Tiongkok Memperluas Keterbukaan Keuangan
http://indonesian.cri.cn/20190503/ed038707-6d51-7326-feb9-fd83d184716c.html
2019-05-03 14:32:06
图片默认标题_fororder_rui
Ketua Komite Pengawasan Perbankan dan Asuransi Tiongkok Guo Shuqing
baru-baru ini menyatakan, Tiongkok baru-baru ini akan meluncurkan 12
langkah baru untuk memperluas lebih lanjut keterbukaan industri
perbankan dan asuransi. Langkah-langkah itu antara lain, membatalkan
permintaan akses jumlah total modal bank badan hukum modal asing,
perusahan perseroaan, agen asurasi dan lembaga moneter modal asing
lainnya, memperlonggar kebijakan akses perusahaan moneter konsumsi
dengan modal patungan serta membatalkan pengesahan bisnis RMB bank modal
asing.
12 langkah keterbukaan keuangan yang baru dikemukakan Tiongkok itu
merupakan perincian dan implementasi pengaturan menyeluruh keterbukaan
industri keuangan Tiongkok dan juga merupakan perbuatan inisiatif untuk
memenuhi kebutuhan perkembangan ekonomi dan hukum perkembangan moneter
sendiri. Dilihat dari isi kongkretnya, 12 langkah tersebut memiliki 3
ciri khas yang kentara sebagai berikut.
Pertama, langkah-langkah itu menonjolkan prinsip kesamaan modal
domestik dan modal asing.
Kedua, langkah-langkah itu telah menurunkan pembatasan masuknya
lembaga keuangan modal asing ke pasar Tiongkok, yaitu telah dibatalkan
pembatasan skala modal terhadap lembaga moneter modal asing yang siap
memasuki bidang moneter terkait Tiongkok.
Ketiga, langkah-langkah itu telah memperluas lingkup bisnisnya di
Tiongkok. Misalnya, bank modal asing yang baru diresmikan diperbolehkan
mengelola bisnis RMB dan bisnis agen pembayaran. Ini merupakan
implementsi langkah pemberian perlakuan wargnegara pra-akses dan pasti
dapat memperluas ruang bisnis lembaga modal asing di Tiongkok.
Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan Forum Puncak Kerja Sama
Internasional Sabuk dan Jalan ke-2 mengumumkan 5 langkah peningkatan
keterbukaan, salahsatu di antaranya ialah, memperbesar akses modal asing
di bidang yang lebih luas, dengan persaingan adil dan kerja sama yang
terbuka mendorong reformasi struktural sisi penyuplaian, dengan efektif
menyisihkan keterbelakangan dan kapasitas produksi yang berlebihan, dan
meningkatkan mutu dan efisiensi sistem pensuplaian. Industri moneter
padahal adalah industri jasa yang kompetitif, melalui diperluasnya
keterbukaan, ikut serta dalama persaiangan pasar internasional, itu
dapat dengan lebih baik mengabdi kepada ekonomi riil. Ini merupakan
peluang historik bagi lembaga moneter di dalam negeri dan juga peluang
baik bagi lembaga moneter modal asing yang segera akan memasuki Tiongkok.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com