Demokrat: Klaim 62 Persen Kemenangan Prabowo Tidak Terbukti
Rabu , 15 Mei 2019 | 10:35
Demokrat: Klaim 62 Persen Kemenangan Prabowo Tidak Terbukti
Sumber Foto Dok Prabowo-Sandi Media Center
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
POPULER
Ahli IT ITB Pro Prabowo-Sandi Sebut Inputan Data Situng Diorder
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9094/hukumdanpolitik/read/9082/%22>Ini
Tanggapan KPU Soal Prabowo Tolak Hasil Penghitungan Suara
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9094/hukumdanpolitik/read/9085/%22>Amien
Rais Ancam Bawa Tim Asistensi Hukum ke Mahkamah Internasional
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9094/hukumdanpolitik/read/9075/%22>BPN
Akan Menarik Para Saksi di KPU Pusat Hingga Daerah
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9094/hukumdanpolitik/read/9086/%22>Di
Kertanegara, Malam Ini Prabowo Buat Surat Wasiat
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9094/hukumdanpolitik/read/9074/%22>
Listen to this
JAKARTA - Partai Demokrat (PD) menyoroti soal perubahan angka klaim
kemenangan capres-cawapres yang diusungnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
menjadi 54,24 persen. PD pun menyatakan klaim 62 persen yang awalnya
sempat diucapkan Prabowo tak terbukti.
"Pertama apa yang disampaikan oleh Partai Demokrat, kalau klaim
kemenangan 62 persen itu berarti kan tidak terbukti dengan munculnya
angka baru 54 persen ini kan," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon,
Selasa (14/5/2019) malam.
Angka 54,24 persen itu disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel
Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019).
BPN mengungkapkan data perolehan suara mereka berdasarkan hitung C1 yang
menunjukkan Prabowo-Sandi mengungguli Jokowi-Ma'ruf.
Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu
Kamaluddin. Data itu disebut merupakan hasil penghitungan C1 dari
444.976 TPS (54,91 persen) per 14 Mei pukul 12.28 WIB. Total TPS di
Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS."Maka sistem informasi Direktorat
Satgas BPN Prabowo-Sandi dengan ini mengemukakan hasil-hasil perolehan
kita. Walaupun sudah dicurangi sebagai berikut," kata Laode seperti
dikutip/detik.com./
Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf meraup 44,14 persen, sedangkan Prabowo-Sandi
54,24 persen. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara
tidak sah sebesar 1,62 persen.
Jansen sendiri mengaku tak hadir dalam acara itu karena ditugaskan
menjadi saksi pada rekapitulasi di KPU. Dia pun mengingatkan agar semua
pihak menunggu hasil dari KPU, dan jika ada perbedaan data hasil pemilu,
nantinya bisa diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kurang dari 8 hari lagi KPU akan menuntaskan real countnya kan untuk
pilpres. Jika nanti hasilnya kemudian berbeda dengan yang disampaikan
BPN itu, ya hasil yang berbeda itu bisa disalurkan ke Mahkamah
Konsitusi. Untuk secara pembuktian hukum diteliti, mana yang benar mana
yang salah, karena saluran pasca penetapan KPU bisa diuji kembalikan,"
ujarnya.
Soal angka 62 persen sendiri sebelumnya sempat heboh usai politisi
Demokrat Andi Arief mencuit soal ada "setan gundul" asal usul pemasok
informasi "Prabowo menang 62 persen". Angka itu pun jadi perdebatan.
Prabowo sendiri setidaknya pernah dua kali mendeklarasikan dirinya
meraih 62 persen suara dalam pilpres 2019. Momen pertama dilakukan pada
17 April 2019 yang diikuti sujud syukur, dan yang kedua dilakukan pada
18 April 2019 didampingin Sandiaga.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com