, sekolahnyadisekolah kafir, dlsb yg tidak Islami. Lha apa Islam gariskeras
mau kompromi dan punya presiden dan wakil model gini.
[email protected], <jonathangoeij@...> wrote:
bagaimana caranyabung Chan memperhatikan sehingga mengambil kesimpulandibawah?
On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT, ChanCT<sadar@...> wrote:
Iyaa, ...nampak jelas Jonathan disini ngeyel saja!
Lha diawalsudah saya nyatakan dengan tandas: "Tentu menjadi salahkalau kita
jadi main gebuk semua pemilihkubu-02 adalah "garis keras" dan fanatikIslam, ...
Tapi, juga tidak salah kalaudiperhatikan kelompok "garis keras,"fanatik" Islam
itu lah pemilih kuatkubu-02! Jadi, ... yang benar danbijaksana kita pilah-pilah
saja saatmelihat dan menilai orang perorangpendukung dan pemilih kubu-02 itu,
tidakmain gebyah uyah."masih juga dibenturkan dengan ekstrim didaerahJokowi
menang, Islam garis keras jadi lebih garangdan ganas, ....
TIDAK adaguna dan PERLU nya diladeni! Biarlah dia pikirkandan ambil kesimpulan
sendiri, ...! Atautersembunyi tujuan khilafah, menegakkan NegaraIslam
sebagaimana bung Ajeg menyerang apa ygdiajukan Mahfud hanyalah SAMPAH yang
membuatpercekcokan, ...! Apalagi pengertian "garis keras"yang diajukan Mahfud
ternyata bukan "radikalis".
'nesare'nesare1@...[GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:
Mulai lagingeyelnya!
Keluar lagieyelannya!
Tulisannya memangsama, tetapi makna yg mau disampaikan jelasbeda banget!
Bung chan ambilcontoh jatim dimana Jokowi menang gakterlalu banyak. Lalu bung
chan bilang dijatim ada islam “garis keras” dan “gariskeras yg lebih garang dan
ganas”. Ini jelassekali maknanya bahwa islam garis keras bisamenjadi garang dan
ganas karena mau menangpemilu. Ini konteksnya.
Maknanya ente laensekali. Ente mau mentertawakan NKRI dgnmenulis: lha kokNKRI
masih ada?
atau "NK"-nyasudah ganti jadi "Negara Khilafah".
Disini kan entemau bilang di NKRI semuanya islam gariskeras yg garang dan ganas
yg ada dikubuJokowi dan Prabowo.
Hanya saja enteitu talulit gak ngerti dgn contoh di Jatimitu walaupun ada islam
garis keras, Jokowitetap menang karena mereka2 islam gariskeras ini bisa
menjadi nasionalis. Di Sumbarjuga begitu islam garis keras bisa menjadigarang
dan ganas melawan penjajah Belanda!
Jadi kesimpulannyaente ngeyel mau mentertawakan NKRI didaerahJokowi menang
maupun didaerah Prabowomenang, yg dua2nya ada islam garis keras.Tertawanya ente
itu karena ente rasisterhadap Islam garis keras sehingga enteterbahak2 NKRI
masih bisa ada.
Ane sekarang baliktertawa terpingkal2 karena melihat ente ygtalulit (sebenarnya
katanya adalah: goblokttp krn memandang moderator saja ane pake’talulit) yg
tidak bisa membedakan antaraislam garis keras dgn kepentingan mereka
sbgkelompok/komunitas islam garis keras!
Nesare
From:[email protected]<[email protected]>
Sent: Tuesday, April 30, 2019 10:40AM
To: [email protected];Ajegilelu <ajegilelu@...>;ChanCT <sadar@...>
Subject: Re: [GELORA45] DahnilAnzar Sebut Pernyataan Mahfud MD BukanlahSeorang
Pancasilais
Lho......bung Chan, saya cuman menyarikaninti tulisan anda saja..Pengertian yg
saya dapat daritulisan anda ya ini "ditempatyg Prabowo menang artinya
daerahgaris keras/radikal, sedangditempat yg Jokowi menangkelompok radikalnya
lebih"garang dan GANAS" apakahsalah pemahaman?
Cobasimak tulisan bung doktor tentangpembantaian jutaan PKI, memangnyaitu
dimana? di daerah yang Jokowimenanglah.
OnMonday, April 29, 2019, 9:27:12PM PDT, ChanCT <sadar@...>wrote:
Karenaternyata anda berpikiranRADIKALIS juga! Memutlakansegalanya, ...! Atau
memangkerjanya ngeyel saja???
Daribasis suara kubu-02 adalah"garis keras", "fanatik"Islam, sekarang
membalikjadi daerah basis suarakubu-01, kelomok radikalnyalebih "garang dan
GANAS"!
JonathanGoeij 於30/4/2019 11:34 寫道:
oh.... begitu toh. ditempat yg Prabowo menangartinya daerah gariskeras/radikal,
sedangditempat yg Jokowimenang kelompokradikalnya lebih"garang dan GANAS"
lha kok NKRI masih ada?
atau "NK"-nya sudah ganti jadi "NegaraKhilafah".
On Monday, April 29, 2019, 7:52:35 PM PDT,ChanCT <sadar@...>wrote:
INGAT,... sekalipunJawa Timur suaraJokowi menang,tidak berartisuara
Prabowokosong, NOLbesar! TIDAKbisa hanyamelihat JawaTimur basissuara
kubu-01,lalu tidak adaIslam radikalisdisitu! Lepaskankaca mata kudaanda!
Dalammenghadapi basissuara kubu-01 ygmayoritas itu,sebaliknyakelompok
Islamradikal disitubisa lebihgarang danGANAS, ...karena terjepitdan
berusahalebih kerasmelawan danmembuatkekacauan,chaos, ... !!!
Danitulah yangterjadi dan andalihat, ...!
Jonathan Goeij 於 30/4/2019 10:06 寫道:
Berkisar pertengahan th 1996-an saya bersamarombonganmengunjungigereja2
kecildidaerahpelosok JawaTimur, tidakberapa lamasekitar 2-3bulan setelahitu
banyakgereja2 itu ygdibakar,dirusak,bahkan adapendetasekeluarga ygdibakar
hidup2didalamgerejanya. DiJawa Tengahnisan salibkuburan-pundigergaji,mereka
ygnon-Islamdiusir keluar.Baik JawaTimur ataupunJawa Tengahmerupakanbasis
pemilihJokowi-Ma'ruf.Apakahkemudian maudibilangJokowi-Ma'rufdidukung/dipilih
garis keras?
Mengatakan para pemilih sekian puluh bahkanratusan jutagaris kerasadalah hal
ygabsurd.
On Monday, April 29, 2019, 8:28:39 PM EDT,ChanCT <sadar@...>wrote:
Tentumenjadi salahkalau kitajadi maingebuk semuapemilihkubu-02 adalah"garis
keras"dan fanatikIslam, ...Tapi, jugatidak salahkalaudiperhatikankelompok"garis
keras,"fanatik"Islam itu lahpemilih kuatkubu-02! Jadi,... yang benardan
bijaksanakitapilah-pilahsaja saatmelihat danmenilai orangperorangpendukung
danpemilihkubu-02 itu,tidak maingebyah uyah.
Selamaini yangberhasil saya ikuti pembicaraan Mahfud cukup baik
danmencjernihkan,kok. Tidakterdengarsuara sumbangkeluar
darimulutnya,sikapperpindahandukungan darisemula menjaditim
suksesPrabowoditahun 2014kemudianmenjadipendukungJokowi bahkandibatalkanjadi
cawapresjuga cukupbaik danbijaksana.Bukan dirinyasendiri
ygdiutamakan,tapikepentingannegara danrakyat!
Ataubung Ajeg bisamemberikanpenjelasanlebih lanjut,mengapamenyatakanserba
SAMPAHyang keluardari mulutMahfud???
SedangMaruf Amin ygdinobatkanJokowi menjadicawapresnyaitu, sekalipunmungkin
belumbisa dikatakan"garis keras",tapi sulitdisangkaltergolongIslam fanatikyg
jugabertujuanberlakukansyariat Islamdinegeri ini!Hanya
sajapenekanannyaberlakukansyariat Islamsecara damai,dijalankan
dandiperjuangkanmelalui jalurkonstitusisaja, ...Makanya Marufberada
dalambarisan NU dansaat jadiketua MUI bisakeluarkanfatwa Ahokmenodai
AgamaIslam,sekalipunakhirnyamengakui"terpaksa"akibat tekananmassa ketikaitu!
Jonathan Goeij jonathangoeij@...[GELORA45] 於30/4/2019 6:13寫道:
Saya kira pen-dikotomi-an para pemilih sebagai"garis keras"yg berkonotasijelek
adalahsebuahkesalahanbesar,sungguhpunkemudian cobadiperhalusdengan
kata"fanatik" yanglucunya jugaberkonotasijelek.Lagipuladengan parapemilih
yangtersebarsedemikianrupa lha apaiya semuanya"garis keras"dan/atau"fanatik"
Ada cukup banyak tokoh yg dulunya pendukungPrabowokemudianberalih
keJokowi,diantaraMahfud MD inidan cawapresMa'ruf Amin.Apakah maudibilang"mantan
gariskeras"?
Btw, kelihatannya ada cukup banyak yg kemudianberbarisdibelakangMa'ruf
Amin,mungkinkahminta jatah?ha ha ha ha.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wro te:
Saya pernah tanya di mana cawapres Ma'rufkarena sejak17 Aprilsepertiditelan
bumi.Sebaliknya,Mahfudkelihatan dimana-mana dancerewetsekali.
Melihatgelibat-gelibetnya, Mahfud ini frustasi karena dibuang dan mau
balasdendam.Manusiawi sajakecewadipermalukansecaranasionalbegitu. Hanyasaja
cara yangdia pilihuntuk tetapeksis
dan"didengar"terlalukekanak-kanakanyaitu,melempar isukegemaranPDIP,
isuperpecahan,lalu pura-purajadi
pahlawankesoreandenganmenyuruhJokowi(sebagaipresiden,bukan
capres)untukrekonsiliasi.
Terus terang saya tidak pernah meragukankepinteran dangelar akademikMahfud
yangserba sampah.Sekarang inikewarasan akalsehat
dankondisikejiwaannyabetul-betulmenggelikanuntuk ukuran
(Message over 64 KB, truncated)