Viral Ucapkan Revolusi di YouTube, Politikus Gerindra Dilaporkan
Reporter:
Antara
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Jumat, 10 Mei 2019 09:31 WIB
Anggota DPR Partai Gerindra, Permadi saat konferensi pers di bekas
Kantor DPP PDI, Jakarta, Senin (31/8). Bersama aktivis Benteng Demokrasi
Rakyat (Bendera),mereka akan melakukan aksi di Kedubes Malaysia pada
Selasa (1/9). TEMPO/Dwianto WibowoAnggota DPR Partai Gerindra, Permadi
saat konferensi pers di bekas Kantor DPP PDI, Jakarta, Senin (31/8).
Bersama aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera),mereka akan melakukan
aksi di Kedubes Malaysia pada Selasa (1/9). TEMPO/Dwianto Wibowo
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pengacara Fajri Safi'i melaporkan politikus
PartaiGerindra <https://www.tempo.co/tag/gerindra> Permadi ke Polda
Metro Jaya terkait pernyataannya soal revolusi dalam sebuah video yang
tersebar melalui YouTube.
*Baca: Dipastikan Hoax, Video Viral Kecurangan di Gudang KPU Bekasi
<https://metro.tempo.co/read/1199953/dipastikan-hoax-video-viral-kecurangan-di-gudang-kpu-bekasi>*
Fajri datang ke Polda Metro Jaya pada Kamis malam untuk membuat
melaporkan Permadi. Namun dia urung melapor ke polisi karena ternyata
penegak hukum telah membuat laporan sendiri dan akhirnya dirinya akan
dijadikan saksi dalam kasus itu.
"Kita nggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi karena katanya LP sudah
ada oleh tim cyber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. Laporan
tersebut tipe A yakni laporan yang dibuat sendiri oleh polisi
berdasarkan temuannya," kata Fajri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis
malam, 9 Mei 2019.
Fajri hanya berkonsultasi di SPKT Polda Metro Jaya dan laporannya
dijadikan satu dengan laporan kepolisian.
Langkah selanjutnya, Fajri akan dipanggil sebagai saksi oleh polisi.
Selain berkonsultasi, saat di SPKT, Fajri memberikan video berupa
pernyataan-pernyataan Permadi yang menyebut revolusi.
"Tadi hanya saya menunjukkan beberapa video dan yang diunggah di
beberapa YouTube ada dan itu tersebar di akun YouTube lain. Itu yang
berpotensi menyulut kebencian orang yang membaca dan melihat video itu,"
ungkap Fajri.
Fajri mengatakan dirinya melaporkan Permadi sebagai masyarakat biasa. Ia
juga mengaku baru melihat video Permadi itu pada hari Kamis. Dia berniat
melaporkan Permadi di hari yang sama karena dirinya merasa dirugikan.
"Sebagai anak bangsa saya dirugikan pasti. Saya mau bernegara ini
selama-lamanya, bukan batas pemilu ini, ngapain kita bernegara sampai
pemilu ini bubar," ujar Fajri.
Fajri juga menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Permadi dalam
video itu. Menurutnya kalimat itu membangkitkan SARA untuk masyarakat
Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kalimat pertama yang saya soroti bahwa kita ini, negara ini sudah
dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan
bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini. Kemudian kalimat kedua yang
sangat penting sekali, jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita
harus revolusi, harus bubarkan negara ini," tuturnya.
*Baca:Real Count KPU, Gerindra dan PKS Terpaut Tipis di DKI
<https://metro.tempo.co/read/1201916/real-count-kpu-gerindra-dan-pks-terpaut-tipis-di-dki>*
Dalam waktu dekat ini, Fajri menyebut dirinya akan dipanggil oleh polisi
untuk memberikan keterangan terkait kasus videoviral
<https://www.tempo.co/tag/viral> politikus Gerindra itu sebagai saksi.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com