Sering tidak mengerti tulisan dgn "bahasa terlalu tinggi" alias tidak "straight 
to the point". 

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 Hm, tugas Babinsa kan memang berbaur di masyarakat, melihat-lihat pemandangan 
dari dekat. Bisa saja kali ini kelilipan bubuk merica atau irisan bawang 
sehingga matanya berair ketika melihat rumus berhitung...
 

 -
 

 KSAD Akui Ada Personel yang Tidak Netral pada Pemilu 2019, tetapi Sudah Diberi 
Sanksi Senin, 6 Mei 2019 | 18:10 WIB
 

 JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa 
mengakui, ada personel TNI AD yang tidak netral selama pelaksanaan Pemilu 2019 
https://indeks.kompas.com/tag/Pemilu-2019.
 Personel TNI tersebut telah diproses di peradilan militer dan sudah dijatuhi 
sanksi.
 "Di internal kami, kami harus mengatakan, ada (personel TNI yang tidak netral) 
dan kami sudah melakukan proses hukum atas mereka. Jadi, kami mengakui ya," 
ujar Andika dalam keterangan pers di Kantor Mabes TNI AD, Gambir, Jakarta 
Pusat, Senin (6/5/2019).
 Meski demikian, Andika enggan menyebutkan secara rinci berapa personel TNI 
yang dikenakan sanksi akibat bertindak tidak netral. Ia meminta maaf atas hal 
tersebut.
 Andika menyebutkan, jumlahnya sangat kecil. "Beberapa itu berarti lebih dari 
satu ya, tapi juga tidak terlalu banyak," kata dia.
 Ia juga tidak menjelaskan secara detail apa bentuk ketidaknetralan yang 
dilakukan personel TNI AD tersebut.
 Mantan Panglima Komando Strategis TNI AD itu, menambahkan, sanksi atas mereka 
yang terbukti berperilaku tidak netral dalam Pemilu 2019 bervariasi.
 "Ada yang masih di dalam proses pengadilan, ada yang sudah diputus. Salah 
satunya, saya sebutkan adalah lima bulan hukuman penjara. Beberapa lagi masih 
diproses ya," lanjut Andika.
 Andika menegaskan, informasi itu ia ungkap ke publik sebagai bukti bahwa 
prinsip netralitas TNI adalah hal yang mutlak menjadi pedoman setiap personel 
TNI.
 Ia menekankan, siapa pun personel TNI yang main-main, akan terkena sanksi.
 "Jadi, kami tidak hanya menerima laporan (personel TNI aktif tidak netral) 
kemudian kami lupakan, enggak sama sekali. Sudah beberapa (diproses)," ujar 
Andika.
 

 Penulis: Fabian Januarius Kuwado 
http://indeks.kompas.com/profile/fabian.januarius.kuwado
 Editor: Inggried Dwi Wedhaswary 
http://indeks.kompas.com/profile/inggried.dwi.wedhaswary

 

 






Kirim email ke