Pembalasan Tiongkok Diluncurkan Berdasarkan Rencana
http://indonesian.cri.cn/20190531/567aa854-c0c6-1c3d-35fa-e0328dabd096.html
2019-05-31 19:45:24
Kementerian Perdagangan Tiongkok hari ini (31/5) mengumumkan, Tiongkok
akan membentuk sistem “daftar entitas tidak dapat dipercaya” berdasarkan
undang-undang Tiongkok. Menurut sistem itu, perusahaan, organisasi
maupun perorangan asing yang tidak mengikuti aturan pasar, melanggar
prinsip kontrak, meblokir ataupun memboikot perusahaan Tiongkok dengan
tujuan bukan bisnis sehingga dengan berat merugikan hak dan kepentingan
sah perusahaan Tiongkok, akan dicantumkan dalam “daftar entitas tidak
dapat dipercaya”. Hal-hal rincian mengenai daftar itu akan diumumkan tak
lama lagi.
Keputusan ini merupakan pembalasan tak dapat tidak yang dilakukan
Tiongkok karena tanpa bukti apapun AS mencamtumkan beberapa perusahaan
Tiongkok di dalam “dafar entitas” larangan ekspor. Komunitas
internasional seharusnya tidak merasa kaget atas keputusan Tiongkok ini,
yang bertujuan untuk memelihara hak dan kepentingan sah Tiongkok.
Perbuatan Tiongkok ini boleh dianggap sebagai pembalasan tak dapat tidak
dalam perang dagang, terkait perang dagang Tiongkok selalu memegang
prinsip yakni “tidak ingin, tidak takut, tak dapat tidak mengiktui pada
saat seperlunya”. Tiongkok telah melakukan persiapan efektif terhadap
tindakan AS baik yang lunak mapun yang keras. Selama satu tahun ini, di
atas dasar prinsip saling menghormati dan sama derajat, dengan ketulusan
sebesar-besarnya Tiongkok telah melakukan konsultasi perdagangan
sebanyak 11 putaran dengan pihak AS dan telah mencapai kemajuan positif.
Akan tetapi, AS berkali-kali melanggar komitmen, berkali-kali
menambahkan tarif impor, bahkan tanpa bukti apa saja menggunakan
kekuatan negara untuk memutus pasokan perusahaan AS kepada perusahaan
Tiongkok, termasuk Huawei. Secara maksimal menekan Tiongkok serta
perusahaannya.
Justru seperti dikatakan oleh mantan presiden AS Jimmy Carter
bahwa “Amerika Serikat adalah negara militant terbesar sepanjang
sejarah dunia”, sedangkan Tiongkok sama sekali tidak pernah membuang
duit satu sen di perang, Tiongkok mengalokasikan sumbernya di proyek
infrastruktur seperti kereta cepat.
Bagi Tiongkok, perang selalu bukan tujuan, dan berharap AS menyadari
bahwa kerja sama saling menguntungkan barulah tren perkembangan dunia.
Telah terbukti selama satu tahun ini bahwa kenaikan tarif impor tidak
hanya merugikan kepentingan bilateral Tiongkok dan AS, tapi juga tidak
menguntungkan dunia. Kerja sama barulah solusi satu-satunya bagi
Tiongkok dan AS.
Terserah tindakan apap akan dilakukan AS pada tahap selanjutnya,
pendirian Tiongkok tetap konsekuen yakni “ mau runding, pintu terbuka,
mau perang, dilancarkan sampai tuntas.”
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com