Rabu 15 Mei 2019, 09:40 WIB
Prabowo Tolak Penghitungan Suara yang Curang, TKN Ungkit Pilpres 2014
Gibran Maulana Ibrahim, Tsarina Maharani, Elza Astari Retaduari - detikNews
Prabowo Tolak Penghitungan Suara yang Curang, TKN Ungkit Pilpres
2014Ilustrasi penghitungan suara (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
*Jakarta*- CapresPrabowo Subianto
<https://beta.jahex.detik.com/article/textdraft/addnew/10/0/>menyatakan
dirinya menolak penghitungan Pemilu yang curang. Tim Kampanye Nasional
(TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pun mengungkit pilpres 2014.
"Prabowo kembali mengulangi sikapnya seperti dalam Pilpres 2014 yang
lalu. Prabowo tidak menerima hasil perhitungan KPU yang memenangkan
Jokowi-JK (Jusuf Kalla). Hal yang sama juga dilakukan dalam Pilpres 2019
ini di mana Prabowo juga menolak hasil rekapitulasi suara yang nanti
akan resmi diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019," kata Juru Bicara
TKN, Ace Hasan Syadzily, Selasa (14/5/2019) malam.
*Baca juga:*Prabowo: Saya Menolak Penghitungan Pemilu yang Curang
<https://news.detik.com/read/2019/05/14/175530/4549265/10/prabowo-saya-menolak-penghitungan-pemilu-yang-curang>
Dia mengatakan hal tersebut sebagai pembelajaran buruk dalam demokrasi.
Ace meminta semua pihak menghormati pilihan rakyat.
"Kita harus harus menghormati pilihan rakyat. Mereka telah menentukan
pilihannya untuk menjadikan Jokowi-Kiai Ma'ruf sebagai capres-cawapres
2019 ini. Seharusnya Prabowo-Sandi malu kepada rakyat. Dalam sebuah
survei dinyatakan bahwa 92,5% rakyat Indonesia menerima siapapun yang
terpilih Presidennya. Rakyat sendiri memiliki kesadaran yang tinggi atas
prinsip berdemokrasi ini. Justru elite-elitenya yang tidak siap
berdemokrasi," ujarnya.
Prabowo Tolak Penghitungan Suara yang Curang, TKN Ungkit Pilpres
2014Foto: Ketua DPP Golkar Ace Hasan (Tsarina/detikcom)
Anggota TKN lainnya, Taufiqulhadi menyatakan kalau kubu Prabowo merasa
ada kecurangan sebaiknya diselesaikan lewat lembaga yang diatur
undang-undang. Dia juga mengatakan pihak yang menuding ada kecurangan
itulah yang harus membuktikan.
"Jika ada perselisihan proses Pemilu, bawa ke Bawaslu. Jika terjadi
perselisihan hasil Pemilu, MK (Mahkamah Konstitusi) yang akan
mengadilinya. Tapi tidak bisa menolak keseluruhannya. Kemudian mereka
yang menuduh ada kecurangan, mereka yang harus membawa buktinya. Itu
disebut asas hukum actori incumbit probatio. Artinya barang siapa yang
mendalil, maka orang tersebut yang harus membuktikan," ujar Taufiqulhadi.
Prabowo Tolak Penghitungan Suara yang Curang, TKN Ungkit Pilpres
2014Foto: Taufiqulhadi. (Tsarina Maharani/detikcom).
"Jika pasangan Prabowo-Sandi menuduh ada kecurangan, maka pasangan ini
pula yang harus membuktikan. Bukan meminta orang lain yang bertanggung
jawab seperti meminta membentuk Pansus hasil pemilu di DPR atau meminta
ditlak hasil real count KPU," ujarnya.
Pernyataan Prabowo ini pun dipertanyakan oleh Anggota TKN, Inas
Nasrullah. Dia mempertanyakan apakah menolak hasil penghitungan suara
itu merupakan keputusan dari parpol koalisi atau tidak.
Menurutnya, kalau selama ini parpol koalisi di kubu Prabowo-Sandiaga
selalu mengirimkan saksi di rekapitulasi KPU. Inas pun menanti apakah
setelah pernyataan Prabowo itu, parpol koalisi akan tetap mengirim saksi
untuk rekapitulasi atau tidak.
*Baca juga:*Prabowo Tolak Penghitungan Suara yang Curang, Ini Kata KPU
<https://news.detik.com/read/2019/05/14/220142/4549575/10/prabowo-tolak-penghitungan-suara-yang-curang-ini-kata-kpu>
Inas Nasrullah (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)Inas Nasrullah (Foto:
Lamhot Aritonang-detikcom) Foto: Lamhot Aritonang
"Dengan demikian maka acara tersebut di atas dapat diartikan bahwa
Partai Gerindra, PKS, PAN, partai Demokrat dan Partai Berkarya menolak
hasil penghitungan Pileg dan Pilpres 2019! Sehingga BPN dan
Partai-Partai pengusung dan pendukung Prabowo Sandi tersebut, mulai
besok tidak akan mengirim saksi-saksinya ke penghitungan suara
berjenjang yang masih belum selesai dari mulai PPK, KPUD Kabupaten/Kota,
KPUD Provinsi dan KPU-RI," tuturnya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan penolakannya terhadap hasil
penghitungan Pemilu 2019 yang curang. Namun, dia menyatakan masih
menaruh harapan kepada KPU.
"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya yang jelas
saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang
curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata
Prabowo dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di
Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).
Prabowo pun mengimbau KPU agar tidak meneruskan kecurangan yang selama
ini dilakukan di Pemilu 2019. Masa depan Indonesia, menurut Prabowo, ada
di pundak KPU.
"Kami mengimbau insan-insan di KPU, kau anak-anak Indonesia yang ada di
KPU, sekarang nasib masa depan bangsa Indonesia ada di pundakmu," ujarnya.
*Update Real Count Pilpres 2019!:*
*(haf/haf)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com