https://www.radiodms.com/nasional/tiga-menteri-terseret-kasus-jokowi-beri-signal-resuffle/
*Tiga Menteri Terseret Kasus, Jokowi Beri Signal Reshuffle*



 Mei 4, 2019
<https://www.radiodms.com/nasional/tiga-menteri-terseret-kasus-jokowi-beri-signal-resuffle/>



*in **Nasional* <https://www.radiodms.com/category/nasional/>



*Berita Nasional* <https://www.radiodms.com/category/berita-maluku/>*,
Jakarta – Isu perombakan (reshuffle) kabinet di ujung pemerintahan
Jokowi-JK mengemuka, pasca tiga menteri terseret kasus korupsi yang
ditangani KPK.*

*Tiga menteri itu antara lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi,
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Menteri Agama Lukman Hakim
Saifuddin.*

*Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut persoalan reshuffle kabinet
belum ada di agenda Presiden Jokowi. Moeldoko mengatakan Jokowi saat ini
masih meminta para menterinya untuk fokus menyelesaikan tanggung jawab
disisa masa pemerintahan.*


“*Utamanya presiden menekankan bahwa bekerja dengan baik dalam sisa waktu
yang ada,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 3
Mei 2019.*

*Kendati begitu, tak menutup kemungkinan apabila sewaktu-waktu Jokowi
melakukan reshuffle kabinet. Hal itu terjadi bila ada menteri yang menerima
‘status’ baru dari penegak hukum, misalnya menjadi tersangka dalam sebuah
kasus.*

“*Status itu yang nanti akan menentukan. Sepanjang belum ada status kan
jalan. Presiden selalu menekankan dengan sisa waktu yang ada supaya ngebut,
bekerja dengan baik,” jelas dia.*

*Mantan Panglima TNI itu lalu mencotohkan Idrus Marham yang mundur sebagai
Menteri Sosial. Kala itu, Idrus mundur dari jabatannya karena ditetapkan
sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 oleh KPK.*

“*Saya pikir itu, sama dengan kemarin kan Pak Idrus begitu ada statusnya
(tersangka) begitu, ada langkah2-langkah,” ucap dia.*

“*Ya nunggu statusnya yang jelas, bukan nunggu tersangka, ngawur aja.
Nunggu statusnya yang jelas dulu. Nunggu statusnya seperti apa sih,”
sambung Moeldoko.*

*Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi terseret kasus dugaan suap dana hibah
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam pun sudah diperiksa oleh
penyidik KPK beberapa waktu lalu.*

*Nama Menpora kerap disinggung menerima hadiah atau komitmen berupa uang Rp
1,5 miliar. Hal itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) milik
Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang dibacakan jaksa
KPK dalam sidang terdakwa Ending.*

*Sementara itu, Menag Lukman tersandung kasus dugaan jual beli jabatan di
lingkungan Kementerian Agama yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP
Romahurmuziy.*

*KPK menyita uang ratusan juta rupiah dan puluhan ribu dolar Amerika yang
ditemukan di dalam laci meja kerja Menteri Agama. Total ada sekitar Rp 180
juta ditambah US$ 30 ribu.*

*Kemudian Mendag Enggar terseret kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota
Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Bowo mengaku menerima
uang Rp2 miliar dari Enggar. Penyidik KPK pun lantas menggeledah ruang
kerja dan rumah Enggar.**DMS*
<https://www.radiodms.com/category/berita-maluku/>*/Liputan6.com*

Kirim email ke