Mengikuti reputasinya, Wiranto yang sama ini pernah dipecat oleh Presiden Gusdur sbg menteri pertahanan atas permintaan PBB dan dunia internasional karena tingkahlakunya yang melanggar prinsip-prinsip HAM dan kode etik peri kemanusiaan!
Am Tue, 7 May 2019 13:17:22 +0000 (UTC) schrieb "ajeg [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Dari reputasinya selama ini kecil sekali kemungkinan Babinsa > membohongi atasannya. Juga mustahil mereka buka mulut kepada pers. > Silakan periksa semua media yang tiba-tiba "mengkhawatirkan", tapi > tidak ada alasan untuk membredel. > > - > > Soal Wacana Wiranto, BW: Ngeri Kalau Ini Sinyal Rezim Akan Otoritarian > SELASA, 07 MEI 2019 | 14:48 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA > WAHANAPUTRARMOL. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan > (Menkopolhukam), Wiranto menyebut akan menutup media yang dianggap > ikut menyebarkan pemberitaan yang melanggar hukum terkait dengan isu > seputar Pemilu 2019. > > Menanggapi ini, Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto menilai > Wiranto harusnya hati-hati dalam bicara, terlebih saat ini situasi > pasca pemilihan umum.. > > "Menurut saya sih ini Pak Wiranto bicaranya harus agak hati-hati, > jadi bicaranya itu harus meneduhkan jangan memprovokasi dalam situasi > seperti ini, ya harus mengerti dulu, mengendalikan sikap dan > perilakunya," jelasnya di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/5). > > Menurutnya, hal ini harus segera diselesaikan secara cepat, karena > bila tidak, ini akan berdampak pada penilaian masyarakat yang bisa > saja muncul persepsi bahwa pemeritahan atau rezim ini akan memerintah > dengan otoriter. > > "Otoriter itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya otoritas. > Kan sebagai Menko kan otoriter hanya bisa dilakukan oleh yang punya > otoritas dan Pak Wiranto, orang yang punya otoritas. Yang paling > ngeri kalau ini bagian dari signal bahwa rezim akan menjadi > otoritarian, itu yang paling mengerikan," tambahnya. > > Sebelumnya, Wiranto ingin ada langkah hukum yang lebih konkret dalam > menangani media yang dianggap ikut menyebarkan pemberitaan yang > melanggar hukum terkait dengan isu seputar Pemilu 2019. > > "Media mana yang nyata-nyata membantu pelanggaran hukum, kalau perlu > kami shutdown, kami hentikan. Kami tutup demi keamanan nasional," > ujar dia kemarin dalam jumpa pers di kantornya, Senin (6/5). [] > > >
