Bagusnya kabinet Jokowi dilengkapi menkeu terbaik kesayangan "dunia 
internasional" makanya defisit cuma USD 2,5 milyar. 
Penggemar pun rame-rame bertepuk tangan kegirangan.
-

Neraca Dagang Jebol, Investor Asing Tinggalkan Indonesia!
Anthony Kevin, CNBC IndonesiaMARKET 15 May 2019 11:49
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing langsung bergerak cepat meninggalkan 
pasar saham Indonesia pasca mendengar kabar yang tak mengenakan terkait dengan 
rilis data perdagangan internasional periode April 2019.
Sepanjang bulan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor 
Indonesia ambruk hingga 13,1% secara tahunan, lebih dalam dibandingkan 
konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan kontraksi sebesar 
6,2% saja. Sementara itu, impor melemah sebesar 6,58%, lebih baik dibandingkan 
konsensus yang memperkirakan kejatuhan sebesar 11,36%.
Alhasil, neraca dagang Indonesia membukukan defisit senilai US$ 2,5 miliar, 
jauh lebih besar dibandingkan konsensus yang hanya sebesar US$ 497 juta. 
Defisit pada bulan April menjadi yang pertama dalam 3 bulan terakhir. Pada 
bulan Februari, neraca dagang membukukan surplus senilai US$ 330 juta, 
sementara surplus pada bulan Maret adalah senilai US$ 540 juta.
Sebelum data perdagangan internasional diumumkan, investor asing membukukan 
jual bersih senilai Rp 12,3 miliar di pasar saham tanah air. Kini, nilai jual 
bersihnya sudah mencapai Rp 37,9 miliar atau bertambah 3 kali lipat lebih.
Sementara itu, IHSG yang sebelum riis data perdagangan internasional hanya 
melemah tipis 0,06% kini sudah jatuh sebesar 0,71% ke level 6.028,21.
Dengan defisit neraca dagang yang begitu lebar, maka defisit transaksi 
berjalan/Current Account Deficit (CAD) akan menjadi sangat sulit untuk diredam. 
Sebagai informasi, CAD pada kuartal-I 2019 adalah senilai US$ 7 atau setara 
dengan 2,6% dari PDB, sudah jauh lebih lebar dari defisit periode yang sama 
tahun lalu (kuartal-I 2018) yang hanya senilai US$ 5,19 miliar atau 2,01% dari 
PDB.
Praktis, rupiah menjadi tak memiliki pijakan untuk menguat. Hingga berita ini 
diturunkan, rupiah melemah 0,07% di pasar spot ke level Rp 14.435/dolar AS. 
Ketika rupiah melemah, investor asing berpotensi menanggung yang namanya 
kerguian kurs sehingga wajar jika aksi jual dilakukan di pasar saham tanah air.
Saham-saham yang banyak dilepas investor asing di antaranya: PT Bank Rakyat 
Indonesia Tbk/BBRI (Rp 92,2 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 65,5 
miliar), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (Rp 20,4 miliar), PT Unilever Indonesia 
Tbk/UNVR (Rp 13,8 miliar), dan PT Bukit Asam Tbk/PTBA (Rp 10,1 miliar)
TIM RISET CNBC INDONESIA(ank/hps)

Kirim email ke