https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/01/06/2019/mangkir-upacara-hari-pancasila-tunjangan-kinerja-asn-bakal-dipotong/
*Mangkir Upacara Hari Pancasila, Tunjangan Kinerja ASN Bakal Dipotong*

HUMANIORA <https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/>

1 Juni 2019, 11:06:48 WIB

[image: Mangkir Upacara Hari Pancasila, Tunjangan Kinerja ASN Bakal
Dipotong]*ASN mengikuti upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan
KSN Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (1/6). (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)*

   -


*JawaPos.com* – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar upacara Hari Lahir
Pancasila, Sabtu (1/6) pagi. Upacara dimulai pukul 08.00 WIB, dan diikuti
oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lembaga tersebut. Dalam upacara
tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Pantauan *JawaPos.com* di lokasi, lapangan kantor BKN terlihat dipenuhi
oleh ASN, sekalipun sudah dalam masa libur Hari Raya Idul Fitri 1440
Hijriah. Tiga ASN dalam kesempatan ini turut diberi penghargaan tanda jasa
Satya Lencana Karya Satya.

Kepala BKN, Haria Satya Wibisana dalam pidatonya mengingatkan para ASN
untuk bisa lebih memaknai arti Indonesia. Dikatakannya, bumi pertiwi tidak
bisa dimaknai sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan atau hanya
tempat kelahiran. Melainkan harus lebih mendalam daripada itu.

“Jika saya ditanya Indonesia adalah saya, saya adalah Indonesia. Kita semua
Indonesia semua beragam bermacam-macam suku, agama, ras dan budaya. Itulah
anugrah dari Allah SWT,” kata Bima di lapangan Kantor BKN Cawang, Jakarta
Timur, Sabtu (1/6).

Selain upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, KSN juga turut merayakan
hari jadinya dalam upacara kali ini. Sebab terhitung pada Jumat (31/5), KSN
sudah memasuki usia 71 tahun.

Sementara itu, sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila, semua ASN harus
mengingat bagaimana sejarah pendiri bangsa menciptakan ideologi negara ini.
Sehingga Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih
untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Hari Lahir Pancasila penting
untuk merefleksikan kita ke pendiri negara yang membuat Pancasila sehingga
Indonesia menyatu sebagai bangsa,” tegas Bima.

Pentingnya memperingat Hari Lahir Pancasila membuat semua ASN diwajibkan
menggelar upacara. Sekalipun sudah memasuki hari libur. Bahkan ada sanksi
berat bagi yang tidak mengindahkan intruksi tersebut. Oleh karena itu
semuanya diwajibkan melaksanakannya.

“Semuanya upacara baik yang cuti maupun tidak cuti. Yang cuti upacara di
daerah masing-masing di kantor yang paling dekat dengan tempat tinggalnya,”
ungkap Bima.

ASN mengikuti upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan KSN
Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (1/6). (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

Sementara itu, bagi ASN yang membandel atau mangkir dari upacara, akan
dikenakan aturan mainnya sendiri. Yakni ada sanksi berupa teguran lisan
hingga pemotongan tunjangan kinerja. “Saya kira tidak terlalu berat
maksimum 2 persen saja ini untuk mendisplinkan ASN,” tambah Bima.

Lebih lanjut, Bima mengatakan, bagi ASN di instansi pusat yang melaksanakan
upacara di daerah harus melampirkan bukti. Bisa berupa foto selfie di
lapangan upacara. Kemudian dikirim ke atasan masing-masing untuk diteruskan
secara berjengjang hingga level pimpinan.

Dia juga turut mengingatkan agar ASN tepat waktu saat kembali masuk kerja,
yaitu pada 10 Juni mendatang. Apabila mangkir, maka sanksi juga akan
dikenakan dengan maksimam 2 persen lagi potongan tunjangan kinerja.
Sehingga jika bolos upacara Hari Lahir Pancasila dan telat masuk kerja
potongan menjadi 4 persen.

“Kalau ada yang belum masuk mungkin akan ada teguran atau potongan
tunjangan kinerja 2 persen, ditambah 2 persen lagi jadi 4 persen,” pungkas
Bima.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Kirim email ke