http://www.balipost.com/news/2019/05/10/75134/Seniman-Pembuat-Trofi-Piala-Presiden...html
Seniman Pembuat Trofi Piala Presiden
Tak Tahu Karyanya Diperbarui
Jumat, 10 Mei 2019 | 19:11:04
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F05%2F10%2F75134%2FSeniman-Pembuat-Trofi-Piala-Presiden...html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Seniman+Pembuat+Trofi+Piala+Presiden+Tak+Tahu+Karyanya+Diperbarui&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F05%2F10%2F75134%2FSeniman-Pembuat-Trofi-Piala-Presiden...html&via=balipostcom>
*
*
GIANYAR, BALIPOST.com – Pembaruan trofi Piala Presiden yang
merupakan hasil karya seniman Gianyar menimbulkan pertanyaan dari
masyarakat. Salah satunya datang dari Wayan Gede Hari Putra, seorang
pegiat olahraga di Gianyar.
Menurutnya, pembaruan hasil karya seni milik seniman patung asal Desa
Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini tanpa ada
pemberitahuan dari pihak PSSI maupun pemerintah. “Jangankan perhatian
berupa penghargaan atas karyanya, pemberitahuan perbaikan saja tidak
ada,” kata warga Gianyar, Jumat (10/5).
Pembaruan trofi Piala Presiden terlihat dari kejuaraan Piala Presiden
2019. Ada sentuhan perak dalam trofi buatan seniman patung IB Ketut
Lasem. “Kasian hasil karya seniman dan senimannya diputus begitu saja
tanpa ada perhatian berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, seniman IB Ketut Lasem juga tidak mengetahui hasil
karyanya dilakukan perbaikan oleh seniman lain. Sejak trofi Piala
Presiden itu diserahkan pada 2015, pemerintah maupun PSSI tidak ada
kontak dengan dirinya. “Saya hanya melihat trofi itu dari televisi,”
katanya.
Baca juga: Jack Mania Diringkus Bawa Ganja
<http://www.balipost.com/news/2017/09/19/22034/Jack-Mania-Diringkus-Bawa-Ganja.html>
Bagi seniman yang berkarya sejak tahun 1954 ini, jangankan mendapatkan
penghargaan berupa royalti, karyanya dinikmati oleh orang lain dan orang
lain menjadi senang, itu sudah menjadi kebanggaan. Namun atas perbaikan
yang dilakukan terhadap trofi yang dibuatnya, ia berharap setidaknya ada
koordinasi dengan konseptornya.
Ia menuturkan, trofi piala presiden itu dibuat dari kayu jati
Bojonegoro, setinggi 50 cm. Trofi itu dibuat selama dua bulan di
workshopnya. Dirinya membuat trofi tersebut setelah melewati seleksi
dari panitia, dengan pesaingnya empat seniman patung di Gianyar. (Agung
Dharmada/balipost)