https://www.suaramerdeka.com/news/baca/183537/tuduhan-kecurangan-membuat-petugas-kpps-tertekan


Tuduhan Kecurangan Membuat Petugas KPPS Tertekan Bisa Berakibat Fatal

   - Thu, 09 May 2019 - 17:30 WIB
   
<https://www.suaramerdeka.com/news/baca/183537/tuduhan-kecurangan-membuat-petugas-kpps-tertekan#>

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tuduhan kecurangan yang ditujukan pada para
petugas pemilu membuat mereka tertekan dan bekerja dalam suasana tidak
nyaman. Tudingan kecurangan jauh-jauh hari dihembuskan oleh pihak-pihak
tertentu bisa berakibat fatal bahkan sampai pada tekanan yang berujung
kematian.

Pengamat politik UGM, Dr Abdul Gaffar Karim mengungkapkan hal itu ketika
bersama tim kelompok kerja menyampaikan paparannya mengenai kejadian sakit
dan meninggalnya petugas pemilu 2019. Ia menilai ada tekanan cukup besar
pada para petugas jauh sebelum pemilu.

''Pemilu masih jauh dan belum ada apa-apa tetapi tudingan kecurangan sudah
dilontarkan. Ini membuat tekanan batin kuat dalam diri petugas sehingga
mereka bekerja dalam suasana tertekan, tidak nyaman,'' tandas Gaffar di
Digillib Cafe UGM, kemarin.

Fenomena luar biasa itu membuat ia dan teman-teman di kampus dari berbagai
disiplin ilmu membuat kelompok kerja untuk melakukan penelitian. Penelitian
fokus pada kejadian meninggalnya para petugas dan juga mereka yang sakit.
Kendati demikian ia menegaskan berbagai kejadian selama pemilu bukan alasan
untuk mendeligitimasi pemilu. Pemilu sudah berjalan baik meskipun di
sana-sini banyak kekurangan karena ini pertama kali dalam sejarah Indonesia
berlangsung pemilu serentak.

Kurang Sempurna

Dekan Fisipol UGM, Dr Erwan Agus Purwanto MSi pada kesempatan itu
mengatakan meninggalnya para petugas pemilu bisa jadi karena banyak faktor.
Ia melihat sistem rekrutmen petugas dan pengecekan kesehatan sepertinya
hanya formalitas sehingga tidak diketahui secara pasti kondisi kesehatan
petugas. Mereka tidak menduga beban kerja akan sangat berat, tidak seperti
pemilu-pemilu sebelumnya.

''Para petugas pemilu harus mendapat apresiasi yang tinggi, pengorbanannya
luar biasa dengan honor yang jauh dibandingkan dengan beban kerjanya.
Memang ada yang kurang sempurna dalam pemilu serentak pertama ini dan ke
depan semoga ada mekanisme yang lebih baik,'' ujar Erwan sembari menegaskan
tidak ada alasan membatalkan pemilu atau mendeligitimasi hasil pemilu.

Pada saat yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan
Keperawatan, Prof dr Ova Emilia MMed Ed PhD SpOG(K) menjelaskan pihaknya
akan membantu kelompok kerja melakukan penelitian mengenai jatuhnya korban
jiwa dan sakit. Menurutnya banyak hal yang bisa menjadi penyebab kematian
yang orang tidak menduga sebelumnya. Kelelahan bisa menjadi faktor langsung
dan tidak langsung.

''Orang yang sudah terbiasa dengan beban kerja berat berbeda tingkat
kelelahannya dengan orang yang setiap harinya punya beban kerja sedikit.
Ini yang kadang-kadang tidak disadari kemudian menyimpulkan sendiri lantas
digoreng menjadi isu politik,'' tutur Ova.

Pakar psikologi yang juga Dekan Fakultas Psikologi, Prof Dr Faturochman MA
melihat beban kerja petugas pemilu memang sangat berat ditambah dengan
tudingan kecurangan yang sudah dilontarkan jauh sebelum pemilu. Ini
menjadikan mereka bekerja dalam tekanan, tidak bisa sejahtera selama
bekerja. Ia berpendapat seharusnya para petugas bekerja dalam suasana
menyenangkan dalam pesta demokrasi yang menggembirakan sehingga bebas dari
tekanan pihak manapun.
 Thu, 09 May 2019 - 17:30 WIB
<https://www.suaramerdeka.com/news/baca/183537/tuduhan-kecurangan-membuat-petugas-kpps-tertekan#>

Kirim email ke