*Ubur-ubur ini dikenal dengan “Irukandji”. *

https://tekno.tempo.co/read/1201585/ini-metodologi-survei-ukri-yang-unggulkan-prabowo-sandiaga
*Ilmuwan Temukan Penangkal Racun Makhluk Paling Berbisa*

Reporter:
*Moh Khory Alfarizi*

Editor:
*Erwin Prima*

Kamis, 2 Mei 2019 12:32 WIB



<https://statik.tempo.co/data/2019/05/02/id_838744/838744_720.jpg>*Ubur-Ubur
Kotak, binatang dengan bisa paling beracun di dunia. (Sydney.edu.au/AAP
<http://Sydney.edu.au/AAP> Photo/Kelvin Aitken)*

*T**EMPO.CO <http://EMPO.CO>, Jakarta* - Penangkal racun
<https://www.tempo.co/tag/racun>telah ditemukan untuk makhluk paling
berbisa di dunia, ubur-ubur kotak dari Australia. Penangkal racun tersebut
ditemukan oleh peneliti di University of Sydney Australia, demikian
dilaporkan laman *stuff*, Selasa, 30 April 2019.

Ubur-ubur Serbu Ancol, Ini Saran dan Larangan Korban Sengatan Racunnya
<https://metro.tempo.co/read/1138352/ubur-ubur-serbu-ancol-ini-saran-dan-larangan-korban-sengatannya>
Ubur-ubur tersebut dapat membawa racun yang bisa membunuh lebih dari 60
orang. Satu sengatan dari makhluk itu akan menyebabkan rasa sakit yang luar
biasa dan nekrosis kulit. Jika dosis racunnya cukup besar, serangan jantung
dan kematian dapat terjadi hanya dalam beberapa menit.

Dengan menggunakan pengeditan genom, para peneliti di Charles Perkins
Center University menemukan penangkal molekuler yang dapat memblokir gejala
sengatan ubur-ubur jika diterapkan pada kulit dalam waktu 15 menit. Para
peneliti mengambil jutaan sel manusia dan menghasilkan gen manusia yang
berbeda di masing-masing sel, sebelum menambahkan racun ubur-ubur dan
mencari sel yang selamat dari proses tersebut.

"Ini adalah pembedahan molekuler pertama tentang bagaimana jenis racun ini
bekerja, dan mungkin bagaimana racun bekerja," kata peneliti utama studi
tersebut, Raymond Lau dalam sebuah pernyataan.


Para peneliti percaya obat yang aman digunakan manusia ini,
bisa menghentikan nekrosis, jaringan parut kulit dan rasa sakit sepenuhnya
ketika diterapkan pada kulit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan
untuk mengetahui apakah penangkal racun ini bisa menghentikan serangan
jantung atau tidak.


Obat penawar itu terbukti bekerja pada sel manusia di luar tubuh sebelum
berhasil diuji pada tikus hidup. Para ilmuwan sekarang ingin
mengembangkannya untuk manusia. Temuan tersebut diterbitkan dalam
jurnal *Nature
Communications*

Simak kabar terbaru tentang penemuan penangkal racun
<https://www.tempo.co/tag/ubur-ubur>oleh Ilmuwan hanya di kanal Tekno Tempo

STUFF | NATURE COMMUNICATION | SYDNEY.EDU.AU

Kirim email ke