Tiongkok Sudah Siap
http://indonesian.cri.cn/20190513/c1c443f3-a28e-de91-5a7f-4a2146b52e6d.html
2019-05-13 09:37:12
Amerika Serikat belum lama lalu mengenakan tarif impor tambahan terhadap
barang-barang asal Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS dengan kenaikan
tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen. Ancaman dari AS masih
terus meningkat. Diberitakan AS akan memulai prosedur penerapan tarif
impor sebesar 25 persen atas barang-barang asal Tiongkok senilai 325
miliar dolar AS. Sementara itu, negosiasi ekonomi dan perdagangan
putaran ke-11 kedua negara sudah berakhir di Washington, AS pekan lalu.
Kedua pihak setuju akan melanjutkan perundingan pada masa depan.
Dengan penerapan tarif tambahan sebesar 25 persen tersebut, AS ternyata
ingin melakukan tawar menawar dalam perundingan dengan Tiongkok. Akan
tetapi, dilihat dari pernyataan Liu He selaku kepala tim negosiator
Tiongkok untuk dialog ekonomi Tiongkok-AS, AS seharusnya memahami tiga
keprihatinan utama Tiongkok, yakni menghapuskan semua tarif tambahan,
menetapkan volume pembelian perdagangan yang sesuai dengan keadaan riil,
serta memperbaiki keseimbangan naskah perjanjian yang diperundingkan.
Dalam masalah-masalah tersebut, Tiongkok mutlak tidak akan mundur atau
memberikan konsesi. Oleh karena itu, tak peduli betapa besarnya tekanan
dari AS, Tiongkok mutlak tidak akan tunduk, baik dulu, sekarang maupun
di masa mendatang.
Meninjau kembali proses negosiasi Tiongkok-AS selama satu tahun yang
lalu, kedua pihak telah mencapai sejumlah kemajuan, tapi juga mengalami
jalan yang berliku-liku, namun Tiongkok selalu memandang kesulitan yang
terjadi dalam perundingan sebagai fenomena yang normal, dan terus dengan
tulus maksimal mendorong maju negosiasi, sebab Tiongkok tahu benar bahwa
dalam perang dagang tiada pihak yang menang, pengenaan tarif tambahan
tidak menguntungkan bagi Tiongkok maupun AS, juga tidak menguntungkan
bagi dunia. Hanya kerja sama yang menjadi satu-satunya pilihan tepat
bagi Tiongkok dan AS. Akan tetapi, kerja sama itu harus dilandasi
prinsipnya. Tiga perhatian atau keprihatinan utama Tiongkok merupakan
“garis merah” atau “bottom line” Tiongkok dalam perundingan, yang
sekali-kali tidak boleh ditantangi atau dilanggar oleh AS.
Menghadapi perang dagang, Tiongkok jauh sebelumnya sudah menyatakan
sikapnya, yakni Tiongkok tidak mau dilibatkan perang dagang, tapi juga
tidak takut apabila tidak ada pilihan lainnya. Atas tindakan AS
tersebut, Tiongkok sudah memberikan jawabannya, yaitu bagi perundingan,
pintunya selalu terbuka; jika AS ingin melancarkan perang dagang,
Tiongkok mutlak tidak akan mundur. Tiongkok pasti akan berhasil
mengatasi krisis dan menjadikannya sebagai peluang perkembangan,
sehingga Tiongkok akan menjadi lebih kuat.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com