-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi, 1 Tewas 2 Kabur
日期: Sun, 5 May 2019 10:59:35 +0800
從: ChanCT <[email protected]>
到: GELORA_In <[email protected]>
Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi, 1 Tewas 2 Kabur
Penggerebekan Terduga Teroris di Bekasi, 1 Tewas 2 Kabur
Tim Densus 88 Antiteror menggerebek ruko yang dihuni terduga teroris di
Babelan, Kabupaten Bekasi, 4 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael
Niman )
Mikael Niman / HAMinggu, 5 Mei 2019 | 02:33 WIB
*Bekasi, Beritasatu.com - *Polrestro Bekasi memastikan terduga teroris
yang ditembak mati, Sabtu (4/5/2019) hanya seorang. Penembakan ini
dilakukan di ruko Kampung Pangkalan RT 11/RW 04, Desa Kedungpengawas,
Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Sedangkan, dua pelaku yang berhasil melarikan diri dipastikan tidak
membawa bahan peledak.
"Iya betul, hanya satu terduga yang tewas ditembak," ujar Kasubag Humas
Polrestro Bekasi, AKP Sunardi.
Dia belum dapat merinci terkait identitas terduga teroris yang ditembak
mati itu. "Penanganan langsung dari Mabes Polri," ungkapnya.
Lebih lanjut Sunardi mengatakan, penggerebekan Tim Densus 88 Antiteror
dilakukan pada Sabtu dini hari. "Diduga melawan, salah satu pelaku
ditembak," ucapnya.
Dua terduga lainnya berhasil melarikan diri mengendarai sepeda motor.
Kepolisian setempat belum mengatahui secara detail terkait barang bukti
yang diamankan Densus. Namun dia memastikan, tidak ada bahan peledak
yang tersimpan di ruko tersebut.
"Tidak ada bahan peledak di lokasi dan pelaku yang buron juga tidak
membawa bahan peledak," katanya.
Lokasi penggerebekan ruko yang beralamat di Kampung Pangkalan RT 11/RW
04, Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, telah
berpindah tangan dari pemilik sebelumnya, Ki Opung. Jual beli ruko
tersebut diketahui warga baru sekitar sebulan yang lalu.
"Ruko dijual pemilik lama kepada pemilik baru Rp 11 juta-an," sambung
Maryanto, warga sekitar lokasi.
Pemlik lama, kata dia, dikenal warga bernama Ki Opung dan dijual kepada
Menin. "Kami mengenal Bapak Manin dengan sapaan Mandor Patek," tuturnya.
Dia mengatakan, sempat bertemu dengan pemilik lama, setelah
penggerebekan Tim Densus 88 Antiteror menembak terduga teroris.
"Siang tadi, saya ketemu dengan Ki Opung dan beliau menjelaskan bahwa
rukonya sudah dijual seharga Rp 11 juta, yang masih dicicil," katanya.
Pembeli baru menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp 6 juta dan masih
berutang Rp 5 juta kepada Ki Opung. Kemudian, oleh Manin ruko tersebut
dikontrakan ke orang lain.
"Mungkin terduga teroris ini yang mengontraknya," bebernya.
Dia mengungkapkan bangunan ruko itu berdiri di lahan milik Perum Jasa
Tirta II, sehingga dijual murah.
"Jadi, itu lahan garapan Ki Opung yang kemudian dibangun ruko dan dijual
kepada Bapak Manin," pungkasnya.
*Kesaksian Warga*
Warga Kampung Pangkalan RT 11/RW 04, Desa Kedungpengawas, mengungkapkan
ruko yang digerebek Tim Densus 88 itu kerap didatangi oleh empat orang
yang tak dikenal warga. Mereka terdiri dari tiga laki-laki dan seorang
wanita.
"Kegiatan mereka terpantau warga, kalau malam hari, saat keluar masuk
pintu ruko. Tapi, aktivitasnya apa, tidak ada yang tahu karena pintu
selalu tertutup," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa
Kedungpengawas, Maryanto.
Warga menduga, penghuni ruko tersebut baru menempati sekitar sebulan
yang lalu. "Setahu saya, ditempati oleh keempat orang itu, setelah
Pemilu, 17 April lalu," tuturnya.
Dari jalan, pintu jenis /rolling door/selalu tertutup rapat. "Warga
nggak bisa lihat aktivitasnya, hanya aktivitas keluar masuk ruko saja,"
bebernya.
Sementara, warga lainnya Abdulah (40) menyebutkan ruko selalu dalam
keadaan tertutup dan kosong. "Setahu saya, ruko kosong dan selalu
tertutup. Dulu pernah dihuni Ki Opung," imbuhnya.
Maryanto melanjutkan, warga sangat berterima kasih atas penangkapan
terduga teroris yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror.
"Warga di sini mengapresiasi kepada Kepolisian yang telah berhasil
menangkap pelaku teroris. Kalau terjadi sesuatu misalnya ledakan di desa
kami, pasti sangat merugikan warga," ungkapnya.
Dia mengajak kepada seluruh warga untuk membantu polisi melalui deteksi
dini, mencegah perbuatan terorisme di lingkungan sekitar.
"Caranya dengan melapor ke polisi apabila mendapati aktivitas warga baru
namun dengan penuh gelagat mencurigakan," katanya.
Dengan aksi penggerebekan ini, kata dia, pihaknya akan mengusulkan
kepada perangkat desa untuk mengetatkan pengawasan terhadap pendatang baru.
Sumber: Suara Pembaruan
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com