http://www.balipost.com/news/2019/05/31/76832/Erupsi-Lagi,Kolom-Abu-Gunung...html
Erupsi Lagi, Kolom Abu Gunung Agung
Capai 2 Ribu Meter
Jumat, 31 Mei 2019 | 13:54:29
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F05%2F31%2F76832%2FErupsi-Lagi%2CKolom-Abu-Gunung...html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Erupsi+Lagi%2C+Kolom+Abu+Gunung+Agung+Capai+2+Ribu+Meter&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F05%2F31%2F76832%2FErupsi-Lagi%2CKolom-Abu-Gunung...html&via=balipostcom>
*
*
AMLAPURA, BALIPOST.com – Gunung Agung kembali erupsi pada Jumat
(31/5). Peristiwa yang terjadi pukul 11.42 Wita ini memunculkan
kolom abu dengan tinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak (± 5.142
m di atas permukaan laut).
Dari pantauan PVMBG, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan
intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini
terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar
8 menit 4 detik. Terdengar suara gemuruh di pos Rendang.
Saat ini Gunung Agung berada pada status Level III (Siaga).
Direkomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki,
pengunjung, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan
tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di
seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.
Baca juga: Satpol PP Bali Sidak Pemanfaatan Air Permukaan WP Badung
<http://www.balipost.com/news/2017/06/07/10801/Satpol-PP-Bali-Sidak-Pemanfaatan...html>
Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat
diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung
yang paling aktual/terbaru. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di
sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar
mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan
yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi
masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti
aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (kmb/balipost)