Trump umumkan tarif baru untuk China, harga minyak jatuh di Asia
Senin, 6 Mei 2019 09:22 WIB
Trump umumkan tarif baru untuk China, harga minyak jatuh di Asia
Kilang minyak mentah di Yokohama, Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
(REUTERS/Kim Kyung-Hoon/)
Singapura (ANTARA) - Harga minyak anjlok lebih dari dua persen di
perdagangan Asia pada Senin pagi, setelah Presiden AS Donald Trump pada
Minggu (5/5/) mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang China minggu
ini dengan tajam, berisiko membahayakan pembicaraan perdagangan
berbulan-bulan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di 60,44
dolar AS per barel pada pukul 00.32 GMT (07.32 WIB), jatuh 1,50 dolar AS
per barel atau 2,4 persen, dari penyelesaian terakhir mereka. Minyak
mentah berjangka Brent diperdagangkan di 69,34 dolar AS per barel, turun
1,51 dolar AS per barel atau 2,1 persen, dari penutupan terakhir mereka.
Trump pada Minggu (5/5) mengatakan di Twitter bahwa ia akan secara
drastis menaikkan tarif AS untuk barang-barang yang diimpor dari China
minggu ini, menarik turun pasar keuangan global, termasuk minyak mentah
berjangka.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan
untuk membatalkan semua pembicaraan perdagangan dengan Washington.
"Trump telah membawa palu godam ke kacang kenari pagi ini ... dengan
mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada 525 miliar dolar AS
barang-barang China pada Jumat ini," kata Jeffrey Halley, analis pasar
senior di pialang berjangka OANDA di Singapura.
Di dalam industri minyak, ada tanda-tanda kenaikan lebih lanjut dalam
produksi dari Amerika Serikat, di mana produksi minyak mentah telah
melonjak lebih dari dua juta barel per hari (bph) sejak awal 2018, ke
rekor 12,3 juta barel per hari. Itu telah membuat Amerika Serikat
sebagai produsen terbesar di dunia di atas Rusia dan Arab Saudi.
Jumlah rig pengeboran untuk gas di Amerika Serikat turun tiga rig
menjadi 183 rig dalam minggu hingga 3 Mei, sementara rig pengeboran yang
diarahkan untuk minyak naik dua rig menjadi 807 rig, data dari
perusahaan jasa minyak Baker Hughes menunjukkan pada Jumat (3/5/).
*Baca juga:Minyak turun di perdagangan Asia karena produksi AS melonjak
<https://www.antaranews.com/berita/854086/minyak-turun-di-perdagangan-asia-karena-produksi-as-melonjak>
Baca juga:Harga minyak di perdagangan Asia melayang menuju tertinggi
2019
<https://www.antaranews.com/berita/840798/harga-minyak-di-perdagangan-asia-melayang-menuju-tertinggi-2019>*
Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com