Ratusan Perempuan Demo Istana Tuntut Setop Situng KPU
CNN IndonesiaKamis, 16/05/2019 16:46

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 200 wanita yang menamakan diri Perempuan 
Indonesia Bergerak (PIB) menggelar aksi di depan Istana Merdeka menolak hasil 
penghitungan suara dan sistem hitung (Situng) KPU di Pemilu 2019.

Ratusan perempuan itu mendatangi Istana dengan mengenakan pakaian hitam dan 
kerudung merah muda. Koordinator PIB Monica Soraya berkata sesuai putusan 
Bawaslu hari ini (16/5), KPU terbukti melakukan pelanggaran dalam penghitungan 
suara Pemilu 2019.

"Kami ingin pemerintah, ayo kita fair. Jangan lagi curang, kita harus adil, 
kita harus jujur. Setop [situng] KPU, tidak ada lagi perhitungan suara karena 
kami nilai penghitungan suara itu curang," kata Monica.

Selain itu, Monica mengatakan pihaknya menuntut keadilan atas ratusan petugas 
KPPS yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2019. 

"Sekarang 3 ribu lebih masih berada di rumah sakit. Kami tidak ingin lagi 
teman-teman kita, sahabat-sahabat kita, banyak yang sekarang jadi janda. Banyak 
anak-anak yatim, anak-anak piatu," jelas dia.

Tuntutan lain dari PIB diantaranya pembentukan tim pencari fakta (TPF) 
menyelidiki petugas KPPS yang tewas, menuntut audit forensik IT KPU oleh 
lembaga independen, dan mengusut tuntas indikasi pelanggaran dalam Pilpres dan 
Pileg 2019.

Mereka juga menuntut KPU dan Bawaslu segera mengambil tindakan atas pelanggaran 
pemilu, serta menyerukan TNI, Polri dan ASN agar bersikap netral dalam 
perlaksanaan pemilu.

Terakhir, PIB ingin agar kasus korban keracunan makanan di Sarinah Thamrin 
segra diusut.

PIB yang mengklaim menaungi 174 kelompok relawan ini menyatakan aksi demo akan 
dilakukan terus menerus hingga pengumuman hasil rekapitulasi nasional pada 22 
Mei mendatang. (ani/wis)

Kirim email ke