https://mediaindonesia.com/read/detail/234514-bpip-dorong-presiden-bentuk-zaken-kabinet


 /*BPIP Dorong Presiden Bentuk Zaken Kabinet*/

Penulis: *Rudy Polycarpus* Pada: Kamis, 09 Mei 2019, 15:50 WIB Politik dan Hukum <https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum> <https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/234514-bpip-dorong-presiden-bentuk-zaken-kabinet>  <https://twitter.com/home/?status=BPIP Dorong Presiden Bentuk Zaken Kabinet https://mediaindonesia.com/read/detail/234514-bpip-dorong-presiden-bentuk-zaken-kabinet via @mediaindonesia>

BPIP Dorong Presiden Bentuk Zaken Kabinet <https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/05/d9771b095335c4f2185f997e2e57e3b9.jpg>

/Dok. MI/
Ahmad Syafii Maarif

PRESIDEN Joko Widodo diharap bisa leluasa menentukan kabinetnya di pemerintahan kedua.

Hal itu disampaikan pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ketika bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (9/5).

Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif mengatakan perlunya pembentukan kabinet zaken yang membuktikan kedaulatan presiden atas kabinetnya.

"Kami juga meminta kalau nanti Pak Jokowi pasti jadi presiden lagi, supaya dibentuk suatu zaken kabinet, kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli," ujar pria yang karib disapa Buya Syafii seusai pertemuan pengurus BPIP dengan Presiden Jokowi.

*Baca juga: Dipimpin Megawati, Jokowi Terima Laporan BPIP <https://mediaindonesia.com/read/detail/234464-dipimpin-megawati-jokowi-terima-laporan-bpip>*

Partai politik, lanjut Buya Syafii, bisa mengusulkan beberapa nama calon kepada presiden.

"Jadi Presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, kabinet yang lalu ini menurut saya banyak bolongnya," ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Syarat lainnya, sambung dia, menteri harus memahami filosofi Pancasila dan berjiwa patriotik dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Pengarah BPIP yang hadir antara lain Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dan anggota Dewan Pengarah BPIP seperti Mahfud MD, Said Aqil Siradj, Try Sutrisno dan Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto.(OL-5)






Kirim email ke