*Ijtima-ijtima, ke mana Romy pergi? Mungkin bisa tambah wawasan
perpolitikan ijtima. Heheheeee*


https://kumparan.com/@kumparannews/arti-ijtima-ulama-versi-romy-ikuti-jokowi-terima-ma-ruf-amin-1534670592656305841



9 Agustus 2018 12:00 WIB


*Arti Ijtima Ulama Versi Romy: Ikuti Jokowi, Terima Ma'ruf Amin*

Deklarasi Sarung Jokowi di Rumah Joang 45 (Foto: Ferry/kumparan)

Ketua Umum PPP Romahurmuziy mendeklarasikan relawan Sahabat Romahurmuziy
Pendukung Jokowi atau Sarung Jokowi untuk mendukung Jokowi - Ma'ruf Amin di
Pilpres 2019. Relawan ini terdiri dari para santri se-Jabodetabek.

Menurut Romy --panggilan akrab Romahurmuziy--, alasan deklarasi relawan ini
agar rekomendasi kaum ulama di Pilpres 2019 dapat diperhatikan. Pasalnya,
kata Romy, ada gerakan Kawal Fatwa Ijtima Ulama karena rekomendsi ulama di
Pilpres 2019 tidak diperhatikan.

"Kita tahu persis ada narasi kawal ulama dikatakan terus kawal Itjima
Ulama, dikatakan kawal fatwa Itjima Ulama yang ternyata Itjima Ulama tidak
pernah diperhatikan dan ternyata inilah yang sesungguhnya memutar-mutar
terus. Kata ulama tapi tidak pernah ulama dipenuhi kecuali dijadikan
retorika belaka," kata Romy di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu
(19/8).

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Melalui relawan Sarung Jokowi, Romy ingin memuliakan para ulama. Menurut
Romy, arti ijtima adalah ikuti Jokowi terima Kiai Ma'ruf Amin.

"Jadi Ijtima Ulama ini sesungguhnya ada di sini. Itjima itu Ikuti Jokowi
terima Kiai Ma'ruf Amin. Inilah kepanjangan itjima yang sesungguhnya,"
jelas Romy.

Capres Jokowi dan Cawapres Ma'ruf Amin melambaikan tangan seusai
mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: ANTARA
FOTO/Hafidz Mubarak A)

Romy ingin melalui relawan Sarung Jokowi, tak ada lagi peran ulama yang
dijatuhkan hanya untuk kepentingan sesaat. Romy menegaskan, rakyat
Indonesia telah cerdas dalam memilih capres - cawapres yang benar-benar
mendukung ulama.

"Saya tentu berharap narasi yang menjatuhkan ulama tidak digunakan lagi,
karena masyarakat sudah pintar mana pasangan yang menghargai ulama. Bukan
masalah Ma'aruf Amin tetapi menempatkan ulama di tempat tertinggi,"
ungkapnya.

Ijtima Ulama dan tokoh nasional (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

*BACA JUGA*

Relawan ‘Sarung Jokowi’ Deklarasikan Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf di 2019
<https://kumparan.com/@kumparannews/relawan-sarung-jokowi-deklarasikan-dukungan-ke-jokowi-ma-ruf-di-2019-1534663630890712254?ref=bcjuga>

Ketua Timses Jokowi di Atas 60 Tahun, Pengalaman di Sektor Publik
<https://kumparan.com/@kumparannews/ketua-timses-jokowi-di-atas-60-tahun-pengalaman-di-sektor-publik-1534670592656305838?ref=bcjuga>

Koalisi Jokowi Fokus Genjot Suara di 9 Provinsi: Aceh hingga Jabar
<https://kumparan.com/@kumparannews/koalisi-jokowi-fokus-genjot-suara-di-9-provinsi-aceh-hingga-jabar-1534667781942026396?ref=bcjuga>

Romy sempat menyinggung soal rokemendasi cawapres Prabowo Subianto dari
Ijtima Ulama, yang pada akhirnya tak dijalankan oleh Prabowo karena lebih
memilih Sandiaga Uno sebagai cawpres. Padahal Itjima Ulama telah
menyodorkan Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai kandidat
cawapres Prabowo.

"Dibalik itu ada sisi lainnya, yaitu di sana ada fatwa Itjima Ulama yang
diabaikan. Malah yang beredar adalah mahar," pungkas Romy.

Kirim email ke