Jokowi (presiden) harus dorong KPU terbuka untuk audit forensik.

--- 
》Jokowi menilai kalau pun ada kecurangan, hal itu sifatnya kasus per kasus. 《


Sandi Lega Ada Pengakuan Kecurangan Pemilu 2019

01 May 2019, 18:08 WIB - Oleh: Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis.com, JAKARTA — Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga  Salahuddin Uno memantau 
langsung penghitungan C1 yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Koto 
Tengah, Padang.

Dia didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melihat langsung 
proses penghitungan suara tersebut. 

Begitu tiba di lokasi, puluhan warga khususnya emak-emak langsung menyerbu 
untuk mengajak swafoto (selfie) dengan Sandi. Dia mengatakan kedatangannya 
untuk menyemangati para relawan yang telah bekerja keras untuk menjaga 
penghitungan suara 

“Terima kasih para relawan  di Koto Tengah yang masih bekerja keras  untuk 
menciptakan   pemilu yang jujur dan adil. Jangan lupa jaga kesehatan. Sudah 
cukup korban yang berjatuhan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/5/2019).

Sandi mengucapakan belasungkawa atas meninggalnya 300 lebih petugas, saksi, dan 
relawan yang berjuang mengawal Pilpres 2019. Bahkan, saat ini sudah 2.000 orang 
yang dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, kejadian ini memberikan rasa khawatir dan prihatin seluruh bangsa 
Indonesia. Oleh karena itu, dia mengigatkan semua pihak agar menjaga 
keberlangsungan hasil pemilu hingga 22 Mei nanti.

“Saya juga ingin memastikan proses disini dapat berjalan jujur dan adil," 
katanya.

Di saat yang bersamaan, Sandiaga juga menyampatkan diri masuk dalam gedung 
tempat proses penghitungan suara hasil Pemilu  2019 di PPK Koto Tengahdi lantai 
satu dan dua. Dia bersama Prabowo Subianto juga mengapresiasi 
setinggi-tingginya kepada relawan atas ketulusannya.

Sandi juga bersyukur terhadap pengakuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi 
perihal adanya kecurangan dalam Pemilu 2019.

Jokowi sebelumnya menyesalkan adanya istilah terstruktur, masif, dan sistematis 
(TSM) soal kecurangan pemilu 2019. Namun, Jokowi menilai kalau pun ada 
kecurangan, hal itu sifatnya kasus per kasus.

Meski begitu, mantan Wakil gubernur DKI tersebut berpendapat, berdasarkan kasus 
atau tidaknya kecurangan perlu dibuktikan menggunakan pendekatan hukum oleh 
pihak yang berwenang. 

 "Ya Alhamdulillah, Pak Jokowi sudah mengakui ada kecurangan," ujarnya..

Editor: Miftahul Ulum




Kirim email ke