https://www.antaranews.com/berita/896952/daging-sapi-capai-rp150000-pemprov-kepri-
akui-sulit-kendalikan-harga
Daging sapi capai Rp150.000,
Pemprov Kepri akui sulit kendalikan
harga
Sabtu, 1 Juni 2019 00:27 WIB
IllustrasiL Sejumlah harga komoditas bahan pokok jelang Lebaran di pasar
Tanjungpinang, Kepri mulai naik. Salah satunya daging sapi segar naik
dari Rp130.000 menjadi Rp150.000 per kilogram. (ANTARA/Ogen)
tetapi ada faktor-faktor tertentu yang sulit dihindari
Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kepulauan Riau (Kepri) mengaku kesulitan mengendalikan kenaikan harga
daging sapi menjelang Lebaran, yang saat ini harganya telah mencapai
Rp150.000 per kilogram dari sebelumnya Rp130.000 per kilogram.
"Kami sudah berupaya untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, tetapi ada
faktor-faktor tertentu yang sulit dihindari," kata Kepala Dinas
Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Ahmad
Izhar, di Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Menurut Izhar, kenaikan harga daging sapi karena tingginya biaya
transportasi pengiriman dari luar daerah. Selain sapi lokal, Pemprov
Kepri juga mendatangkan sapi dari Provinsi Lampung.
"Kalau urusan biaya transportasi ini kan sebenarnya bukan hanya tugas
pemerintah daerah, tetapi juga harus didukung oleh pemerintah pusat dan
swasta," ujarnya.
Selain itu, ia memperkirakan mendekati Lebaran nanti harga daging ayam
juga akan terus mengalami kenaikan.
"Ini juga sulit kami kendalikan," ungkap Izhar.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan peternak untuk mencari tahu
penyebabnya. Namun, kenaikan ini disinyalir dipengaruhi harga pakan.
"Padahal harga pakan tidak terlalu tinggi juga, makanya kami akan
berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
untuk mendapatkan solusinya," ujar Izhar.
Kendati demikian, ia menegaskan stok baik daging sapi dan ayam aman
hingga selepas Lebaran nanti.
Mendag: harga kebutuhan pokok di Malang lebih murah
Pewarta: Ogen
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019