https://www.cnbcindonesia.com/market/20190601061123-17-76296/perang-dagang-as-meksiko-
meletus-wall-street-kebakaran
Perang Dagang AS-Meksiko Meletus, Wall
Street 'Kebakaran'
SHARE
Perang Dagang AS-Meksiko Meletus, Wall Street 'Kebakaran' Foto: Ekspresi
Trader di lantai di New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS,
12 November 2018. REUTERS / Brendan McDermid
*Jakarta, CNBC Indonesia* - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall
Street <https://www.cnbcindonesia.com/search?query=wall+street&date=>
ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (31/5/2019). Penyebabnya,
kekhawatiran investor akan dampak dari perang dagang Amerika Serikat
dengan Meksiko yang berujung pada resesi.
/Kantor berita Reuters/ melaporkan, Dow Jones Industrial Average anjlok
354,84 poin (1,41%) menjadi 24.815,04. S&P 500 kehilangan 36,8 poin
(1,32%) menjadi 2.752,06. Nasdaq Composite turun 114,57 poin (1,51%)
menjadi 7.453,15.
Pilihan Redaksi
*
Panasnya AS-China & AS-Meksiko Rontokkan Bursa Saham Asia
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190531172749-17-76226/panasnya-as-china-as-meksiko-rontokkan-bursa-saham-asia>
*
Rating Utang RI Naik, Tapi Masih Kalah Sama
Filipina-Thailand
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190531173341-17-76229/rating-utang-ri-naik-tapi-masih-kalah-sama-filipina-thailand>
*
Disuspensi & Lapkeu Disclaimer, Ini Penjelasan Bakrie
Telecom
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190531181345-17-76239/disuspensi-lapkeu-disclaimer-ini-penjelasan-bakrie-telecom>
Dalam sepekan, Dow Jones anjlok 3,01%, S&P 500 terkoreksi 2,62% dan
Nasdaq turun 2,41%. Bagi indeks Dow Jones Industrial ini penurunan
mingguan keenam secara beruntun. Penurunan ini juga terpanjang sejak 2011.
Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif bea masuk impor produk
Meksiko sebesar 5% mulai 10 Juni 2019
<https://www.cnbcindonesia.com/news/20190531113839-4-76106/trump-serang-meksiko-ini-pernyataan-lengkap-gedung-putih>.
Secara bertahap tarif tersebut akan naik menjadi 25% hingga masalah
imigran gelap yang melintasi Selatan AS dihentikan, ujar Presiden Donald
Trump melalui twitternya Kamis malam.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menanggapi hal tersebut
dengan mendesak Donald Trump untuk mundur.
"Ini benar-benar menerapkan tarif perdagangan untuk masalah keamanan
nasional padahal ini masalah berbeda," kata Christopher Smart, kepala
Institut Investasi Barings di Boston.
"Sekarang negara mana yang tidak rentan terhadap tarif atau masalah
keamanan politik, diplomatik atau nasional, sekarang mereka terancam
kena tarif untuk selesaikan masalah ini. Jadi, jika Anda seorang
investor, ini adalah dunia yang sangat berbeda."
Sebelumnya, investor mengkhawatirkan memburuknya pembicaraan perdagangan
antara Amerika Serikat dan China. Para investor telah mengalihkan
asetnya ke obligasi pemerintah yang membuat saham sektor teknologi dan
energi tertekan.
*Simak video tentang masalah imigran dari Meksiko ke AS di bawah ini:*
**(roy/roy)**
TAG: perang dagang <https://www.cnbcindonesia.com/tag/perang-dagang>
perang dagang as-meksiko
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/perang-dagang-as_meksiko> meksiko
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/meksiko> wall street
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/wall-street> dow jones industrial
average <https://www.cnbcindonesia.com/tag/dow-jones-industrial-average>
s&p 500 <https://www.cnbcindonesia.com/tag/s&p-500> nasdaq composite
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/nasdaq-composite>
SHARE
===========
https://www.cnbcindonesia.com/market/20190601065142-17-76297/panasnya-as-china-as-
meksiko-bikin-harga-minyak-anjok-3
Panasnya AS-China & AS-Meksiko Bikin
Harga Minyak Anjok 3%
SHARE
Panasnya AS-China & AS-Meksiko Bikin Harga Minyak Anjok 3% Foto:
Infografis/10 Kkks Utama Produksi Minyak/Edward Ricardo
*Jakarta, CNBC Indonesia* - Harga minyak
<https://www.cnbcindonesia.com/search?query=Harga+minyak&date=> anjlok
3% lebih pada hari Jumat (31/5/2019) dan menjadi penurunan bulanan
terbesar dalam enam bulan terakhir setelah Presiden Donald Trump memicu
ketegangan dengan mengancam mengenakan tarif ke Meksiko
<https://www.cnbcindonesia.com/news/20190531071810-4-76023/gedung-putih-bea-impor-5-terhadap-meksiko-berlaku-10-juni>,
mitra dagang utama AS dan pemasok utama minyak mentah.
Mengutip /Reuters/, harga minyak Brent crude futers turun US$ 2,38, atau
3,6%, menjadi US$ 64,49 per barel. Harga Minyak mentah di West Texas
Intermediate (WTI) AS turun US$ 3,09 menjadi US$ 53,50 per barel,
kerugiannya 5,5%.
Pilihan Redaksi
*
Produk AS yang Dibidik Tarif China: dari Kondom hingga
Parfum
<https://www.cnbcindonesia.com/news/20190531161407-4-76215/produk-as-yang-dibidik-tarif-china-dari-kondom-hingga-parfum>
*
Tiket Melambung, Pemerintah Optimistis Inflasi Mei Cuma
0,5%
<https://www.cnbcindonesia.com/news/20190531194617-4-76266/tiket-melambung-pemerintah-optimistis-inflasi-mei-cuma-05>
*
Perang Dagang AS-Meksiko Meletus, Wall Street 'Kebakaran'
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190601061123-17-76296/perang-dagang-as-meksiko-meletus-wall-street-kebakaran>
Brent menyentuh level rendah di US$ 64,37 per barel, terendah sejak 8
Maret. WTI di US$ 53,41 per barel, terlemah sejak 14 Februari. Brent
futures membukukan penurunan 11% pada Mei dan WTI turun 16%, kerugian
bulanan terbesar sejak November.
Pada Kamis (30/5/2019) Trump berjanji untuk menaikkan tarif kecuali
Meksiko menghentikan penyebarang orang secara ilegal ke Amerika Serikat.
Rencananya, tarif bea impor sebesar 5% mulai berlaku pada 10 Juni dan
meningkat setiap bulan, hingga 25% pada 1 Oktober.
"AS mengimpor minyak mentah Meksiko sekitar 680.000 barel per hari.
Tarif 5% akan membat tambahan biaya pembelian sebesar US$ 2 juta bagi
AS, "kata analis PVM, seperti dikutip Sabtu (1/6/2019).
Amerika Serikat juga mengekspor lebih banyak bahan bakar ke Meksiko
daripada negara lain, menurut Departemen Energi AS. Sejauh ini Mexico
belum mengatakan menyatakan apakah akan membalas tarif dari AS.
Sebelumnya, Investor sudah khawatir dengan perang dagang AS-China bisa
meningkatkan bahaya resesi.
"Tarif baru ini menawarkan efek 'tumpukan' ke pasar minyak yang telah
melihat adanya tekanan penurunan harga karena kenaikan pasokan minyak
mentah AS yang tak terduga, yang telah membebani sepanjang bulan Mei
ini," ujar Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch dan Associates, dalam
sebuah catatan.
**(roy/roy)**
TAG: minyak <https://www.cnbcindonesia.com/tag/minyak> harga minyak
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/harga-minyak> komoditas
<https://www.cnbcindonesia.com/tag/komoditas>
SHARHE