Hanya tiga menteri terseret korupsi?  Apakah tidak lebih banyak?
 Kalau Jokowi-Ma'ruf   bikin kabinet baru maka yang paling praktis sesuai
penilaian selama ini cukup punya satu  kementrian dan satu menteri saja,
karena  seperti kita lihat  pada Jenderal Luhut Panjaitan, beliau menguasai
segala bidang dan sering berkomentar tentang bidang ekonomi dan
non-ekonomi.  Pasti rezim Jokowi- Ma'ruf hemat dan tidak akan ada menteri
yang makan gaji buta dan bisa korupsi seperti tiga mentri pada artikel
tercantum dibawah ini. Satu hal juga yang sangat penting ialah harus
dipertidakan kementrian agama, yang adalah sarangpenyamun. Termasuk Lukman
Hakim maka kementrian surgawi ini mempunyai tiga menteri yang terkait
korupsi,dua menteri dipenjarakan dan yang ketiga (lukman Hakim) ditunggu
oleh penjara. Belum lagi korupsi di kementrian yang menyebabkan diberi
julukan "sarang penyamun". Perlu ditekankan bahwa Allah tidak akan murka,
jika kementrian yang memakaiideologi Allah dijadikan sarang penyamun penuh
dengan bandit-bandit koruptor.


https://www.harianterbit.com/nasional/read/106105/Tiga-Menteri-Terseret-Dugaan-Kasus-Korupsi-Jokowi-Rombak-Kabinet






Tiga Menteri Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Jokowi Rombak Kabinet?
Safari
Sabtu, 04 Mei 2019 - 12:25 WIB
[image: Tiga Menteri Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Jokowi Rombak Kabinet?]
Tiga menteri Jokowi tersandung kasus hukum di KPK

*Jakarta, HanTer—Pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Presiden Jokowi
diisyaratkan bakal melakukan perombakan kabinetnya. Selain karena ada
beberapa anggota kabinet terpilih menjadi anggota DPR, juga setelah tiga
menteri dikaitkan dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).*

Seperti diketahui, tiga menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla
terseret pusaran kasus korupsi yang ditangani penyidik KPK. Menteri Agama
Lukman Hakim Saifuddin pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus
jual beli jabatan di Kemenag.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebelumnya juga menjadi saksi di
Sidang Tipikor dalam kasus dugaan suap dana hibah kepada Komite Olahraga
Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Terakhir, KPK juga menggeledah ruang kerja serta kediaman dari Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kasus gratifikasi politisi Golkar
Bowo Sidik Pangarso (BSP).

*Sangat Mungkin*

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menilai perombakan kabinet sangat mungkin
terjadi karena pasca-Pilpres 2019, Presiden Jokowi membutuhkan konsolidasi
baru hingga bulan Oktober mendatang.

"Bisa saja pasca-Pilpres, Jokowi membutuhkan konsolidasi baru sampai
Oktober mendatang," kata Karding di Jakarta, Jumat.

Selain itu dia mengatakan, pertanyaan apakah akan ada perombakan kabinet
atau tidak, tentu itu sangat mungkin karena ada beberapa anggota kabinet
terpilih menjadi anggota DPR.

Para menteri yang kemungkinan menjadi anggota DPR periode 2019-2024 yaitu
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

*Bisa Terjadi*

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Jokowi
sudah mengatakan, perombakan kabinet bisa terjadi ataupun tidak dalam waktu
dekat setelah tiga menteri dikaitkan dalam kasus dugaan korupsi yang
ditangani KPK.

"Presiden sudah mengatakan bisa iya, bisa tidak. Kami lihat
kepentingannya," kata Moeldoko di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan,
Jakarta, Kamis (2/5), saat menjawab pertanyaan soal kemungkinan perombakan
kabinet setelah tiga menteri tersebut terseret kasus dugaan korupsi.

Menurutnya, Presiden Jokowi mengutamakan kredibilitas. Apabila ada menteri
yang terjerat kasus korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka, maka Presiden
akan menggantinya.  "Kalau situasinya berubah, ya akan berubah. Kan begitu.
Status itu nanti yang bakalan menentukan. Selama belum ada status, jalan
saja," ujarnya.

*Dicopot*

Menanggapi rencana reshuffle kabinet ini, peneliti dari Komite Anti Korupsi
Indonesia (KAKI), Arifin Nur Cahyo mengatakan, Jokowi sebagai Presiden
harus berani mencopot menteri yang terseret korupsi. Keputusan Jokowi untuk
mencopot menteri yang diduga korupsi untuk mencairkan situasi pemilu yang
agak panas pasca Pemilu Raya 2019.

"Pecat menteri korup itu guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintah," ujar Arifin Nur Cahyo kepada *Harian Terbit*, Jumat (3/5/2019)..

Arifin menegaskan, pemecatan terhadap pejabat yang diduga korupsi itu tidak
hanya berlaku untuk menteri. Tapi juga berlaku untuk para oknum partai.
Oleh karena itu oknum partai itu juga harus diinvestigasi lebih dalam.
Apalagi menteri yang diduga terlibat korupsi itu terkuak ada main dengan
politisi salah satu partai koalisi di kubu 01.

"Kami meragukan komitmen pemerintah dalam usaha pemberantasan korupsi.
Tidak heran orang dekat Presiden saja terkena OTT," tandasnya.
#LUKMANHAKIMSAIFUDDIN
<https://www.harianterbit.com/readtag/LukmanHakimSaifuddin>   #KPK
<https://www.harianterbit.com/readtag/KPK>   #IMAMNAHRAWI
<https://www.harianterbit.com/readtag/ImamNahrawi>   #ENGGARTIASTO
<https://www.harianterbit.com/readtag/Enggartiasto>   #LUKITA
<https://www.harianterbit.com/readtag/Lukita>

Kirim email ke