*Apakah tidak dipikirkan terdahulu keburuka  berlasungnya Pemilu sebelum
dilaksanakan? Ataunya memang sengaja dibuat demikian supaya kekuasaan tetap
berada ditangan yang sama?*

On Mon, May 13, 2019 at 9:24 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Wapres sebut ada dua solusi perbaikan sistem pemilu Indonesia
>
>    - PILPRES <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
>    -  13 Mei 2019 13:27
>
> [image: KPU Papua Barat supervisi Maybrat dan Fakfak]Wakil Presiden Jusuf
> Kalla memberikan pernyataan pers di Kantor Wapres Jakarta, Senin
> (13/4/2019). (Fransiska Ninditya)
>
> Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut dua solusi untuk
> memperbaiki kelemahan sistem Pemilu 2019, yang menimbulkan korban jiwa
> hingga lebih dari 450 orang petugas penyelenggara, yakni pemisahan jenis
> pemilu dan sistem pileg proporsional tertutup.
>
> "Evaluasinya dua itu, bahwa jangan disatukan, kemudian jangan lagi
> (proporsional) terbuka supaya yang dihitung hanya partainya. Supaya patai
> juga memilih orang yang baik, karena banyak isu tentang biaya yang besar,"
> kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Senin.
>
> Menurut JK, salah satu penyebab banyaknya penyelenggara dan petugas pemilu
> meninggal dunia adalah rumitnya penghitungan perolehan suara pileg DPR,
> DPRD provinsi dan DPRD kabupaten.
>
> Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus mencatat
> perolehan suara dari setiap caleg di setiap entitas pileg, apakah itu
> tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.
>
> "Yang paling berat sebenarnya tiga sistem yang tergabung itu, sehingga
> makin banyak. Kedua, sistemnya terbuka, sehingga nama pun harus dicatat,
> sehingga butuh waktu bagi mereka bekerja lama sekali," jelasnya.
>
> Selain itu, lanjut politikus senior Partai Golkar itu, jumlah partai
> politik yang menjadi peserta di Pemilu 2019 bertambah dibandingkan Pemilu
> 2014. Akibatnya, waktu yang diperlukan petugas KPPS untuk menghitung
> perolehan suara caleg juga lebih lama.
>
> "Jadi yang terberat sebenarnya bukan pilpresnya, yang terberat justru
> pileg itu karena sistemnya terbuka. Jadi (sekarang) 16 partai, dulu cuma 10
> partai, jadi bertambah lebih 60 persen," katanya.
>
> Oleh karena itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019 perlu
> dilakukan untuk memperoleh sistem terbaik di pemilu berikutnya yang sesuai
> dengan kondisi Indonesia.
> Pewarta: Fransiska Ninditya
> Editor: Kunto Wibisono
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_-8244111258957155804_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke