*Kalau ada yang bikin pesta perayaan ulang tahun apa pun,  mengapa tidak!
Bukankah setiap pesta selalu ramai, terkecuali ada yang menggangu seperti
hujan lebat dan banjir. Kalau ada yang mau bikin perayaan ulang tanun PKI,
bisa saja asal tidak diganggu hantu bersenjata. Kalau ada yang merayakan
maka pasti akan diyanyikan seperti ini :*
https://www.youtube.com/watch?v=LwQNn5WRfnk

*Kalau TNI dan Polri mau baku hantam biarkan saja sebagai latihan main-main
jadi sungguh-sungguh, supaya bisa bertambah wawasan, kecerdasan mereka yang
akan meningkat masing-masing pihak. Kalau ada korban jiwa diantara mereka
adalah hal biasa dalam setiap pertikaian bersenjata. Mereka yang jatuh
korban karena jiwa melayang ada Taman Pahlawan, selain itu ada juga yang
paling penting dan indah ialah Taman Firdaus di seberang sana yang menurut
pakar-pakar ilmu langitan disana itu di taman itu di urus oleh bidadari
cantik bin molek lagi sexy yang setiap waktu bersedia memberikan service
jasmaniah dan rochaniah yang tak terbanyangkan di bumi.*

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4547237/selain-adu-domba-tni-polri-iwan-juga-provokasi-soal-ulang-tahun-pki?tag_from=news_newsfeed_7


 Senin 13 Mei 2019, 13:55 WIB
Selain Adu Domba TNI-Polri, Iwan Juga Provokasi soal Ulang Tahun PKI
Sudirman Wamad - detikNews


[image: Selain Adu Domba TNI-Polri, Iwan Juga Provokasi soal Ulang Tahun
PKI]Iwan Adi Sucipto membuat video provokasi yang adu domba TNI-Polri serta
menyebut 22 Mei sebagai ulang tahun PKI. (Foto: tangkapan layar Facebook)
*Cirebon* - Polisi menangkap Iwan Adi Sucipto (49), warga Cirebon, pembuat
video provokatif adu domba TNI-Polri. Selain itu, Iwan memprovokasi soal 22
Mei ialah ulang tahun Partai Komunis Indonesia (PKI).

Video Iwan itu viral di media sosial (medsos). Awalnya ia berbicara
menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat. Iwan menilai Kapolri
menyulut amarah masyarakat. Bahkan menyerukan masyarakat untuk siap mati
berjuang di jalan jihad. Bahkan, dia menyatakan TNI siap bertempur melawan
kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah Panglima.
Kapolres Cirebon AKPB Suhermanto mengatakan ucapan Iwan terkait sentimen
PKI adalah hoaks alias berita bohong. "Karena muatan video itu berbahaya,
mengandung unsur provokatif adu domba TNI-Polri. Kemudian ada berita
bohongnya juga soal 22 Mei adalah ulang tahun PKI. Sebenarnya Ini tidak
benar," kata Suhermanto kepada *detikcom* di Mapolres Cirebon, Jalan Raden
Dewi Sartika Cirebon, Jabar, Senin (13/5/2019).

Polres Cirebon masih mendalami kasus tersebut. "Masih pemeriksaan. Betul
sudah ditangkap. Iya (bahwa Iwan) warga Cirebon, Kecamatan Sumber," ucap
Suhermanto.

*Baca juga: *Polisi Periksa Pria Cirebon Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri
<https://news.detik.com/read/2019/05/13/112031/4546954/486/polisi-periksa-pria-cirebon-pembuat-video-adu-domba-tni-polri>

*(bbn/bbn)*

*Baca juga: *Sebar Provokasi dan Adu Domba TNI-Polri, Seorang Pria
Ditangkap di Cirebon
<https://news.detik.com/read/2019/05/13/100818/4546836/10/sebar-provokasi-dan-adu-domba-tni-polri-seorang-pria-ditangkap-di-cirebon>

Iwan mengaku hidup di lingkungan keluarga militer. Usai mengadu domba
TNI-Polri, Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Iwan berbicara soal
ulang tahun PKI. Iwan mengaitkan sentimen PKI itu dengan rencana aksi 22
Mei mendatang.

 Kapolres Cirebon AKPB Suhermanto mengatakan ucapan Iwan terkait sentimen
PKI adalah hoaks alias berita bohong. "Karena muatan video itu berbahaya,
mengandung unsur provokatif adu domba TNI-Polri. Kemudian ada berita
bohongnya juga soal 22 Mei adalah ulang tahun PKI. Sebenarnya Ini tidak
benar," kata Suhermanto kepada *detikcom* di Mapolres Cirebon, Jalan Raden
Dewi Sartika Cirebon, Jabar, Senin (13/5/2019).

Polres Cirebon masih mendalami kasus tersebut. "Masih pemeriksaan. Betul
sudah ditangkap. Iya (bahwa Iwan) warga Cirebon, Kecamatan Sumber," ucap
Suhermanto.

*Baca juga: *Polisi Periksa Pria Cirebon Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri
<https://news.detik.com/read/2019/05/13/112031/4546954/486/polisi-periksa-pria-cirebon-pembuat-video-adu-domba-tni-polri>

*(bbn/bbn)*

Kirim email ke