Laporan dari Singapura
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-singapura>
Ibu Ani meninggal dalam kondisi tidak sadar
Sabtu, 1 Juni 2019 12:28 WIB
Ibu Ani meninggal dalam kondisi tidak sadar
(file foto) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersama dan Ibu
Negara Ny. Ani Yudhoyono (kiri) melambaikan tangan sebelum memasuki
pesawat khusus kepresidenan di Bandara Internasional Halim
Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014). Ibu Ani Yudhoyono
wafat Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura karena penyakit
kanker. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc.
Singapura (ANTARA) - Ani Yudhoyono, Ibu Negara 2004-2014 meninggal dalam
kondisi tidak sadar, dalam perawatan di ruang ICU National University
Hospital Singapura, Sabtu.
Tim Dokter Kepresidenan Dokter Terawan mengatakan saat mengembuskan
nafas terakhir, almarhumah sedang ditidurkan dalam upaya pengobatan.
"Karena waktu itu ditidurkan," kata dia.
Ibu Ani sempat mengalami gagal nafas, sehingga harus menggunakan
respirator yang dipasang sejak Jumat malam. "Jadi mau tidak mau harus
ditidurkan," kata dia.
Ia mengatakan tim dokter telah melakukan berbagai upaya untuk membantu
memulihkan kesehatan Ibu Ani.
Namun, upaya itu tidak membawa hasil karena kehendak Allah SWT. Tim
kedokteran di NUH juga dibantu oleh ahli dari berbagai negara, termasuk AS.
"Jadi apa yang dilakukan untuk Bu Ani sudah maksimal. Namun tuhan punya
rencana lain. Dan ini menimbulkan kesedihan kita semua," kata dia.
Sebenarnya, lanjut dia, kesehatan Ibu Ani sudah membaik namun mengalami
kemunduran yang memang sudah menjadi perjalanan penyakitnya.
Mengenai rencana donor sumsum tulang belakang, ia mengatakan langkah itu
belum dilakukan karena kondisi kesehatan Ibu Ani belum memungkinkan.
*Baca juga:Keluarga Ani Yudhoyono mohon doa kepada seluruh rakyat
Indonesia
<https://www.antaranews.com/berita/897357/keluarga-ani-yudhoyono-mohon-doa-kepada-seluruh-rakyat-indonesia>
Baca juga:Hatta Rajasa: Ibu Ani akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
<https://www.antaranews.com/berita/897348/hatta-rajasa-ibu-ani-akan-dimakamkan-di-taman-makam-pahlawan>*
SBY ingin berikan ciuman terakhir untuk sang istri
Sabtu, 1 Juni 2019 12:55 WIB
SBY ingin berikan ciuman terakhir untuk sang istri
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan. (ANTARA/Rangga)
Pak SBY minta satu hal, usai dimandikan dan disucikan beliau ingin cium
sekali lagi. Itu disampaikan berkali-kali saat rapat (keluarga)
Singapura (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan
mengatakan pesan dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
selepas wafatnya sang istri Ani Yudhoyono adalah ingin memberikan ciuman
terakhir untuk perempuan yang telah mendampinginya selama 43 tahun itu.
“Pak SBY minta satu hal, usai dimandikan dan disucikan beliau ingin cium
sekali lagi. Itu disampaikan berkali-kali saat rapat (keluarga),” kata
Hinca Panjaitan di Singapura, Sabtu.
Hinca yang selama ini dikenal memiliki kedekatan khusus dengan keluarga
SBY itu hadir di NUH, Singapura, dimana Ani Yudhoyono dirawat kira-kira
20 menit sebelum Ibu Negara periode 2004-2014 itu dinyatakan meninggal
dunia.
Ia mengaku melihat sendiri secara langsung tahapan demi tahapan baik
medis maupun tentang keluarga termasuk sang suami SBY yang tenang dan
ikhlas melepas orang yang sangat dikasihinya itu.
“Saya lihat sendiri selepas tadi dipastikan Ibu Ani menghadap sang
Pencipta lalu Pak SBY dan keluarga dan teman dekat rapat di seberangnya
dan dijelaskan tahapan tadi,” katanya.
Ia mengatakan dalam rapat keluarga singkat itu telah diatur dengan baik
dengan detail pelaksanaan yang menyusul sembari berjalan.
“Tadi Menhan ada juga saat kami rapat dan setelah itu selesai, rapat
keluarga lengkap dan keluarga Ibu Ani dipimpin Pak Eddie kembali dulu
untuk rapat persiapan di Cikeas,” katanya.
Hinca menambahkan, teknis upacara pemandian dan pemulasaran jenazah akan
difokuskan di NUH Singapura dan KBRI Singapura.
Sejalan dengan itu semua secara paralel juga disiapkan di Tanah Air.
“Beliau (SBY) tidak mau buru-buru dan menyiapkan dengan matang, itu yang
sebenarnya membuat kami terpukul,” katanya.
Sementara kondisi putra dan menantunya Agus Harimurti Yudhoyono, Edhie
Baskoro Yudhoyono, Anisa Pohan, Aliya Rajasa, dan para cucu dikatakan
Hinca tampak tabah dan ikhlas.
“Kondisi Mas Agus, Mas Ibas, Mba Anisa, Mba Aliya, tabah dan ikhlas
semua,” katanya.
Ani Yudhoyono yang bernama lengkap Kristiani Herrawati itu meninggal
dunia pada Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 11. 50 WIB di NUH Singapura karena
kanker darah.
*Baca juga:TNI AU siapkan transportasi bawa jenasah Ani Yudhoyono
<https://www.antaranews.com/berita/897408/tni-au-siapkan-transportasi-bawa-jenasah-ani-yudhoyono>
Baca juga:Ibu Ani meninggal dalam kondisi tidak sadar
<https://www.antaranews.com/berita/897376/ibu-ani-meninggal-dalam-kondisi-tidak-sadar>*
Hatta Radjasa sampaikan kabar duka, Ani Yudhoyono Wafat
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:30
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: Hanni Sofia, Yunianti Jannatun Naim
Editor: Ahmad Wijaya
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com