https://www.antaranews.com/berita/854792/jangan-kaitkan-tradisi-balimau-dengan-agama
Jangan kaitkan tradisi 'balimau' dengan agama
Jumat, 3 Mei 2019 18:27 WIB
Dokumentasi - TRADISI BALIMAU, Ribuan warga melakukan tradisi mandi
balimau (mensucikan diri) menjelang bulan Ramadhan di Sungai Gunung
Nago, Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. ANTARA/Maril Gafur/aa
Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta agar
tradisi ‘balimau’ (mandi menyucikan diri menyambut masuknya bulan
Ramadhan) jangan dikaitkan dengan agama karena akan menimbulkan pro dan
kontra di tengah masyarakat.
“Kalau dikaitkan dengan agama tentu tradisi ini akan menimbulkan
keresahan karena dibilang dekat dengan tradisi Hindu yang menyucikan
diri di Sungai Gangga, sementara mayoritas masyarakat di Sumbar adalah
muslim,” kata dia di Padang, Jumat.
Ia mengimbau tradisi ‘Balimau’ ini sebaiknya diambil dari sisi budaya
dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat Sumbar dalam menyambut bulan
puasa setiap tahunnya.
Sebenarnya tidak ada yang salah jika tradisi ini dipandang dari sudut
kebiasaan, namun yang jadi masalah adalah mandi bercampurnya laki-laki
dengan perempuan di lokasi tersebut sehingga rentan terhadap perilaku
maksiat. “Mandi campur ditambah adanya buka-bukaan ketika mandi ini yang
menuju arah maksiat. Hal ini tentu tidak dapat diterima,” kata dia.
Ia mengatakan dalam menyambut bulan Ramadhan ini pihaknya akan
mengeluarkan surat edaran yang berkaitan dengan aktivitas ASN selama
bulan puasa mulai pengurangan jam kerja dan lainnya.
Selain itu imbauan terhadap rumah makan agar tidak buka di siang hari
serta menutup seluruh tempat hiburan malam yang ada di seluruh daerah itu.
“Surat edaran ini rutin kita keluarkan setiap tahun yang bertujuan untuk
menjaga kesucian bulan Ramadhan dan mendorong masyarakat dapat fokus
dalam beribadah,” katanya.
Sebelumnya Bupati Tanah Datar Sumatera Barat Irdinansyah Tarmizi
mengimbau masyarakat di daerah itu tidak menggelar tradisi balimau.
"Masyarakat Tanah Datar diimbau tidak merayakan balimau secara
berlebihan yang bisa merusak akidah karena bercampur laki dan perempuan
dalam satu tempat, " Kata Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.
Ia juga mengimbau kepada pengelola tempat wisata pemandian seperti
tempat pemandian di Tanjung Mutiara Danau Singkarak dan Batang Ombilin
tidak menggelar acara balimau.
"Kami hanya mengimbau untuk tidak membuka untuk mandi balimau, bukan
menutup tempatnya. Kadang pengunjung datang hanya sekedar menikmati
pemandangan saja, " katanya.*
*Baca juga: Pekanbaru kemas "Potang Belimau" jadi wisata religi
<https://www.antaranews.com/berita/854674/pekanbaru-kemas-potang-belimau-jadi-wisata-religi>
Baca juga: MUI Sumbar: Tidak ada tradisi balimau dalam syariat Islam
<https://www.antaranews.com/berita/563625/mui-sumbar-tidak-ada-tradisi-balimau-dalam-syariat-islam>*
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019