Koq ente bilang Jokowi pembohong tetapi masih menang? Artinya rakyatnya Indonesia suka bohong2an ya?
Atau ente yg pembohong? Membohongi kami2 rakyat Indonesia bahwa ente adalah pendukung sejatinya Prabowo? Jangan malu2 deklarasi mendukung Prabowo! Moso’ ente mau jadi pembohong juga?! Tu kayak rizal ramli terang2an ikutan Prabowo walaupun sudah ditendang oleh kelompok ITB dimana tadinya dia didukung habis2an. Moso’ ente gak bisa terang2an dan mau jadi pembohong terus?! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, May 3, 2019 10:47 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Jokowi Instruksikan Cabut Konsesi Penyerobot Tanah Warga Tebak-tebakan yuk, bertahun-tahun makan gaji dan nikmati fasilitas mewah dari Rakyat tapi membohongi Rakyat terus, apakah ituu....??? --- lusi_d@... wrote: Bung perhatikan apa komentar dia ketika meninjau suatu TPS dan mendengar kritik dari salah orang biasa? "Harus dibuktikan! katanya, "Jangan asal bilang curang-curèng, curang-curèng!". Geli juga memperhatikan tayangan reportasenya. Dia itu ternyata pengikut doktrin aji mumpung. Instinktif mungkin sudah merasa tidak akan lewat periode ke dua jabatannya. Terus bertingkah bagaikan mandor brutal. Am Fri, 3 May 2019 07:45:40 +0000 (UTC) schrieb ajeg : > Harus dibiasakan setiap petahana kepala negara dan kepala daerah > untuk menahan diri sampai keluarnya penetapan yang melegitimasi > perpanjangan jabatannya. Sebelum ada penetapan ya cukup jalankan > tugas rutin sehari-hari. Untuk Jokowi bayar saja utang-utang kerjanya > semisal memberesi banjir dan macet Jkt dan terutama utang kerjanya > kepada korban bencana yang masih terbengkalai. Jangan bikin > kebijakan / keputusan penting sebelum sah jadi kepala lagi. > Belajarlah banyak-banyak soal etika kepemimpinan dari komisaris > perusahaan, kepala sekolah, bahkan ketua RT/RW. Tahu dirilah dikit, > jangan mentang-mentang lugu. --- SADAR@... wrote: > > Jokowi Instruksikan Cabut Konsesi Penyerobot Tanah Warga > CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 10:47 WIB Bagikan : Jokowi > mengancam akan mencabut konsesi perusahaan yang enggan menyerahkan > lahan milik masyarakat yang masuk dalam konsesi itu. (CNN > Indonesia/Christie Stefanie) Jakarta, CNN Indonesia -- > Presiden Joko Widodo mengancam akan mencabut izin konsesi yang > dipegang perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) > jika tidak menyerahkan lahan masyarakat yang masuk ke dalam wilayah > konsesi tersebut. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat > Terbatas 'Percepatan Penyelesaian Masalah Pertanahan', di Kantor > Presiden, Jakarta, Jumat (3/5). Jokowi sudah mengingatkan agar > perusahaan swasta maupun BUMN penerima konsesi menyerahkan lahan > masyarakat bila wilayah desa atau kampung masuk dalam konsesinya. > "Saya sampaikan kalau yang diberi konsesi sulit-sulit, cabut > konsesinya. Saya udah perintahkan ini cabut seluruh konsesinya, > tegas, tegas. Rasa keadilan dan kepastian hukum harus dinomor > satukan," kata Jokowi. "Sudah jelas di situ (masyarakat) sudah hidup > lama, di situ malah kalah dengan konsesi yang baru saja diberikan," > ujarnya menambahkan. | Lihat juga: Diduga Jual Lahan Cagar Budaya, > Cicit Soeharto Dilaporkan | > > Jokowi mengatakan kerap mendapat keluhan dari masyarakat saat > membagikan sertifikat tanah maupun berkunjung ke daerah terkait > sengketa lahan, baik dengan swasta, BUMN, maupun pemerintah. > Terakhir, kata Jokowi, dirinya mendapatkan laporan terkait sengketa > tanah antara masyarakat dengan PT P, di Kabupaten Kampar, Riau. > Mantan gubernur DKI Jakarta itu meyakini sengketa tanah ini tidak > hanya terjadi di Kampar, tetapi juga di wilayah lainnya. "Saya minta > segera diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar rakyat > memiliki kepastian hukum ada rasa keadilan," ujarnya. | Lihat juga: > Jokowi Ancam Sofyan Djalil soal Pembagian Sertifikat Tanah | > > Jokowi menyebut langkah yang sudah dilakukan Badan Pertanahan > Nasional (BPN) sudah baik dalam memperbaiki kebijakan dan tata kelola > pertanahan. Ia berharap cara-cara sistemik dan tersistem bisa > menyelesaikan semua masalah ini satu per satu. Mantan wali kota Solo > itu memerintahkan jajarannya untuk terus melanjutkan program > sertifikasi tanah untuk rakyat atau Pendaftaran Tanah Sistematik > Lengkap (PTSL). Ia berharap pada 2025 program sertifikat tanah untuk > rakyat sudah selesai "Saya rasa itu yang saya bisa sampaikan," > tuturnya.
