*Awas dinding mempunyai telinga! Omong kritik politik-ekonomi, omong
sex-sexan, omong kosong ditangkap? Kalau banyak omong ditangkap, bisa jadi
ompong? Bagaimana bercerita tentang Abunawas, apakah juga ditangkap?
 Jokowi dan konco-konso serezim harus juga bangun banyak penjara, jadi
seperti tol-tol, k--tol sana sini. hehehehehe*


https://nasional.kompas.com/read/2019/05/18/03110061/moeldoko-jangan-ngomong-sembarangan-kalau-masih-sembarangan-tangkap


*Moeldoko: Jangan Ngomong Sembarangan, kalau Masih Sembarangan, Tangkap *

RAKHMAT NUR HAKIM

Kompas.com - 18/05/2019, 03:11 WI

Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengingatkan
para tokoh masyarakat agar tak sembarangan berbicara. Ia mengatakan, jika
masih berbicara sembarangan,

ancaman penangkapan menanti.


"Jangan ngomong sembarangan. Anda ngomong sembarangan ada risiko. Jadi
sebenarnya sekarang itu sudah saya katakan dua bulan yang lalu.


Tapi masih sembarangan, tangkepin aja. Itu konsekuensi," kata Moeldoko di
Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (17/5/2019). Moeldoko menyebutkan,
Indonesia merupakan negara hukum.


Oleh karena itu, setiap warga negara harus mempertanggungjawabkan segala
perbuatannya di depan hukum. Jika perbuatan seorang warga negara terbukti
melanggar hukum, proses hukum harus dijalankan.


Mantan Panglima TNI itu merasa heran lantaran masih saja ada tokoh yang
berbicara sembarangan. Ia mengaku telah mengingatkan semua pihak sejak dua
bulan lalu untuk berhati-hati berbicara jika tak ingin berurusan dengan
hukum.


"Dari awal saya sudah jelaskan, hati-hati. Negara yang demokratis itu
selalu harus ditegakkan. Law enforcement. Kan sudah saya katakan beberapa
lalu. Hati-hati, jangan ngomong sembarangan," ujar Moeldoko.


"Masih sembarangan tangkepin aja. Itu konsekuensi. Enggak ada urusannya
sama menggembosi. Dirinya sendiri yang menggembosi dirinya sendiri," lanjut
dia.

Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Kirim email ke