Bung gak usah buang waktu kayak gini.

Biar situlalit saja yg urus biar dia tahu siapa dia yg tak laen tak bukan 
adalah tulalit.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Monday, May 6, 2019 2:29 PM
To: Gelora45 <[email protected]>
Subject: [GELORA45] tulalit

 

  


Tulalit


Penemuan terbaru dari ilmuwan Intan Paramita (hayah!). Bahwa ada hubungan yang 
sangat erat antara “tulalit” dan “kesombongan”. Hubungan di antara kedua hal  
tersebut mengakibatkan negara Indonesia sampai sekarang masih berstatus negara 
berkembang, belum bisa terganti dengan label negara maju.

Saya belum bisa menemukan makna yang sesungguhnya dari kata “tulalit”, yang 
jelas secara pragmatik, saya mengenal kata itu sebagai arti dari “tidak 
nyambung”. Jadi, begini kaitan antara “tulalit” dan “kesombongan”:

Contoh kasus pertama

Kalimat pernyataan: “Dibutuhkan guru Sejarah untuk tingkat SMA. Bagi yang 
berminat, kirim lamaran ke SMA BlaBlaBla.”

Kalimat tanggapan: 1. “Saya guru Sejarah tapi sudah mengabdi di SMA Lalala.”

2. “Saya bisa ngajar Sejarah tapi sekarang jadi kepala sekolah.”

3. “Saya dulunya ngajar Sejarah, tapi sekarang jadi pegawai bank.”

Nah, coba Anda cermati contoh kasus pertama tersebut. Antara kalimat pernyataan 
dengan kalimat tanggapan TIDAK NYAMBUNG. Terindikasi juga bahwa sang penanggap 
bukan ingin menanggapi kalimat pernyataan, tapi justru ingin mengungkap 
kesombongan atas jabatan yang telah dimiliki.

Contoh kasus kedua

Kalimat pertanyaan: “Hai teman-teman, pada udah pernah ke Gua Jomblang di 
Gunung Kidul, belum?”

Kalimat tanggapan: 1. “Ayo kita ke sana yuk, mumpung tabungan gue masih ada 
nih.”

2. “Gue sih pengennya jalan-jalan ke Singapur aja.”

3. “Gue belum tau nih bisa ke sana or ga karna nyokap ngajakin jalan ke Raja 
Ampat.”

Nah, coba Anda cermati juga contoh kasus kedua tersebut. Bukankah kalimat 
pertanyaan itu hanya membutuhkan jawaban singkat, antara “sudah” atau “belum”.

Demikianlah penemuan analisis terbaru dari saya. Semoga “kebodohan” oknum 
rakyat Indonesia teretas.

Salam kopi tubruk.



Kirim email ke