https://www.antaranews.com/berita/871893/bappenas-pemerintah-dorong-
keluarga-miskin-jadi-menengah-tangguh
Bappenas: Pemerintah dorong
keluarga miskin jadi menengah
tangguh
Kamis, 16 Mei 2019 00:13 WIB
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati berbicara
kepada Antara di sela-sela konferensi internasional "Menghubungkan
Perlindungan Sosial dengan Penghidupan Berkelanjutan: Jalan ke Depan
bagi Indonesia" di Jakarta, Rabu (15/05/2019). ANTARA/Martha Herlinawati
Simanjuntak/aa
Jakarta (ANTARA) - Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan
Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati
mengatakan Pemerintah Indonesia mendorong keluarga miskin menjadi
kelompok menengah tangguh.
"PR (pekerjaan rumah) kita ke depan sebagai negara berpendapatan
menengah mendorong orang-orang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,
yang miskin untuk keluar (dari kemiskinan), nah tapi juga kita mesti
memastikan mereka menjadi kelompok menengah yang tangguh, bukan pada
saat kalau terjadi guncangan harga naik jatuh lagi jadi miskin," kata
Vivi kepada Antara di sela-sela konferensi internasional "Menghubungkan
Perlindungan Sosial dengan Penghidupan Berkelanjutan: Jalan ke Depan
bagi Indonesia" di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan ketika keluar dari garis kemiskinan, keluarga tersebut
harus tetap mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan
agar membangun ketahanan sehingga pada akhirnya tidak bergantung lagi
pada bantuan sosial pemerintah, namun menjadi masyarakat yang mandiri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per September 2018, ada 9,66
persen untuk angka kemiskinan di Indonesia atau sebesar 25,7 juta jiwa
penduduk miskin.
Dia mengatakan yang menjadi perhatian pemerintah bukan saja masyarakat
di bawah garis kemiskinan, tapi juga warga yang berada sedikit di atas
garis kemiskinan, yang juga merupakan kelompok yang rentan, yang dapat
jatuh menjadi kelompok miskin jika tidak ada upaya afirmasi ke depan
untuk penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Vivi, untuk bisa memandirikan keluarga miskin menjadi keluarga
menengah, maka secara teori diperlukan waktu sekitar tiga tahun asal ada
upaya konsisten untuk membantu mereka memiliki pendapatan, pekerjaan dan
kegiatan ekonomi produktif yang lebih baik serta penghidupan yang
berkelanjutan.
"Selain dapat bantuan, dia (keluarga miskin) dapat tambahan pelatihan,
dapat permodalan, dapat aset dan 'coaching' atau pendampingan, termasuk
keberlanjutan bisnis. 36 bulan rata-rata mereka bisa 'succeed'
(berhasil) untuk benar-benar keluar dari garis kemiskinan dan lari
sendiri jadi mandiri," tuturnya.
Dia menuturkan saat ini masih ada 292 kabupaten yang masih berada di
atas garis kemiskinan nasional, sehingga harus ada upaya menghubungkan
perlindungan sosial dengan penghidupan berkelanjutan yang mana bisa
disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal, baik bagi masyarakat yang
hidup di pesisir, pedalaman, pulau, desa dan kota.
"Ke depan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Nasional)
pengentasan kemiskinan kita kaitannya dalam pembangunan SDM (sumber daya
manusia), pasti dipastikan dari layanan dasar seperti kesehatan dan
pendidikan terpenuhi," ujarnya.
Untuk penguatan ekonomi, maka peluang dan akses permodalan dan pekerjaan
harus lebih luas lagi.
Dia mengatakan untuk mewujudkan semua itu, maka diperlukan kolaborasi
atau kerja sama lintas lembaga dan kementerian serta keterlibatan dunia
industri, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat.
Pada 2010 ada sekitar 19 persen kelompok menengah di Indonesia, maka
pada 2045 diperkirakan akan menjadi 80 persen kelompok menengah, yang
mana kelompok masyarakat produktif akan sangat besar.
Meski demikian, masyarakat yang tergolong kelompok miskin juga tidak
boleh dibiarkan begitu saja, tapi harus dipacu untuk mengejar
kesejahteraan dan penghidupan yang lebih baik. Untuk itu, harus dibangun
upaya afirmasi untuk membangun kapasitas atau keterampilan warga,
membuka berbagai peluang agar ekonomi lebih inklusif.
Dia menuturkan untuk meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat yang
paling miskin, solusinya adalah mendorong pengembangan aspek ekonomi
termasuk harus mempunyai kapasitas bekerja dan diberikan kesempatan
bekerja serta mendapat perlindungan sosial baik dalam bentuk bantuan dan
jaminan sosial.
Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019
* TAGS:
* pengentasan kemiskinan di indonesia
<https://www.antaranews.com/tag/pengentasan-kemiskinan-di-indonesia>