Jumat 17 Mei 2019, 09:35 WIB
TKN: Kalau BPN Tak Bisa Buktikan Data Kecurangan TSM, Buat Apa TPF
Dibentuk
Jabbar Ramdhani - detikNews
TKN: Kalau BPN Tak Bisa Buktikan Data Kecurangan TSM, Buat Apa TPF
DibentukFoto: Abdul Kadir Karding. (Dok TKN Jokowi-Ma'ruf Amin).
*Jakarta*- Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
<https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi>kembali
menantang Tim Kampanye Nasional (TKN)Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin
<https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf>untuk membentuk
tim pencari fakta (TPF) kecurangan pemilu. TKN menolak karena KPU
dinilai sudah bekerja baik.
"Membentuk tim itu artinya kalau ada alasan kuat untuk hal tersebut.
Kalau 02 tidak bisa membuktikan data kecurangan yang masif dan
terstruktur, lalu untuk apa tim dibentuk?" kata Wakil KetuaTKN
Jokowi-Ma'ruf <https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf>,
Abdul Kadir Karding, saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/5/2019).
*Baca juga:*Saling Tantang Adu Data TKN vs BPN, Siapa Jadi Pengecut?
<https://news.detik.com/read/2019/05/17/023830/4552928/10/saling-tantang-adu-data-tkn-vs-bpn-siapa-jadi-pengecut>
Karding mengatakan KPU selaku penyelenggara pemilu sudah bekerja baik.
Politikus PKB ini mengatakan permintaan dibentuknya TPF Kecurangan
Pemilu sebagai dalih kubu Prabowo yang tak siap menerima kekalahan.
"KPU <https://www.detik.com/tag/kpu>sudah bekerja independen dan sangat
transparan. Alasannya gugur untuk TPF. 02 tidak perlu cari-cari alasan.
Kesimpulannya mereka tidak siap kalah," tutur Karding.
*Baca juga:*Dicap Pengecut, BPN Prabowo Tantang TKN Bentuk Tim Pencari
Fakta Kecurangan
<https://news.detik.com/read/2019/05/16/141457/4551989/10/dicap-pengecut-bpn-prabowo-tantang-tkn-bentuk-tim-pencari-fakta-kecurangan>
Karding mengatakan tanpa perlu ada TPF Kecurangan Pemilu, TKN siap untuk
sama-sama buka data di rekapitulasi KPU. Hal ini bisa dilakukan untuk
sama-sama terbuka soal data perolehan suara.
"Kami tidak masalah, buka-bukaan data nggak masalah. Kami pribadi di TKN
siap sanding data antaraBPN
<https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/prabowo-sandi>dan TKN. Dan
KPU tentu tak masalah juga sepanjang itu koridor-koridor yang sudah jadi
aturan diikuti saja," ucapnya.
Sebelumnya, tantangan buka data ini sudah disampaikan juru bicaraTKN
Jokowi-Ma'ruf <https://www.detik.com/pemilu/profil-calon/jokowi-maruf>,
Arya Sinulingga. Arya menyebut BPN pengecut karena tak berani membuka
data di pleno KPU meskipun menyebut terjadi kecurangan yang terstruktur,
sistematis, dan masif.
*Baca juga:*TKN Tantang BPN Adu Data di Pleno KPU: Kalau Tak Datang,
Pengecut!
<https://tv.detik.com/readvideo/2019/05/16/144000/190516046/160106442/tkn-tantang-bpn-adu-data-di-pleno-kpu-kalau-tak-datang-pengecut>
BPN lalu menantang balik TKN untuk membentuk tim pencari fakta
kecurangan pemilu. BPN tak mau disebut pengecut.
"Saya tantang balik Anda. Kalau Anda tidak pengecut, ayo dukung bikin
tim pencari fakta kecurangan, dorong Pak Presiden terbitkan Keppres tim
pencari fakta. Kami tunggu saudara Arya kalau Anda berani dan bernyali,"
kata jubir BPN, Andre Rosiade, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).
*Bawaslu Tetapkan KPU Langgar Tata Cara Input Situng:*
<https://20.detik.com/embed/190516020>
*(jbr/aud)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com