*Karena ibukota baru direncanakan letaknya dekat atau pada bukit Soeharto,
maka akan cocok dan pantas sekali jika ibukota negara neo-Mojopahit
dinamakan SOEHARTOVILLE dan dengan begitu maka nama Soeharto bukan saja
diharumkam karena jasa-jasanya akan tetapi dihormati dan diabadikan.
Pepatah melayu kuno mengatakan :”harimau mati tinggalkan belangnya, gajah
mati meninggakan gadingnya. Apakah tidak dibikin patung raksasa Soeharto
untuk hiasan ibukota, ada bukti mesti juga ada patungnya.*


*Pertanyaan yang mungkin perlu diajukan ialah apa pendapat orang Dayak
tentang ibukota di tanah mereka?*



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4536273/siapapun-presiden-terpilih-pengusaha-minta-5-pr-ini-diselesaikan?tag_from=news_bacaJuga&_ga=2.24235898.1147668151.1557214937-1789166400.1545758683


8 Mei 2019 11:37 WIB


*Lebih Dekat dengan Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota Baru Indonesia*

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Foto: Wikipedia


Selasa, 7 Mei 2019 lalu, Presiden Joko Widodo atau yang akrab dipanggil
Jokowi meninjau lokasi 'calon ibu kota negara' ke Bukit Soeharto
<https://kumparan.com/topic/bukit-soeharto>. Bukit Soeharto berlokasi di
seksi 2 Jalan Tol Balikpapan - Samarinda, Kecamatan Sambodja, Kabupaten
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bersama dengan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati Kutai Kartanegara
Edy Damansyah, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Bappenas Bambang
Brodjonegoro, Presiden Jokowi melihat secara langsung kelayakan Bukit
Soeharto sebagai alternatif kala ibu kota dipindah kelak.

Kalimantan Timur <https://kumparan.com/topic/kalimantan-timur>dipilih
sebagai salah satu opsi, karena menurut Kepala Bappenas memiliki lahan
seluas dua kali lipat dari syarat minimum, yaitu 40 ribu hektare. Selain
itu, lokasinya juga strategis karena telah ditopang dengan infrastruktur
transportasi darat, laut, dan udara, sehingga bisa menghemat biaya
perpindahan ibu kota.

Sebab, berada di antara Balikpapan dan Samarinda, serta telah memiliki
jalan tol. Selain itu, Balikpapan dan Samarinda juga telah memiliki bandara
dan pelabuhan.

Lokasinya berada di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser
Utara. Berdasarkan SK Menhut 577/Menhut-II/2009, Bukit Soeharto atau yang
memiliki nama lengkap sebagai Taman Hutan Raya Bukit Soeharto itu memiliki
luas 67.766 hektare.

Luasnya mengalami peningkatan sebanyak 5.916 hektare dari angka 61.850
hektare setelah dilakukan pengukuran ulang. Sebab, pengukuran yang
dilakukan pada tahun 1991 dianggap kurang akurat.

lustrasi berada di tengah hutan Foto: Shutter Stock

Bukit Soeharto terdiri dari hutan lindung kawasan safari dengan luas 19.865
hektare, hutan pendidikan 1.500 hektare, taman wisata 4.400 hektare, area
perkemahan Pramuka 2.700 hektare, Wanariset Samboja 3.504 hektare, dan
Penelitian Pusat Rehabilitasi Hutan Tropis Unmul 22.183 hektare.

Memiliki nama lengkap Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, kawasan ini
digunakan untuk melindungi, menjaga kelestarian, dan menjamin pemanfaatan
potensi kawasan, serta berfungsi untuk memelihara tumbuhan dan satwa alami
atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi alternatif ibu kota di Bukit Soeharto,
Jalan Tol Samarinda Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto:
Fahrian Saleh/kumparan

Pemeliharaan dan pelestarian di Bukit Soeharto dilakukan untuk kepentingan
penelitian, pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan
rekreasi. Selain itu, karena ditumbuhi pepohonan berbatang kayu keras,
kawasan Bukit Soeharto juga diperuntukkan sebagai etalase hutan tropis
basah di Kalimantan Timur, penyeimbang iklim makro, serta daerah resapan
air.

Beberapa jenis tanaman yang bisa kamu temukan di Bukit Soeharto antara lain
Akasia, Mahoni, Sengon, Meranti, Karet, Rotan, dan Ketapang. Sementara
fauna yang menjadikan Bukit Soeharto sebagai rumahnya antara lain orang
utan, landak, burung enggang, kera ekor panjang, tupai, dan musang. Sungguh
kaya, ya.

Ilustrasi satwa Indonesia Foto: Dok. Javan Gibbon Center

Pemberian nama Soeharto pada taman hutan raya ini tidak sembarangan.
Alasannya adalah karena hutan ini dijadikan sebagai kawasan lindung saat
Pemerintah Soeharto berkuasa.

Sayang, setelah lengsernya rezim Cendana, Bukit Soeharto sempat tak terurus
dengan baik. Terlebih saat banyak orang yang mengetahui bahwa bukit ini
memiliki tambang batu bara di dalamnya. Kabarnya, pembalakan liar pun
terjadi di sekitar kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto

Apabila nanti pemerintah memang menjatuhkan pilihan di Bukit Soeharto,
semoga saja ada solusi yang lebih baik bagi flora, fauna, dan juga tambang
batu bara yang ada di sekitarnya. Bagaimana menurutmu?






*Karena ibukota baru direncanakan letaknya dekat atau pada bukit Soeharto,
maka akan cocok dan pantas sekali jika ibukota negara neo-Mojopahit
dinamakan SOEHARTOVILLE dan dengan begitu maka nama Soeharto bukan saja
diharumkam karena jasa-jasanya akan tetapi juga dihormati dan diabadikan.
Pepatah melayu kuno mengatakan :”harimau mati tinggalkan belangnya, gajah
mati meninggakan gadingnya. Apakah tidak dibikin patung raksasa Soeharto
untuk hiasan ibukota, ada bukti mesti juga ada patungnya.*

*Pertanyaan yang mungkin perlu diajukan ialah apa pendapat orang Dayak
tentang ibukota di tanah mereka?*



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4536273/siapapun-presiden-terpilih-pengusaha-minta-5-pr-ini-diselesaikan?tag_from=news_bacaJuga&_ga=2.24235898.1147668151.1557214937-1789166400.1545758683


8 Mei 2019 11:37 WIB


*Lebih Dekat dengan Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota Baru Indonesia*

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto Foto: Wikipedia


Selasa, 7 Mei 2019 lalu, Presiden Joko Widodo atau yang akrab dipanggil
Jokowi meninjau lokasi 'calon ibu kota negara' ke Bukit Soeharto
<https://kumparan.com/topic/bukit-soeharto>. Bukit Soeharto berlokasi di
seksi 2 Jalan Tol Balikpapan - Samarinda, Kecamatan Sambodja, Kabupaten
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bersama dengan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati Kutai Kartanegara
Edy Damansyah, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Bappenas Bambang
Brodjonegoro, Presiden Jokowi melihat secara langsung kelayakan Bukit
Soeharto sebagai alternatif kala ibu kota dipindah kelak.

Kalimantan Timur <https://kumparan.com/topic/kalimantan-timur>dipilih
sebagai salah satu opsi, karena menurut Kepala Bappenas memiliki lahan
seluas dua kali lipat dari syarat minimum, yaitu 40 ribu hektare. Selain
itu, lokasinya juga strategis karena telah ditopang dengan infrastruktur
transportasi darat, laut, dan udara, sehingga bisa menghemat biaya
perpindahan ibu kota.

Sebab, berada di antara Balikpapan dan Samarinda, serta telah memiliki
jalan tol. Selain itu, Balikpapan dan Samarinda juga telah memiliki bandara
dan pelabuhan.

Lokasinya berada di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser
Utara. Berdasarkan SK Menhut 577/Menhut-II/2009, Bukit Soeharto atau yang
memiliki nama lengkap sebagai Taman Hutan Raya Bukit Soeharto itu memiliki
luas 67.766 hektare.

Luasnya mengalami peningkatan sebanyak 5.916 hektare dari angka 61.850
hektare setelah dilakukan pengukuran ulang. Sebab, pengukuran yang
dilakukan pada tahun 1991 dianggap kurang akurat.

lustrasi berada di tengah hutan Foto: Shutter Stock

Bukit Soeharto terdiri dari hutan lindung kawasan safari dengan luas 19.865
hektare, hutan pendidikan 1.500 hektare, taman wisata 4.400 hektare, area
perkemahan Pramuka 2.700 hektare, Wanariset Samboja 3.504 hektare, dan
Penelitian Pusat Rehabilitasi Hutan Tropis Unmul 22.183 hektare.

Memiliki nama lengkap Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, kawasan ini
digunakan untuk melindungi, menjaga kelestarian, dan menjamin pemanfaatan
potensi kawasan, serta berfungsi untuk memelihara tumbuhan dan satwa alami
atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli.

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi alternatif ibu kota di Bukit Soeharto,
Jalan Tol Samarinda Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto:
Fahrian Saleh/kumparan

Pemeliharaan dan pelestarian di Bukit Soeharto dilakukan untuk kepentingan
penelitian, pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan
rekreasi. Selain itu, karena ditumbuhi pepohonan berbatang kayu keras,
kawasan Bukit Soeharto juga diperuntukkan sebagai etalase hutan tropis
basah di Kalimantan Timur, penyeimbang iklim makro, serta daerah resapan
air.

Beberapa jenis tanaman yang bisa kamu temukan di Bukit Soeharto antara lain
Akasia, Mahoni, Sengon, Meranti, Karet, Rotan, dan Ketapang. Sementara
fauna yang menjadikan Bukit Soeharto sebagai rumahnya antara lain orang
utan, landak, burung enggang, kera ekor panjang, tupai, dan musang. Sungguh
kaya, ya.

Ilustrasi satwa Indonesia Foto: Dok. Javan Gibbon Center

Pemberian nama Soeharto pada taman hutan raya ini tidak sembarangan.
Alasannya adalah karena hutan ini dijadikan sebagai kawasan lindung saat
Pemerintah Soeharto berkuasa.

Sayang, setelah lengsernya rezim Cendana, Bukit Soeharto sempat tak terurus
dengan baik. Terlebih saat banyak orang yang mengetahui bahwa bukit ini
memiliki tambang batu bara di dalamnya. Kabarnya, pembalakan liar pun
terjadi di sekitar kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto

Apabila nanti pemerintah memang menjatuhkan pilihan di Bukit Soeharto,
semoga saja ada solusi yang lebih baik bagi flora, fauna, dan juga tambang
batu bara yang ada di sekitarnya. Bagaimana menurutmu?

Kirim email ke