Ya, memang tidak perlu buka-buka "pelanggaran" sejak kampanye pilkada DKI 2012, 
apalagi sejak bom Mega Kuningan. Cukup urus yang sekarang sambil waspada bom 
berikutnya. Sinyalnya sudah ditunjukkan dengan dimunculkannya "baju hitam" dan 
tes bom di Bekasi; bom itu ada.

Kasihan Jokowi, tak berdaya dipingpong orang-orang sekelilingnya.

--- jonathangoeij@... wrote:
Haris Azhar hanya memulai setelah masa kampanye saja, padahal sebelum itupun 
sudah curi start dan menggunakan fasilitas/uang negara. Seperti misalnya beras 
rastra dengan siluet aktor mirip Jokowi.

--- ajegilelu@... wrote :

Tidak habis pikir bagaimana 4 pelanggaran 2014 itu semakin terang-terangan di 
2019 mentang-mentang ini periode penghabisan rezim Jokowi. Carpe diem?? 
Pelanggaran yang ke-5 betul-betul sulit diterima. Pemerintah bukannya 
mengungkap misteri kematian ratusan petugas pemilu, malah sibuk menarik pajak 
dari honor sukarela petugas yang besarannya saja tidak seberapa.
Biadab! 

 
--- jonathangoeij@... wrote:
Haris Azhar Sebut Ada 5 Jenis Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019


CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 08:36 WIB



Direktur sekaligus pendiri lembaga bantuan hukum Lokataru, Haris Azhar. (CNN 
Indonesia/Bimo Wiwoho).





Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur kantor hukum dan HAM Lokataru yang juga 
penggagas hakasasi.id, Haris Azhar menyebut ada lima kategori dugaan 
pelanggaran besar selama tahapan Pemilu 2019 berjalan. Itu semua perlu diungkap 
oleh suatu tim pencari fakta.




"Angka dan data yang kami temukan bisa jadi lebih kecil dari apa yang terjadi 
di lapangan," kata Haris di kantor Lokataru, Jakarta, Rabu (8/5). 




Pertama, yakni pengerahan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil 
(PNS) untuk menggalang dukungan salah satu paslon peserta Pilpres 2019.. 




Dia mengatakan aparat penegak hukum juga termasuk pihak yang dikerahkan untuk 
menggalang dukungan. Contohnya ketika eks Kapolsek Pasirwangi Ajun Komisaris 
Sulman Azis yang mengaku diperintahkan oleh kapolres menggalang dukungan dari 
masyarakat untuk salah satu paslon. Belakangan Sulman membantah sendiri 
pernyataanya itu dan mengaku tengah emosi karena dimutasi dari jabatannya 
sebagai kapolsek.




Kedua, yakni ketika pejabat publik ikut mengarahkan masyarakat agar memilih 
salah satu paslon peserta pilpres 2019. Pejabat publik yang dimaksud sekelas 
menteri kabinet. 




"Contohnya Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkominfo Rudiantara," ujar mantan 
Koordinator KontraS ini.




Lihat juga: Lara di Balik Petaka Pemilu 2019

Ketiga adalah pengerahan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk 
kepentingan kampanye. Haris menyebut salah satu contohnya rencana pengerahan 
150.000 ribu karyawan perusahaan BUMN untuk menghadiri acara ulang tahun 
Kementerian BUMN yang bertepatan dengan kampanye akbar Paslon 01 di stadion 
Gelora Bung Karno. Belakangan acara tersebut dimundurkan tanggal pelaksanaanya.




Haris menyebut ada surat edaran Kementerian BUMN Nomor S-153/S.MBU/4/2019 yang 
ditujukan kepada seluruh direksi BUMN terkait itu.




"Celakanya belum ada korespondensi antara Bawaslu dan Kementerian BUMN," tutur 
Haris. 




Keempat adalah pengerahan kepala daerah serta aparatur pemerintah desa untuk 
ikut deklarasi dukungan kepada peserta Pilpres 2019. Haris mengamini bahwa 
setiap orang berhak ikut memberikan dukungan. Akan tetapi, keliru jika yang 
bersangkutan menyebutkan jabatan saat acara deklarasi. 




Lihat juga: KPU 'Gerah' Didemo Setiap Hari Selama Rekapitulasi Suara

Haris memberi contoh kasus di Tapanuli Tengah. Bupati setempat mengancam akan 
mencabut program keluarga harapan (PKH) andai warga tidak memilih caleg dari 
partai tertentu.




Dugaan pelanggaran terakhir, yakni soal hak yang diterima anggota Kelompok 
Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Menurutnya, status anggota KPPS harus 
diperjelas. Apakah mereka bekerja berdasarkan kontrak atau sukarela atau 
partisipatif.




"Kalau kontrak kerja apakah dalam sehari harus dipotong pajak apalagi upah 
mereka di bawah Rp500 ribu. Kalau partisipatif (sukarela), kenapa juga ditekan 
harus diselesaikan malan itu dengan beban yang besar," kata Haris.




Termasuk juga soal anggota KPPS yang meninggal dunia. Menurut Haris perlu ada 
investigasi mengapa begitu banyak anggota KPPS meninggal dunia akibat Pemilu 
2019.






Haris mengatakan perlu ada suatu tim pencari fakta untuk mengungkap semua 
pelanggaran itu. Dia mengamini itu tidak mudah. Terlebih, meski usul 
pembentukan tim sudah beredar dalam hitungan pekan, pemerintah cenderung 
bergeming.. "LSM-LSM juga diam. Ajaib," kata Haris. (bmw/osc)
  
  

  #yiv8567437312 #yiv8567437312 -- #yiv8567437312ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-mkp #yiv8567437312hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mkp #yiv8567437312ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mkp .yiv8567437312ad 
{padding:0 0;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mkp .yiv8567437312ad p 
{margin:0;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mkp .yiv8567437312ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-sponsor 
#yiv8567437312ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-sponsor #yiv8567437312ygrp-lc #yiv8567437312hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-sponsor #yiv8567437312ygrp-lc .yiv8567437312ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8567437312 #yiv8567437312actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8567437312
 #yiv8567437312activity span {font-weight:700;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv8567437312 #yiv8567437312activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8567437312 #yiv8567437312activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv8567437312 #yiv8567437312activity span 
.yiv8567437312underline {text-decoration:underline;}#yiv8567437312 
.yiv8567437312attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv8567437312 .yiv8567437312attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv8567437312 .yiv8567437312attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8567437312 .yiv8567437312attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8567437312 .yiv8567437312attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv8567437312 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv8567437312 .yiv8567437312bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8567437312 
.yiv8567437312bold a {text-decoration:none;}#yiv8567437312 dd.yiv8567437312last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8567437312 dd.yiv8567437312last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8567437312 
dd.yiv8567437312last p span.yiv8567437312yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv8567437312 div.yiv8567437312attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv8567437312 div.yiv8567437312attach-table 
{width:400px;}#yiv8567437312 div.yiv8567437312file-title a, #yiv8567437312 
div.yiv8567437312file-title a:active, #yiv8567437312 
div.yiv8567437312file-title a:hover, #yiv8567437312 div.yiv8567437312file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8567437312 div.yiv8567437312photo-title a, 
#yiv8567437312 div.yiv8567437312photo-title a:active, #yiv8567437312 
div.yiv8567437312photo-title a:hover, #yiv8567437312 
div.yiv8567437312photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8567437312 
div#yiv8567437312ygrp-mlmsg #yiv8567437312ygrp-msg p a 
span.yiv8567437312yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8567437312 
.yiv8567437312green {color:#628c2a;}#yiv8567437312 .yiv8567437312MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv8567437312 o {font-size:0;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312photos div {float:left;width:72px;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8567437312
 #yiv8567437312reco-category {font-size:77%;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312reco-desc {font-size:77%;}#yiv8567437312 .yiv8567437312replbq 
{margin:4px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-mlmsg select, #yiv8567437312 input, #yiv8567437312 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-mlmsg pre, #yiv8567437312 code {font:115% 
monospace;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-mlmsg #yiv8567437312logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-msg 
p#yiv8567437312attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-reco #yiv8567437312reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-sponsor 
#yiv8567437312ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-sponsor #yiv8567437312ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-sponsor #yiv8567437312ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv8567437312 #yiv8567437312ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8567437312 
#yiv8567437312ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv8567437312   

Kirim email ke