Pentagon: Cina Gunakan Spionase untuk Modernisasi Militer
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Eka Yudha Saputra
Sabtu, 4 Mei 2019 08:00 WIB
Presiden Xi Jinping.[TIME]Presiden Xi Jinping.[TIME]
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Laporan yang dirilis Pentagon menyebut Cina
melakukan spionase untuk modernisasi angkatan bersenjata dan teknologi
militernya.
"Cina menggunakan berbagai metode untuk memperoleh teknologi militer dan
penggunaan ganda, termasuk menargetkan investasi langsung asing,
pencurian dunia maya, dan eksploitasi akses warga negara Cina swasta ke
teknologi ini, serta memanfaatkan layanan intelijen, intrusi komputer,
dan pendekatan terlarang lainnya," kata laporan Departemen Pertahanan
yang dimandatkan oleh Kongres, seperti dikutip dari CNN, 4 Mei 2019.
Baca: Presiden Cina Xi Jinping Minta Militer Siap Berperang
<https://dunia.tempo.co/read/1161818/presiden-cina-xi-jinping-minta-militer-siap-berperang>
"Cina memperoleh teknologi asing melalui impor, investasi asing
langsung, pendirian pusat penelitian dan pengembangan (R&D) asing, usaha
patungan, penelitian dan kemitraan akademik, rekrutmen bakat, dan
industri dan/cyberpionage/," tambah laporan Pentagon.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Joseph Dunford, memperingatkan
Kongres bahwa perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis di Cina
seringkali secara tidak langsung menguntungkan militer Cina. Dunford
mengutip Google sebagai contoh.
Laporan itu mengatakan bahwa Cina telah menggunakan teknik-teknik ini
untuk memperoleh peralatan sensitif, penggunaan ganda, atau tingkat
militer dari Amerika Serikat, termasuk teknologi penerbangan dan perang
anti-kapal selam.
Kapal induk Cina mulai melakukan navigasi dan eksplorasi di kawasan Asia
Pasifik sejak 2016. Hurriyet Daily
Beijing juga mengeksploitasi warganya dan orang asing keturunan Cina
yang tinggal di luar negeri untuk memajukan tujuan Partai Komunis Cina,
kata laporan itu,
Menurut laporan Pentagon "landasan strategi Cina termasuk memohon kepada
warga negara Cina di luar negeri atau warga negara etnis Cina di negara
lain untuk memajukan tujuan Partai Komunis Cina melalui kekuatan lunak
atau, kadang-kadang, paksaan dan pemerasan."
Baca: Cina Akui Takut Blokade Amerika dan Sekutu Jika Terjadi Konflik
<https://dunia.tempo.co/read/1201860/cina-akui-takut-blokade-amerika-dan-sekutu-jika-terjadi-konflik>
Beberapa teknologi canggih Cina adalah pengembangan senjata rudal
hipersonik yang memiliki kecepatan lima kali kecepatan suara.
Cina telah melakukan uji coba kendaraan peluncur hipersonik. Pada
Agustus 2018, Cina sukses menguji coba XONGKONG-2 (Starry Sky-2), yang
disebut sebagai kendaraan peluncur hipersonik.
Selain teknologi, anggaran militer Cina juga ditingkatkan, yakni hampir
dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Mayoritas anggaran diperuntukkan untuk Angkatan Laut Cina. Pentagon
menyebut Cina memiliki angkatan laut terbesar di Asia dengan 300 kapal
permukaan, kapal selam, kapal amfibi, kapal patroli, dan kapal spesialisasi..
ADVERTISEMENT
Baca: Pentagon Soroti Kapal Selam Serbu Cina
<https://dunia.tempo.co/read/1201717/pentagon-soroti-kapal-selam-serbu-cina>
Kekuatan kapal selam Cina ditaksir pentagon antara 65 hingga 70 kapal
selam pada 2020. Sementara Cina akan memasang kapal selam dengan rudal
kendali nuklir pada pertengahan 2020.
Kapal induk buatan dalam negeri Cina yang pertama kemungkinan akan
bergabung dengan armada pada akhir 2019 dan kapal induk yang dibangun di
dalam negeri diproyeksikan akan beroperasi pada 2022.
Cina juga dengan cepat membangun Penjaga Pantai-nya untuk membantu
menjaga klaim atas pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan.
Baca: Militer Cina Bangkit, Intelijen AS Cemas Ada Potensi Perang Lokal
<https://dunia.tempo.co/read/1165487/militer-cina-bangkit-intelijen-as-cemas-ada-potensi-perang-lokal>
"Di Laut Cina Selatan, Cina terus melakukan militerisasi. Rudal jelajah
anti-kapal dan rudal darat-ke-udara jarak jauh telah dikerahkan ke
pos-pos Kepulauan Spratly, dan pembom strategis Cina telah melakukan
latihan lepas landas dan mendarat di Pulau Woody di Kepulauan Paracel,"
kata laporan itu.
"Cina menyatakan bahwa kehadiran militer internasional di Laut Cina
Selatan merupakan tantangan bagi kedaulatannya. Cina terus meningkatkan
taktik pemaksaan untuk menegakkan klaimnya di Laut Cina Selatan," tambah
laporan Pentagon.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com