Tiga Pernyataan Kontroversial Kivlan Zen di Tahun Politik

Reporter:


       M Rosseno Aji

Editor:


       Endri Kurniawati

Senin, 13 Mei 2019 11:00 WIB

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/ArkheMantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen di sela-sela Simposium Anti PKI di Balai Kartini Jakarta, 1 Juni 2016. TEMPO/Arkhe

*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal PurnawirawanKivlan Zen <https://www.tempo.co/tag/kivlan-zen>kerap membuat pernyataan kontroversial pada 2019. Sasarannya Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Wiranto dan Presiden keenam Soesilo Bambang Yudhoyono. Berikut adalah tiga pernyataan Kivlan sepanjang 2019:

-Wiranto Dalang Kerusuhan 1998

Kivlan Zen berseteru dengan Menkopolhukam Wiranto pada Februari lalu soal dalang kerusuhan Mei 1998. Perseteruan dimulai saat Kivlan menuding Wiranto dalang kerusuhan di ujung masa Orde Baru dalam acara /Para Tokoh Bicara 98/ di Gedung Ad Premier, Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2019. Selain menuding dalang kerusuhan, Kivlan juga menyebut Wiranto memainkan peranan ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI.

Baca: Kivlan Zen Ancam Akan Buka Semua Aib SBY, Apabila ... <https://nasional.tempo.co/read/1204612/kivlan-zen-ancam-akan-buka-semua-aib-sby-apabila>

Wiranto tak berterima dan meminta Kivlan membuktikan pernyataannya lewat sumpah pocong. Kivlan memilih berdebat ketimbang melakukan sumpah pocong sebagaimana tantangan Wiranto. "Tulis di /Tempo/, saya tantang dia debat," kata Kivlan, Selasa, 26 Februari 2019. Pada akhirnya, tantangan sumpah pocong atau debat tak ada yang terlaksana.

Nama Kivlan tak bersih-bersih amat soal peristiwa 98 itu. Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Kivlan menjadi komandan bisnis PAM Swakarsa atau Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa. PAM Swakarsa adalah kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998, yang berakhir dengan Tragedi Semanggi.

ADVERTISEMENT

“Pam swakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak dimana masa pro demokrasi diadu dengan Pam swakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya,” ujar Andi Arief saat dihubungi pada Jumat, 10 Mei 2019.

-SBY Jenderal Licik

Kivlan kembali mengeluarkan ujaran yang memantik kontroversi seusai Pemilihan Presiden 2019. Kali ini, sasarannya SBY dan politikus Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Ucapan Kivlan pada mulanya adalah tanggapan terhadap cuitan Andi di akun twitternya yang menyebut bahwa ada setan gundul yang memberi informasi sesat bahwa Prabowo Subianto menang dalam Pilpres 2019, hingga calon presiden nomor urut 02 itu bersujud syukur pada 17 April sore.

"Justru dia yang setan gundul. Andi Arief itu setan gundul, dia yang setan. Masak kami dibilang setan gundul. Orang Demokrat enggak jelas kelaminnya. Susilo Bambang Yudhoyono enggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan menjadi calon presiden dengan gayanya segala macam," kata Kivlan saat diwawancarai awak media di sela aksi unjuk rasa ratusan orang di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Kamis, 9 Mei 2019.

Baca: Bantu SBY Selama Presiden, Kivlan Zen: Tanpa Imbalan Sepeser pun <https://nasional.tempo.co/read/1204583/bantu-sby-selama-presiden-kivlan-zen-tanpa-imbalan-sepeser-pun>

Inisiator pembentukan aliansi Gabungan Elemen Rakyat (Gerak) yang mendemo Bawaslu ini berujar SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat orang yang licik. "Saya tahu sifatnya, mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik," kataKivlan Zen <https://nasional.tempo.co/read/1204784/kivlan-zen-akan-buka-aib-sby-demokrat-sarankan-tak-tambah-musuh>.

ADVERTISEMENT

Wakil Sekretaris Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik sebagai Jenderal Kunyuk. “Kata Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kivlan Zen itu "Mayjen Kunyuk". Mungkin karena dinilai liar dan biang onar. Masak Kunyuk mau menilai manusia? Presiden RI Ke enam pula, yang jauh melebihinya dalam hal apapun?,” ujar Rachland saat dihubungi Tempo pada Jumat pagi, 10 Mei 2019.

Lelucon soal Mayjen Kunyuk ini memang pernah dilontarkan Gus Dur. Kala itu, Gus Dur yang masih menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengatakan dalang kerusuhan di sejumlah daerah seperti di Ambon adalah tentara. Yaitu seorang Mayjen K.

Pada Februari 1999, Kivlan Zen yang kala itu masih menjabat sebagai Staff Ahli Kepala Staff Angkatan Darat mendatangi Gus Dur di kantor PBNU. Ia pun meminta Gus Dur mengklarifikasi ucapannya. Dalam bebarapa kesempatan Kival Zen pernah mengatakan bahwa Gus Dur kemudian menarik ucapannya soal Mayjen K.

Nah, saat ditanya oleh wartawan siapa sebenarnya Mayjen K, Gus Dur malah menjawab Mayjen Kunyuk. Sementara itu, Kivlan menyebut Mayjen kira-kira.


-Ancam Buka Aib SBY

Setelah menuding SBY orang licik, Kivlan mendapat serangan balik dari para politikus Demokrat. Andi Arief dan koleganya Ferdinand Hutahaean jadi salah dua orang yang paling gencar menyerang Kivlan. Mendapat serangan itu, Kivlan mengancam akan membeberkan seluruh aib SBY, bila kader Demokrat terus menanggapi pernyataannya. "Nanti saya buka semua aibnya, jangan macam-macamlah SBY. Dari situ sudah licik dia to,” kata Kivlan, Sabtu, 11 Mei 2019.

Kivlan meminta SBY agar tidak banyak tingkah kalau tidak ingin aibnya dibuka ke publik. “Saya tahu aib-aibnya semua ini, termasuk Wiranto."

ADVERTISEMENT

Soal aib SBY, Kivlan juga meminta Andi Arief bertanya kepada ketua umum Partai Demokrat itu tentang peristiwa pada 7 Oktober 1982 di Infantery Advance Corps atau sekolah lanjutan perwira, Fort Benning, Georgia. "Kenapa dia melarikan diri tiga hari dari kampus?"

**



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke