Rini ke China, jajaki kerja sama Inalum dengan industri logam di sana
Jumat, 17 Mei 2019 07:29 WIB
Rini ke China, jajaki kerja sama Inalum dengan industri logam di sana
Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarno (kiri) memberikan
cinderamata kepada Chairman China Minmetals Corporation Fuping Tang
dalam kunjungannya ke Beijing, China. Kunjungan kali ini dilakukan untuk
mendukung Holding Industri Pertambangan INALUM menjajaki kerja sama di
bidang hilirisasi pertambangan. (Dokumentasi Kementerian BUMN)
Percepatan hilirisasi industri tambang harus segera dilakukan
Jakarta (ANTARA) - Induk BUMN pertambangan PT Inalum berupaya menjajaki
peluang kerja sama dengan industri logam China demi mempercepat
terealisasinya hilirisasi tambang di Tanah Air.
Hal tersebut didukung oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno dengan melakukan
kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO
industri logam China.
”Percepatan hilirisasi industri tambang harus segera dilakukan. Ini
untuk kepentingan rakyat dan bangsa, semakin tinggi nilai tambah produk
tambang kita, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh
rakyat," ujar Rini dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Rini optimistis bahwa Inalum sebagai induk BUMN tambang akan mampu
mewujudkan mandatnya dengan bantuan berbagai pihak terkait.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan
tujuan pertemuan dengan sejumlah CEO industri logam di China untuk
mendengarkan penjelasan tentang industri logam dan teknologinya.
"Serta menjajaki berbagai peluang kerja sama yang sesuai dengan rencana
strategis kami dan dapat membantu kami mempercepat terealisasinya
hilirisasi tambang untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di Beijing, rombongan bertemu dengan sejumlah CEO, antara lain CEO The
Metallurgical Corporation Of China (MCC) untuk mempelajari peluang kerja
sama dalam industri EPC dan/atau tambang kobalt/nikel. Selain itu
delegasi Indonesia itu juga bertemu dengan CEO Beijing Easpring Material
Technology untuk mempelajari industri Electric Vehicle terutama dalam
pembuatan katoda.
Sementara di Inner Mongolia, delegasi Indonesia itu menemui perusahaan
gasifikasi batu bara, Dalu Chemicals, untuk mempelajari proses dan
teknologi dalam gasifikasi batu bara serta peluang kerja sama dengan PT
Bukit Asam Tbk.
Teknologi gasifikasi ini memungkinkan mengkonversi batu bara muda
menjadi/syngas/yang merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut
menjadi dimethyl ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk,
dan polypropylene sebagai bahan baku plastik.
Kemudian di Shanghai, rombongan melakukan kunjungan lapangan dan
pertemuan dengan Huayou, perusahaan manufaktur kimia kobalt, termasuk
manufaktur bahan energi baru lithium ion, pemrosesan bahan baru kobalt
dan penambangan, benefisiasi dan peleburan kobalt dan tembaga, serta
bertemu dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) Battery untuk
mempelajari industri mobil listrik.
Selain Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, ikut pula dalam
kunjungan kerja tersebut Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putranto dan
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian
BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa
Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN, Gatot Trihargo dan Staf Khusus
Menteri BUMN Wianda Pusponegoro, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie
Arioetedjo dan Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin.
*Baca juga:Jonan ke Tokyo, finalisasi pengembangan Blok Masela
<https://www.antaranews.com/berita/872717/jonan-ke-tokyo-finalisasi-pengembangan-blok-masela>*
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com