Giliran Jansen Sitindao Mundur dari Barisan Pendukung Prabowo-Sandi
Senin , 20 Mei 2019 | 11:30
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/giliran_jansen_sitindao_mundur_dari_barisan_pendukung_prabowo_sandi
Giliran Jansen Sitindao Mundur dari Barisan Pendukung Prabowo-Sandi
Sumber Foto TransTV
Jansen Sitindao
POPULER
Andi Arief: Seandainya Tak Dipaksa Pulang SBY, Capresnya Bukan Prabowo
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/hukumdanpolitik/read/9267/%22>KPU
Tetap Umumkan Hasil Pemilu 2019 dan Pilpres 22 Mei
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/hukumdanpolitik/read/9257/%22>Pesan
BJ Habibie: Semua Pihak Agar Hindari Perpecahan di Masyarakat
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/hukumdanpolitik/read/9279/%22>Ribuan
Relawan dari Jatim Sudah Berangkat untuk Aksi 22 Mei
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/hukumdanpolitik/read/9275/%22>Fadli
Zon: Rakyat Mau Demo Eh Ditakuti Isu Teror Bom
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9291/hukumdanpolitik/read/9264/%22>
Listen to this
JAKARTA - Satu per satu politikus Partai Demokrat menyatakan mundur dari
barisan pendukung Prabowo-Sandi. Sebelumnya, Kepala Divisi Hukum dan
Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mundur. Kini, giliran
Ketua DPP PD Jansen Sitindao yang ikut mundur.
Alasannya, buzzer pasangan nomor urut 02 itu mem-bully Ani Yudhoyono
yang sedang sakit kanker.
"Bu Ani itu beneran sakit. Bukan bohongan seperti tuduhan buzzer di
media sosial twitter ya. Pak Prabowo sendiri pun sudah njenguk ke sana
kan. Malah ketika Pak Prabowo datang njenguk waktu itu saya ada di sana
dan ikut menjemput Pak Prabowo di depan rumah sakit NUH dan ngantarkan
ke atas," ujar Jansen kepada wartawan, Senin (20/5/2019).
National University Hospital (NUH) merupakan tempat Bu Ani dirawat
selama menjalani pengobatan. Jansen kemudian menyebut para pejabat juga
sudah memberikan perhatiannya kepada istri sang ketum, Susilo Bambang
Yudhoyono itu, termasuk petahana Presiden Jokowi.
"Presiden Jokowi dan banyak pejabat serta mantan pejabat Indonesia juga
selama 3 bulan ini juga kan sudah datang menjenguk Bu Ani. Perdana
Menteri Singapura juga sudah datang menjenguk. Foto- foto beliau selama
perawatan juga kan rutin muncul di media," ucapnya seperti
dikutip/detik.com./
"Jadi tuduhan Ibu Ani pura-pura sakit atau merekayasa dirinya pura-pura
sakit itu benar benar menurut kami biadab. Politik itu memang keras,
tapi kan tidak harus mencabut jiwa kemanusiaan kita," Jansen mengatakan.
Pria yang sebelumnya merupakan juru bicara BPN Prabowo-Sandi itu
berbicara soal Demokrat yang mempertimbangkan untuk keluar dari Koalisi
Indonesia Adil dan Makmur. Jansen menyebut, nantinya keputusan akan
dilakukan oleh para petinggi partai.
Merasa tak senang Bu Ani di-bully, Jansen menyatakan mundur dari barisan
pendukung Prabowo-Sandiaga. Menurutnya, hinaan kepada mantan Ibu Negara
itu melecehkan perjuangannya selama proses pemenangan Prabowo-Sandiaga
sejak Demokrat bergabung.
"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah
tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit baik baik
mundur dari barisan pak Prabowo ini. Karena begini begini saya ini juga
ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," katanya..
"Melecehkan Bu Ani ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya
yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk
memenangkan pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti Ibu Kandung
kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh tuduh sakit
rekayasa ini sungguh telah menyakiti hati saya dan hati seluruh kader
Demokrat," dia menambahkan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com