----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>Cc: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 15 Mei 2019 01.14.10 GMT+2Judul: 
[nasional-list] Re: [temu_eropa] Amien Rais: Sekarang Kami Tidak Gunakan People 
Power, Tapi...
     

HAYO KITA NYANYI BERSAMA menyanbut KEMENANGAN dan melawan KECURANGAN WOWO (Tapi 
- Tak ikut2an usah Joget Dang Dut segala....JOKOWI  Bukan President DANG-DUT )
Nyanyi  bersama dimulai :> SORAK - SORAK BEGEMBIRA 
   KITA MENANG SEMUA > PASTI BEBAS NEGRI KITA     dari PARANOIA BANGSA >  
INDONESiA MERDEKA --     PUPPET POWER KE NERAKA  > SAMPAILAH TUJUAN KITA    
JOKOWI ''PRESIDEN KITA''  ......
On Tue, 14 May 2019 at 21:16, 'j.gedearka' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]> wrote:

     
 

AMIN  RAIS .... bagaikan CUACA .... Tak Pernah stabil dan selalu Berubah  ( Dan 
begitulah Wataknya)Berganti Sarong (Isinya sama)>> Dari Kekuatan ''PUPPET POWER 
''...berganti menjadi ''KEDAULATAN RAYAP2 ''...... 




 
 

 
 
https://nasional.tempo.co/read/1205430/amien-rais-sekarang-kami-tidak-gunakan-people-power-tapi/full&view=ok
 
 
 Amien Rais: Sekarang Kami Tidak Gunakan 
 
 
People Power, Tapi... 
   Reporter: 
Fikri Arigi
   Editor: 
Rina Widiastuti
  Selasa, 14 Mei 2019 19:49 WIB     
Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres nomor urut 02 Prabowo 
Subianto, Amien Rais, sebelum menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarampaet di 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ
  
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenanan Nasional (BPN) Amien 
Rais, menyebut kubunya takkan lagi menggunakan istilah people power. Sebagai 
gantinya, kata Amien, mereka akan menggunakan istilah kedaulatan rakyat.
 
Baca: Soal People Power, Ma'ruf Amin: Kapan Kita Dewasa Berdemokrasi
 
“Dari sekarang kami tidak gunakan people power tapi gunakan kedaulatan rakyat,” 
tutur Amien di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.
 
Juru bicara BPN, Dahnil Anzar, menjelaskan maksud dari perkataan Amien. Menurut 
Dahnil, pergantian istilah itu dimaksudkan Amien sebagai humor satire yang 
menyindir kejadian beberapa hari lalu, di mana orang-orang yang menyebut people 
power, seperti Eggi Sudjana dilaporkan ke polisi.
   
“Iya. Kedaulatan rakyat. Itu hanya kata-kata saja. Itu sebanarnya satire yang 
disampaikan Pak Amien. People power itu bukan sesuatu yang sebenarnya 
menakutkan,” ucap Dahnil di lokasi yang sama kepada wartawan.
 
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara 
Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. 
ANTARA/Sigid Kurniawan
 
Dahnil mengatakan, people power dibenarkan secara hukum. Adapun gerakan-gerakan 
yang melanggar atau bisa disebut makar adalah gerakan anarkisme, atau hal-hal 
lain yang mengganti dasar negara.
 
Baca: Hadang Gerakan People Power, Aktivis 98 Siap Kawal KPU
 
Dahnil justru menyebut pihak yang meredam people power adalah tindakan 
inkonstitusional. “Jadi kalau ada orang yang mengancam sedang protes, itu 
justru tindakan inkonstitusional dan itu tindakan makar,” kata dia.
 
Amien menyampaikan hal itu dalam acara yang diadakan Prabowo Subianto bersama 
BPN yang membeberkan data-data kecurangan pemilu 2019. Acara ini dihadiri oleh 
Prabowo, Sandiaga, Ketua BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, 
Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar dan lainnya. Relawan pun memenuhi arena acara di 
aula Hotel Grand Sahid.
 
Pada acara ini mereka memaparkan sedikitnya enam bukti kecurangan. Di 
antaranya, Kartu Keluarga di beberapa tempat yang mereka nilai manipulatif. 
Lalu, jumlah pemilih tetap yang bermasalah. Contohnya, menurut mereka suara 
pemilih di Jawa Timur sebanyak 7.644.025 orang, dengan 5,3 juta orang invalid, 
dan 2,2 juta pemilih ganda.
 
Baca: Unggah Soal People Power di Facebook, Dosen di Bandung Ditangkap
 
Selain itu, mereka menuding Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak 
netral, karena sistemnya tidak realtime. Selain itu hasil C1 dinilai 
manipulatif. Karena tabel dalam tiap-tiap gambar tidak rapi, sehingga dicurigai 
hasil manipulasi.
     Reporter: 
Fikri Arigi
   Editor: 
Rina Widiastuti
  Selasa, 14 Mei 2019 19:49 WIB     
Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional capres nomor urut 02 Prabowo 
Subianto, Amien Rais, sebelum menjadi saksi dalam sidang Ratna Sarampaet di 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 4 April 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ
  
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenanan Nasional (BPN) Amien 
Rais, menyebut kubunya takkan lagi menggunakan istilah people power. Sebagai 
gantinya, kata Amien, mereka akan menggunakan istilah kedaulatan rakyat.
 
Baca: Soal People Power, Ma'ruf Amin: Kapan Kita Dewasa Berdemokrasi
 
“Dari sekarang kami tidak gunakan people power tapi gunakan kedaulatan rakyat,” 
tutur Amien di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.
 
Juru bicara BPN, Dahnil Anzar, menjelaskan maksud dari perkataan Amien. Menurut 
Dahnil, pergantian istilah itu dimaksudkan Amien sebagai humor satire yang 
menyindir kejadian beberapa hari lalu, di mana orang-orang yang menyebut people 
power, seperti Eggi Sudjana dilaporkan ke polisi.
   
“Iya. Kedaulatan rakyat. Itu hanya kata-kata saja. Itu sebanarnya satire yang 
disampaikan Pak Amien. People power itu bukan sesuatu yang sebenarnya 
menakutkan,” ucap Dahnil di lokasi yang sama kepada wartawan.
 
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara 
Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. 
ANTARA/Sigid Kurniawan
 
Dahnil mengatakan, people power dibenarkan secara hukum. Adapun gerakan-gerakan 
yang melanggar atau bisa disebut makar adalah gerakan anarkisme, atau hal-hal 
lain yang mengganti dasar negara.
 
Baca: Hadang Gerakan People Power, Aktivis 98 Siap Kawal KPU
 
Dahnil justru menyebut pihak yang meredam people power adalah tindakan 
inkonstitusional. “Jadi kalau ada orang yang mengancam sedang protes, itu 
justru tindakan inkonstitusional dan itu tindakan makar,” kata dia.
 
Amien menyampaikan hal itu dalam acara yang diadakan Prabowo Subianto bersama 
BPN yang membeberkan data-data kecurangan pemilu 2019. Acara ini dihadiri oleh 
Prabowo, Sandiaga, Ketua BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, 
Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar dan lainnya. Relawan pun memenuhi arena acara di 
aula Hotel Grand Sahid.
 
Pada acara ini mereka memaparkan sedikitnya enam bukti kecurangan. Di 
antaranya, Kartu Keluarga di beberapa tempat yang mereka nilai manipulatif. 
Lalu, jumlah pemilih tetap yang bermasalah. Contohnya, menurut mereka suara 
pemilih di Jawa Timur sebanyak 7.644.025 orang, dengan 5,3 juta orang invalid, 
dan 2,2 juta pemilih ganda.
 
Baca: Unggah Soal People Power di Facebook, Dosen di Bandung Ditangkap
 
Selain itu, mereka menuding Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak 
netral, karena sistemnya tidak realtime. Selain itu hasil C1 dinilai 
manipulatif. Karena tabel dalam tiap-tiap gambar tidak rapi, sehingga dicurigai 
hasil manipulasi.
   

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 

   

 
|  | Bez virů. www.avast.com  |

    

Kirim email ke