Senin 20 Mei 2019, 13:15 WIB
Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi
Rakhmad Permana - detikNews
Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap
PolisiFoto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
*Jakarta*- NamaLieus Sungkharisma
<https://www.detik.com/tag/lieus-sungkharisma>ramai jadi perbincangan,
karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini
ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai sejak
Orde Baru. Uniknya, sejak tahun 2012 Lieus melakukan beberapa manuver
yang lebih membuatnya identik dengan 'kutu loncat'. Bagaimana cerita
lengkapnya?
*Jadi Pengusaha dan Aktivis*
Dalam buku berjudul "/Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia/" yang
ditulis Sam Setyautama, dijelaskan bahwa Lieus Sungkharisma memiliki
nama asli Li Xue Xiung. Dia lahir di Cianjur, Jawa Barat, 11 Oktober
1959. Sejak muda, Lieus memang sudah dikenal sebagai aktivis. Dia pernah
menjadi Bendahara Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan
sempat menjadi kader Partai Golkar. Dia juga pernah aktif di AMPI
(Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) dan merupakan mantan ketua
Generasi Muda Buddhist Indonesia (Gema Budhi). Lalu ketika Lieus menjadi
pengusaha, dia sempat menjadi Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI
Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society sekaligus Vice President
The World Peace Comittee. Selain itu, Lieus juga pernah mengelola
Tabloid/Naga Post/.
*Baca juga:*Lieus Sungkharisma Ditangkap, BPN Prabowo-Sandi Tawarkan
Bantuan Hukum
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/123808/4556687/10/lieus-sungkharisma-ditangkap-bpn-prabowo-sandi-tawarkan-bantuan-hukum>
*Jadi Kader Golkar dan Mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia
(Parti)*
Lantas, pada 5 Juni 1998, Lieus bersama Gunawan Tjahjadi dan enam kawan
lainnya mendirikan Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti). Dalam
buku "Setelah air mata kering: masyarakat Tionghoa pasca-peristiwa Mei
1998" yang disusun oleh I. Wibowo dan Thung Ju Lan, dijelaskan bahwa
partai ini didirikan karena keresahan Lieus dan kawan-kawannya atas
ketidakdilan yang kerap dialami etnis Tionghoa. Menurut Lieus, selama
masa 32 tahun kepemimpinan Pemerintah Orde Baru Soeharto, hak politik
masyarakat Tionghoa telah dikebiri. Meskipun dia sendiri pernah menjadi
kader Golkar. Melalui Parti, Lieus dan kawan-kawannya berjuang untuk
menyuarakan semangat nasionalisme keindonesiaan dari masyarakat Tionghoa.
*Mengkritik MRT Jokowi-Ahok, Tapi Dukung Jokowi Jadi Presiden*
Saat proyek Moda Raya Terpadu (MRT) digagas
olehJokowi-Ahok<https://www.detik.com/tag/jokowi>ketika masih menjadi
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Lieus termasuk orang yang giat
mengkritik proyek ini. Dia sempat menjadi Koordinator masyarakat peduli
MRT Fatmawati. Namun uniknya,
ketikaJokowi<https://www.detik.com/tag/jokowi>maju sebagai calon
presiden 2014, Lieus lantas mendukungnya.
*Baca juga:*Ditangkap, Lieus Shungkarisma Tolak Air Minum dari Polisi
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/110927/4556519/10/ditangkap-lieus-shungkarisma-tolak-air-minum-dari-polisi>
Sebagai bentuk dukungannya kepada Jokowi, Lieus sampai menggelar lomba
menulis 'Surat Untuk Jokowi'. Hadiah yang dijanjikan untuk pemenang
lomba menulis ini juga cukup lumayan, tiga pemenang utama mendapatkan
uang jutaan rupiah dan tablet merk teranyar. Sedangkan untuk dewan
jurinya, Lieus mengamanahkannya kepada Cendekiawan MuslimKomaruddin
Hidayat <https://www.detik.com/tag/komarudin-hidayat>sampai penulis
novel Dewi Lestari.
*Kecewa kepada Ahok, Mendukung AHY-Sylvi*
Pada tahun 2016, Lieus yang sejatinya pernah mendukung Jokowi untuk
Pilpres 2014, tak secara otomatis mendukung Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI
2017. Dia mengaku kecewa dengan kepemimpinan Ahok yang dia nilai
bermasalah. Menurutnya, dalam kasus RS Sumber Waras, dia menganggap Ahok
sudah menyelewengkan uang pajak rakyat.
Maka dari itu, pada Pilgub DKI 2017, dia mendukungAgus Harimurti
Yudhoyono-Sylviana Murni
<https://www.detik.com/tag/agus-harimurti-yudhoyono>. Dukungan itu dia
buktikan melalui deklarasi relawan Barisan Teman Agus-Sylvi (BATAS).
Melalui BATAS, Lieus berjuang menggalang suara masyarakat Tionghoa untuk
Agus-Sylvi. Meskipun pada akhirnya paslon yang dia dukung itu tersingkir.
*Jadi aktivis #2019gantiPresiden*
Lantas, pada tahun 2018 dia kembali berbalik arah. Jika pada 2014 dia
mendukung Jokowi, maka pada 2018 dia justru ikut menjadi bagian gerakan
#2019GantiPresiden. Dia merasa kecewa dengan kepemimpinan Jokowi selama
menjadi presiden. Sehingga dia memutuskan untuk mendukung Prabowo
Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Dukungan itu, Lieus
buktikan dengan menjadi Koordinator Forum Aspirasi Rakyat (FAR). Forum
ini berisi tokoh Tionghoa dari beragam profesi yang mendukung paslon02
Prabowo-Sandi.
<https://www.detik.com/tag/prabowo-sandiaga>
*Baca juga:*Polisi: Lieus Sungkharisma Ditangkap di Apartemen Bersama
Seorang Wanita
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/105114/4556493/10/polisi-lieus-sungkharisma-ditangkap-di-apartemen-bersama-seorang-wanita>
Bukan hanya sampai di situ saja. Guna menggelorakan gerakan
#2019GantiPresiden, dia juga ikut membuat video clip lagu
#2019GantiPresiden bersama tokoh pro Prabowo lainnya, seperti Ahmad
Dhani dan Fadli Zon. Semenjak itu, Lieus selalu nampak hadir dalam
sejumlah acara kampanye dan deklarasi 'klaim' kemenangan paslon 02
Prabowo-Sandi.
*Lieus Dipolisikan, Lalu Ditangkap*
Ternyata kini manuver Lieus tak berjalan mulus. Pada Rabu (8/5/2019)
Lieus dilaporkan ke polisi atas tuduhan tindakan makar. Dia dilaporkan
bersama dengan Kivlan Zen atas tuduhan yang sama. Laporan terhadap Lieus
terdaftar dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim. Perkara yang
dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor
1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 terhadap keamanan
negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 87
dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.
Tuduhan makar ini sendiri didasarkan atas sebuah video pidato Lieus yang
sarat akan muatan makar.
Namun, akhirnya pada hari ini, Senin (20/5/2019) Lieus dibawa ke Polda
Metro Jaya setelah ditangkap di rumahnya di Jalan Keadilan, Jakarta
Barat. Kedua lengan Lieus tampak diborgol cable ties.
*Baca juga:*Dibawa ke Polda Metro, Tangan Lieus Sungkharisma Diborgol
<https://news.detik.com/read/2019/05/20/102929/4556467/10/dibawa-ke-polda-metro-tangan-lieus-sungkharisma-diborgol>
Pantauan detikcom, Lieus tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum
Polda Metro Jaya, Jakarta, pukul 10.14 WIB. Ia dikawal 5 polisi dan
berjalan memasuki gedung Dit Reskrimum itu.
Dia pun memprotes proses penangkapan polisi atas dirinya yang dia nilai
tak adil. Lieus merasa diperlakukan seperti ogoh-ogoh (patung Bhuta Kala
yang dibawa pada pawai perayaan hari raya Nyepi).
"Saya langsung ditarik, saya diangkat kayak ogoh-ogoh ya kan," kata
Lieus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).
"Jadi nggak adil lah ini," cetusnya.
***Simak Juga "Rumah Tempat Lieus Sungkharisma Ditangkap Kerap Kosong":
***
<https://20.detik.com/embed/190520031>
*(rdp/fjp)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com