----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. 
<[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>; Sheila Kartika [email protected] 
[PERS-Indonesia] <[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; Eric DMS <[email protected]>; RKB 
<[email protected]>; Bh.jo [email protected] <[email protected]>Cc: 
"[email protected]" <[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; '[email protected]' [email protected] 
[temu_eropa] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 9 Mei 2019 23.09.24 
GMT+2Judul: Re: [nasional-list] BPIP Dorong Presiden Bentuk Zaken Kabinet
     

SUATU PERTIMBANGAN dan USUL yang bisa dipertimbangkan dan  CUKUP RELEVAN 
MENJAWAB TANTANGAN MASA PEMBANGUNAN dewasa kini dan kedepan serta  MENJAWAB 
SIKON POLITIK saat Ini.
On Thu, 9 May 2019 at 21:06, 'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]> wrote:

     
 


 
 
https://mediaindonesia.com/read/detail/234514-bpip-dorong-presiden-bentuk-zaken-kabinet
 
   
BPIP Dorong Presiden Bentuk Zaken Kabinet 
   Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 09 Mei 2019, 15:50 WIB Politik dan 
Hukum            
Dok. MI
  Ahmad Syafii Maarif  
   
PRESIDEN Joko Widodo diharap bisa leluasa menentukan kabinetnya di pemerintahan 
kedua.
 
Hal itu disampaikan pengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ketika 
bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (9/5).
 
Anggota Dewan Pengarah BPIP Ahmad Syafii Maarif mengatakan perlunya pembentukan 
kabinet zaken yang membuktikan kedaulatan presiden atas kabinetnya.
 
"Kami juga meminta kalau nanti Pak Jokowi pasti jadi presiden lagi, supaya 
dibentuk suatu zaken kabinet, kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli," ujar 
pria yang karib disapa Buya Syafii seusai pertemuan pengurus BPIP dengan 
Presiden Jokowi.
 
Baca juga: Dipimpin Megawati, Jokowi Terima Laporan BPIP
 
Partai politik, lanjut Buya Syafii, bisa mengusulkan beberapa nama calon kepada 
presiden.
 
"Jadi Presiden lebih berdaulat. Kalau tidak, kabinet yang lalu ini menurut saya 
banyak bolongnya," ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.
 
Syarat lainnya, sambung dia, menteri harus memahami filosofi Pancasila dan 
berjiwa patriotik dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.
 
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Pengarah BPIP yang hadir antara lain Ketua 
Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dan anggota Dewan Pengarah BPIP 
seperti Mahfud MD, Said Aqil Siradj, Try Sutrisno dan Sudhamek Agoeng Waspodo 
Soenjoto.(OL-5)
    

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

   
    

Kirim email ke